Setiap hari anda melakukan hal-hal yang berlangsung secara alami dan otomatis, seperti berbicara, bernapas, menggosok gigi.
Tanpa kita sadari, kadang cara yang kita lakukan salah. Ingatlah jika kita biarkan pola yang salah itu berlanjut, maka kesehatan kita taruhannya. Inilah 11 kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang tanpa disadari:
1. Kurang lama mengunyah makanan
Banyak orang terbiasa makan dengan tergesa-gesa sehingga makanan yang masuk hanya sempat dikunyah sebentar.
Padahal semakin singkat waktu kita mengunyah, semakin sulit tubuh kita untuk mencerna makanan dengan efektif.
Karena makanan yang dikunyah dengan cepat, akan masuk ke lambung dalam keadaan belum hancur betul.
Untuk membantu pencernaan, kunyah makanan perlahan-lahan sehingga makanan menjadi lembut dan bercampur dengan ludah.
Dengan begitu, tubuh kita lebih mudah mencerna dan menyerapnya.
Selain itu dengan mengunyah makanan perlahan-lahan, kita tidak akan makan terlalu banyak, sehingga mempermudah kita juga dalam mempertahankan berat badan ideal.
2. Duduk membungkuk
Jika pekerjaan anda setiap hari membuat anda harus duduk dibelakang meja, berhati-hatilah.
Hindari duduk dengan posisi membungkuk. Karena duduk membungkuk di kursi, bisa menyebabkan sakit punggung dan kaki pegal.
Selain itu, juga menghalangi sirkulasi darah dan pencernaan, serta menyulitkan bernapas panjang.
Duduklah dengan punggung tegak, agar punggung bisa beristirahat dengan baik.
Jika ingin bersandar, ganjal tulang belakang anda dengan bantal.
Juga sebaiknya jangan duduk berlama-lama dengan posisi menyilangkan kaki, karena bisa menyebabkan nyeri di pinggang atau tulang pelvis.
Bagi yang bekerja di depan Komputer sepanjang hari, hindari duduk dengan mencondongkan badan ke depan. maka otot leherlah yang akan menanggung beban berat.
Duduklah dengan posisi tegak dan usahakan jangan biarkan posisi leher tertarik ke depan.
Ingatlah bahwa kepala anda cukup berat. Jika leher anda condong ke depan,
3. Jarang mengedipkan mata
Mengedipkan mata bagi kita adalah sesuatu yang selalu kita lakukan secara spontan.
Sebuah respon yang otomatis. Tapi sebenarnya mengedipkan mata juga bermanfaat untuk membuat mata kita selalu terjaga kebersihan dan kelembapannya.
Karenanya hal itu harus sering dilakukan. Namun sayang, seringkali kita tidak melakukannya cukup sering.
Apalagi mereka yang terbiasa mengenakan lensa kontak atau yang setiap hari bekerja di depan komputer.
Tanpa disadari, mereka jadi jarang berkedip, padahal dengan kondisi demikian, seharusnya justru mereka perlu lebih sering lagi mengedipkan mata.
Asal jangan mengedipkan mata pada orang lain ketika membawa pasangan anda, hehe.
4. Makan sambil menonton TV
Mengapa kita sering diingatkan agar tidak makan sambil menonton televisi atau menyetir mobil?
Sebab makan dengan cara itu akan membuat kita kurang menyadari apa yang kita makan dan sudah berapa banyak yang kita makan.
Dengan begitu, akan lebih mudah makan berlebihan yang beresiko menjadi gemuk.
Akan lebih baik jika anda makan dalam posisi duduk di meja makan dan memang sengaja bermaksud makan.
Dengan begitu, anda akan lebih menyadari apa yang di makan dan merasa lebih puas.
Lain halnya jika kondisinya darurat, misalnya memang sudah tiba waktunya makan dan dalam kondisi lapar, tapi masih dalam perjalanan.
Untuk mengatasi kondisi seperti itu, sebaiknya anda menyiapkan bekal berupa buah-buahan segar atau kacang-kacangan secukupnya.
5. Sering mengerutkan dahi
Tahukah anda, kadar hormon stres dalam darah kita langsung meningkat begitu anda mengerutkan dahi?
Jika terlalu sering bisa saja memicu datangnya penyakit dan depresi. Sedangkan tersenyum atau memikirkan sesuatu yang menyenangkan selama sedikitnya delapan menit, sudah cukup meningkatkan kadar antibodi pemicu kekebalan tubuh di kelenjar ludah.
Air ludah kita merefleksikan apa yang terjadi di aliran darah kita. Jadi jika kita lebih sering mengerutkan dahi daripada tersenyum, maka kita akan lebih mudah terkena penyakit infeksi.
Selain itu, tersenyum membuat otot-otot wajah lebih rileks, Jika otot-otot wajah rileks, tubuh kita juga akan rileks.
6. Mengeluarkan Cairan Hidung terlalu bersemangat
Ketika sedang pilek atau flu, kita sering tergoda untuk mendorong keluarnya cairan hidung dengan keras,
padahal akan lebih aman jika anda melakukannya lebih lembut.
Sebab terlalu bersemangat mengeluarkan cairan hidung justru akan membuat hidung anda sakit dan terinfeksi.
Dorongan yang keras aka membuat bakteri lebih mudah terdorong memasuki liang telinga bagian tengah, itulah sebabnya pilek seringkali menimbulkan infeksi telinga.
7. Berdiri bertumpu sebelah kaki
Berdiri dengan berat badan bertumpu pada sebelah pinggul memang nyaman, tetapi sebaiknya tidak dilakukan dalam waktu lama.
Karena berdiri dengan posisi itu berarti juga memberikan tekanan yang berat pada tulang belakang yang bisa menimbulkan masalah punggung.
Cobalah berdiri dengan menumpukan berat badan secara merata pada kedua kaki dan berayunlah perlahan untuk menjaga keseimbangan berat badan.
8. Menggosok gigi dengan keras
Menggunakan sikat gigi yang keras atau menyikat gigi dengan keras akan lebih berdampak merusak gigi daripada membersihkan gigi.
Akibatnya gusi menjadi naik sehingga gigi mudah terkikis di bagian leher gigi dan akhirnya mudah terjadi lubang di leher gigi.
Akan lebih jauh ama jika anda menyikat gigi dengan lembut menggunakan sikat gigi berukuran keicl dan tekstur yang lembut.
Hindari menyikat gigi sambil melamun atau menonton TV, karena tanpa sadar bisa membuat bulu sikat menekan gigi terlalu kuat.
9. Tidak cukup minum
Tahukah anda bahwa untuk menjalankan semua aktivitas, bahkan yang ringan sekalipun seperti bernapas, tubuh kita memerlukan air?
Setidaknya dalam sehari tubuh kita dua liter cairan untuk memastikan tubuh kita bisa mencerna makanan dengan baik, membuang sampah tubuh, mengatur suhu tubuh, hingga menjaga agar lutut dan mata tetap mendapat cairan.
Jika anda mengalami sakit kepala, kelelahan dan keletihan, atau sulit berkonsentrasi, bisa saja penyebabnya karena anda kekurangan cairan.
Rasa haus adalah cara tubuh memberitahu bahwa telah terjadi dehidrasi, jadi kita perlu minum air sebelum mengalaminya
Jika dibiarkan, bisa saja keluhan-keluhan tersebutlah yang kemudia muncul
Minumlah banyak air putih dan jus buah.
Tapi bukan pada waktu makan, sebab minum lebih dari satu gelas air pada waktu makan, akan melarutkan asam lambung sehingga mengganggu proses pencernaan.
Akan lebih aman bila anda minum air sebelum makan.
Selain itu, minum air sebelum makan juga membuat perut lebih berisi sehingga menghindarkan kita dari terlalu banyak makan.
10. Bernapas pendek
Banyak orang yang memiliki kebiasaan bernapas pendek, padahal biasa bernapas panjang justru akan membuat kita menjadi lebih tenang.
Selain itu, bernapas cepat membuat paru-paru tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang optimum, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Agar terbiasa bernapas dengan benar, ada baiknya anda meluangkan waktu setidaknya sepuluh menit sehari untuk berlatih bernapas panjang.
Caranya, baringkan punggung di lantai dengan lutut terlipat dan letakkan kedua tangan di tulang rusuk terluar.
Perlahan-lahan tarik napas melalui hidung dan masukkan ke paru-paru. Usahakan untuk menarik napas selama 6 detik dan lepaskan dalam waktu 12 detik.
11. Berbicara keras dan lama
Bila aktivitas sehari-hari membuat anda terbiasa berbicara dengan suara keras dan dalam waktu yang lama, maka anda cenderung rentan dengan masalah dibagian pita suara.
Mereka yang beresiko terutama adalah para guru, aktor dan artis, penyanyi, atau ibu rumah tangga yang mengasuh sendiri anak-anaknya.
Agar tetap sehat, biasakan untuk menenangkan tenggorokan, misalnya dengan cara mendengungkan
bunyi "hum" perlahan-lahan dan sebaiknya banyak minum air putih agar pangkal tenggorokan tetap basah dan hangat.
Posisi tenggorokan pada waktu berbicara juga penting diperhatikan, berbicara dengan menekan dagu ke dada atau justru mendorong dagu ke depan seolah berusaha keras mendengarkan, buruk akibatnya bagi otot di bagian tenggorokan.
Sumber : Disadur dari Nirmala.
Senin, 22 Februari 2010
Kamis, 18 Februari 2010
18.02.10 : Banjir
Setiap tahun warga di republik ini mulai terbiasa dengan tradisi bakal terjadinya banjir musiman. Kenapa sih koq bisa begitu ? Biasalah, kelakuan manusia sendiri yang bikin selokan jadi tempat pembuangan sampah, mulai dari perkampungan hingga perkotaan.
Akibatnya, bisa ditebak deh, got tersumbat, air meluap dan mulai menggenangi rumah warga yang sebelumnya bilang ngga pernah mengalami kebanjiran. Di beberapa daerah memang ada warisan turun temurun, banjir disebabkan gundulnya area hutan.
Sebut saja Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, kini mulai merangga di saat musim panas dan didera longsor atau banjir bandang dikala musim penghujan tiba. Cukup "cuci tangan" begitu saja wahai para pengusaha - yang dulunya memanfaatkan kekayaan suatu wilayah ?
Tanggung jawab moral, bila sudah ditumpuk dilemari es, jadi beku dan ngga berfungsi. Etis ngga etis bukan harga yang nyaman lagi untuk dipertaruhkan di negeri ini. Urat malu kalau sudah putus, apa mau dikata. Demo sampai mogok makan hanya dianggap kegiatan ekstra-kurikuler oleh penguasa.
Lantas, bagaimana sebaiknya supaya banjir ngga menjadi momok baru bagi kehidupan warga di tanah tercinta ? Masyarakat harus sadar akan pentingnya kebersihan dan pemerintah daerah/aparat atau pihak terkait di lingkungan terkecil, semisal RT/RW berperan aktif dengan penyuluhan.
bagaimana membuang sampah yang baik, memisahakan sampah organik dan non-organik, yang bisa didaur ulang dan yang ngga bisa diproses lagi dan seterusnya. Banjir bukan dilihat dari satu sisi tetapi harus dari berbagai dimensi sosial, politik serta moral.
Mampukah kita mengatasi isu krusial seperti sampah dan banjir ini ? Kalau belum mampu, mungkin kita termasuk sampah masyarakat yang ngga mau memikirkan harkat dan martabat bangsa. bangga dengan banjir dan menjual tradisi banjir ? Menulis pun seakan jadi sampah didunia maya hik 3x ...
Wassalam. Jadi tambah prihatin.
Oleh : RAM
Akibatnya, bisa ditebak deh, got tersumbat, air meluap dan mulai menggenangi rumah warga yang sebelumnya bilang ngga pernah mengalami kebanjiran. Di beberapa daerah memang ada warisan turun temurun, banjir disebabkan gundulnya area hutan.
Sebut saja Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, kini mulai merangga di saat musim panas dan didera longsor atau banjir bandang dikala musim penghujan tiba. Cukup "cuci tangan" begitu saja wahai para pengusaha - yang dulunya memanfaatkan kekayaan suatu wilayah ?
Tanggung jawab moral, bila sudah ditumpuk dilemari es, jadi beku dan ngga berfungsi. Etis ngga etis bukan harga yang nyaman lagi untuk dipertaruhkan di negeri ini. Urat malu kalau sudah putus, apa mau dikata. Demo sampai mogok makan hanya dianggap kegiatan ekstra-kurikuler oleh penguasa.
Lantas, bagaimana sebaiknya supaya banjir ngga menjadi momok baru bagi kehidupan warga di tanah tercinta ? Masyarakat harus sadar akan pentingnya kebersihan dan pemerintah daerah/aparat atau pihak terkait di lingkungan terkecil, semisal RT/RW berperan aktif dengan penyuluhan.
bagaimana membuang sampah yang baik, memisahakan sampah organik dan non-organik, yang bisa didaur ulang dan yang ngga bisa diproses lagi dan seterusnya. Banjir bukan dilihat dari satu sisi tetapi harus dari berbagai dimensi sosial, politik serta moral.
Mampukah kita mengatasi isu krusial seperti sampah dan banjir ini ? Kalau belum mampu, mungkin kita termasuk sampah masyarakat yang ngga mau memikirkan harkat dan martabat bangsa. bangga dengan banjir dan menjual tradisi banjir ? Menulis pun seakan jadi sampah didunia maya hik 3x ...
Wassalam. Jadi tambah prihatin.
Oleh : RAM
Senin, 15 Februari 2010
15.02.10 : Kejujuran Membawa Berkat
Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan. David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA . Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya.
Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.
"Halo, apa kabar?" telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: "Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan."
Ibu David berkata: "Anakku tersayang, mama tahu." "Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?" David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam.
Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, "Mama, apa yang telah terjadi di rumah?". Ibu David berkata, "Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus.
Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri." Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan.
Di ujung telepon lainnya, air mata David juga "tes", "tes" tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulangkampung. David berkata kepada ibunya, "Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian."
Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang.
Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out. Pada detik ketika David mengatakan "Sampai jumpa" kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.
Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.
David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu, ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.
Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.
Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, "Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon)."
Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, "Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan."
Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.
Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, "Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana ."
"Hore!", David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama menghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti.
Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.
Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan.
Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya.
David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.
Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David.
Sang ibu menulis di dalam suratnya: "Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan."
Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.
Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum.
Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: "Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang.
Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."
Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: "Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan."
So, di saat-saat paling sulit, Pertama: Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.
Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.
Sumber : Unknown (kiriman teman via email).
Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.
"Halo, apa kabar?" telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: "Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan."
Ibu David berkata: "Anakku tersayang, mama tahu." "Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?" David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam.
Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, "Mama, apa yang telah terjadi di rumah?". Ibu David berkata, "Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus.
Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri." Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan.
Di ujung telepon lainnya, air mata David juga "tes", "tes" tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulangkampung. David berkata kepada ibunya, "Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian."
Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang.
Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out. Pada detik ketika David mengatakan "Sampai jumpa" kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.
Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.
David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu, ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.
Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.
Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, "Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon)."
Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, "Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan."
Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.
Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, "Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana ."
"Hore!", David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama menghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti.
Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.
Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan.
Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya.
David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.
Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David.
Sang ibu menulis di dalam suratnya: "Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan."
Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.
Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum.
Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: "Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang.
Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."
Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: "Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan."
So, di saat-saat paling sulit, Pertama: Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.
Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.
Sumber : Unknown (kiriman teman via email).
Kamis, 11 Februari 2010
11.02.10 : Yang Tidak Bisa Diucapkan Ayah
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.
Sumber : Tidak diketahui (Unknown).
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.
Sumber : Tidak diketahui (Unknown).
Senin, 08 Februari 2010
08.02.10 : Keajaiban Kehidupan
Pernah lihat proses gimana pertumbuhan diri kita ketika dalam kandungan? Yuk kita mundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Ilahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita.
Foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8.
Minggu ke 4-8
Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk.
Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan.Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.
Minggu ke 8-12
Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.
Minggu ke 12-20
Paru-parunya janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.
Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.
Minggu ke 20-24
Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya.
Minggu ke 24-28
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara.
Minggu ke 28-32
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.
Minggu ke 36-38
Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah “turun”).
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.
Minggu ke 40 (9 bulan)
Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya.
Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan “rumah”nya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN!Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah…
KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI!
Sebagai pelengkap, silahkan klik arsip berikut ini dan semoga bermanfaat. http://www.youtube.com/watch?v=eB3cMV70qSw
Sumber : Antah Berantah (Unknwon).
Foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8.
Minggu ke 4-8
Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk.
Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan.Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.
Minggu ke 8-12
Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.
Minggu ke 12-20
Paru-parunya janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.
Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.
Minggu ke 20-24
Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya.
Minggu ke 24-28
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara.
Minggu ke 28-32
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.
Minggu ke 36-38
Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah “turun”).
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.
Minggu ke 40 (9 bulan)
Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya.
Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan “rumah”nya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN!Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah…
KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI!
Sebagai pelengkap, silahkan klik arsip berikut ini dan semoga bermanfaat. http://www.youtube.com/watch?v=eB3cMV70qSw
Sumber : Antah Berantah (Unknwon).
Kamis, 04 Februari 2010
04.02.10 : Gerak Kuda
Ada masanya dalam sejarah Indonesia, kuda merupakan sarana pengangkut massal yang sangat penting, baik untuk tujuan sipil maupun militer.
Menurut kitab Babad Tanah Jawi, ketika Raden Patah pulang dari menghadap Prabu Brawijaya dari Majapahit, ia membawa selaksa abdi, juga gajah, kuda, gerbong, dan pedati. Semuanya hadiah dari Brawijaya.
Sekarang pun kuda masih menjadi sarana pengangkut demikian. Bahkan, di daerah-daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat, perannya boleh dikatakan sangat menonjol. Itu sebabnya, empat istilah gerak maju kuda mantap letaknya dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia.
Pada pokoknya hanya ada empat macam istilah gerak maju kuda: menderap, mendua, meligas, dan mencongklang.
Sekarang marilah kita mencoba meneliti apa yang dikatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Pertama, Cetakan Keempat (1990) untuk mengetahui seberapa jelas keterangannya.
Pertama, derap berarti (1) lari cepat (tentang kuda dan sebagainya) dan (2) kecepatan langkah; laju gerak seperti dalam contoh ”Rakyat tidak apatis terhadap derap pembangunan yang tengah berjalan sekarang”. Tidak diberikan bentuk kata jadian menderap seperti dalam contoh ”Kita lihat kuda-kuda menderap dari utara”. Padahal, kata kerja ini cukup laku dalam bahasa Indonesia untuk melukiskan lari cepat kuda.
Kedua, dua tidak perlu di sini diberikan keterangan karena di satu pihak sudah jelas, dan di pihak lain memerlukan terlalu banyak penjelasan. Adapun istilah mendua kembali tidak diberikan.
Padahal, dalam Kamus Bahasa Indonesia I (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1983) istilah ini justru diberi arti ”menderap (berlari tentang kuda)” dengan contoh ”Kudanya mendua hingga tidak terkejar lagi”. Apakah menderap dengan demikian sama dengan mendua? Itulah juga yang ingin kita ketahui.
Namun, Sutan Takdir Alisjahbana dalam bukunya, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia II, memberikan kepada istilah ini arti melangkah dua-dua. Karena kaki kuda itu empat, menjadi pertanyaan bagaimana wujud gerakan tersebut.
Ketiga, ligas, dengan turunan meligas yang berarti berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri (tentang kuda, katak, dan sebagainya). Keterangan ini menimbulkan pertanyaan: kedua belah kaki kanan serentak atau tidak, dan baru kedua belah kaki kiri, juga serentak atau tidak?
Pertanyaan lain yang agak menyeleweng adalah apakah benar katak berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri?
Keempat, congklang, dengan kata jadian mencongklang yang bermakna berlari kencang (tentang kuda) dan contoh pemakaian: ”Sementara kuda mencongklang kencang, masing-masing pemburu menarik busur yang besar dan kuat dari selongsong di punggung mereka”.
Di sini yang menimbulkan pertanyaan adalah bagaimana gerak kakinya. Kalau dikatakan berlari kencang, apakah itu tidak sama dengan menderap dan mendua di atas? Kembali timbul pertanyaan menyeleweng, mengapa kalau istilah mencongklang berarti berlari kencang, dalam contoh yang diberikan dikatakan ”sementara kuda mencongklang kencang?” Apa ini bukan tautologi?
Bagaimanapun penjelasan yang diberikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai keempat istilah gerak maju pokok kuda itu belum memadai. Mudah-mudahan di antara bangsa penunggang kuda yang tangguh di masa lalu ini ada yang bersedia menyumbangkan bagiannya.
Oleh : Koesalah Soebagyo Toer - Penerjemah
Sumber : Kompas, 15.01.10.
Menurut kitab Babad Tanah Jawi, ketika Raden Patah pulang dari menghadap Prabu Brawijaya dari Majapahit, ia membawa selaksa abdi, juga gajah, kuda, gerbong, dan pedati. Semuanya hadiah dari Brawijaya.
Sekarang pun kuda masih menjadi sarana pengangkut demikian. Bahkan, di daerah-daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat, perannya boleh dikatakan sangat menonjol. Itu sebabnya, empat istilah gerak maju kuda mantap letaknya dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia.
Pada pokoknya hanya ada empat macam istilah gerak maju kuda: menderap, mendua, meligas, dan mencongklang.
Sekarang marilah kita mencoba meneliti apa yang dikatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Pertama, Cetakan Keempat (1990) untuk mengetahui seberapa jelas keterangannya.
Pertama, derap berarti (1) lari cepat (tentang kuda dan sebagainya) dan (2) kecepatan langkah; laju gerak seperti dalam contoh ”Rakyat tidak apatis terhadap derap pembangunan yang tengah berjalan sekarang”. Tidak diberikan bentuk kata jadian menderap seperti dalam contoh ”Kita lihat kuda-kuda menderap dari utara”. Padahal, kata kerja ini cukup laku dalam bahasa Indonesia untuk melukiskan lari cepat kuda.
Kedua, dua tidak perlu di sini diberikan keterangan karena di satu pihak sudah jelas, dan di pihak lain memerlukan terlalu banyak penjelasan. Adapun istilah mendua kembali tidak diberikan.
Padahal, dalam Kamus Bahasa Indonesia I (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1983) istilah ini justru diberi arti ”menderap (berlari tentang kuda)” dengan contoh ”Kudanya mendua hingga tidak terkejar lagi”. Apakah menderap dengan demikian sama dengan mendua? Itulah juga yang ingin kita ketahui.
Namun, Sutan Takdir Alisjahbana dalam bukunya, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia II, memberikan kepada istilah ini arti melangkah dua-dua. Karena kaki kuda itu empat, menjadi pertanyaan bagaimana wujud gerakan tersebut.
Ketiga, ligas, dengan turunan meligas yang berarti berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri (tentang kuda, katak, dan sebagainya). Keterangan ini menimbulkan pertanyaan: kedua belah kaki kanan serentak atau tidak, dan baru kedua belah kaki kiri, juga serentak atau tidak?
Pertanyaan lain yang agak menyeleweng adalah apakah benar katak berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri?
Keempat, congklang, dengan kata jadian mencongklang yang bermakna berlari kencang (tentang kuda) dan contoh pemakaian: ”Sementara kuda mencongklang kencang, masing-masing pemburu menarik busur yang besar dan kuat dari selongsong di punggung mereka”.
Di sini yang menimbulkan pertanyaan adalah bagaimana gerak kakinya. Kalau dikatakan berlari kencang, apakah itu tidak sama dengan menderap dan mendua di atas? Kembali timbul pertanyaan menyeleweng, mengapa kalau istilah mencongklang berarti berlari kencang, dalam contoh yang diberikan dikatakan ”sementara kuda mencongklang kencang?” Apa ini bukan tautologi?
Bagaimanapun penjelasan yang diberikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai keempat istilah gerak maju pokok kuda itu belum memadai. Mudah-mudahan di antara bangsa penunggang kuda yang tangguh di masa lalu ini ada yang bersedia menyumbangkan bagiannya.
Oleh : Koesalah Soebagyo Toer - Penerjemah
Sumber : Kompas, 15.01.10.
Senin, 01 Februari 2010
01.02.10 : Syukur (01)
Manusia susah sekali bersyukur, buktinya Penulis ini 'loh. Bisanya meminta teruuus sama ALLAH SWT namun sejujurnya rasa syukur atau dalam hubungan manusia sekedar mengucap tengkyu, koq pelit banget ya, ato malah boleh disebut lupa ? Astagfirullah.
Sedemikian pelitkah ? Sedemikian sibukkah ? Sejujurnya, kebanyakan manusia akan ingat kepada Sang Khaliq pada saat susah, melarat, menderita ato ya kondisi begitu deh. Acuh acuh butuh, padahal sih butuh banget, cuma malu mengakuinya.
Kalau sudah begini, apa maunya manusia dong ya ? Diberi nikmat hidup, jarang sakit, bisa plesiran, membina rumah tangga (bagi yang sudah melewatinya), dapat turunan yang baik, rejeki alhamdulillah mengalir terus, teman banyak, lantas apa yang dicari Bro' ?
Bersyukurlah semasa masih ada waktu dan jangan menyesali ingin bersyukur disaat kejepit 'lan pake sandal jepit, hidup bisa semakin sempit. Subhanallah, terima kasih, hari in dapat pencerahan berarti. Satukan jiwa dan yakinkan diri akan adanya satu kekuatan yang berasal dari ALLAH SWT.
Bagi Allah, manusia tidak shalat, tidak bersyukur, tidak berdo'a dan tidak peduli, ngga masalah. Allah tidak mendapatkan manfaat langsung kecuali menguji kesadaran manusia, sadar ngga sih loe pade ? Pahami diri kita sendiri sebelum memahami orang lain. Sudahkah ?
Jangan takabur, renungkan dalam dalam. Cukup rasanya ya Allah santapan rohani hari ini, semoga menggiring kami sekeluarga kepada kehidupan yang lebih baik, Insya Allah. Salah satu "kado" terbaik dari Allah SWT, senantiasa diingatkan dengan kesulitan.
Amin. Semoga bermanfaat.
Oleh : RAM.
Sedemikian pelitkah ? Sedemikian sibukkah ? Sejujurnya, kebanyakan manusia akan ingat kepada Sang Khaliq pada saat susah, melarat, menderita ato ya kondisi begitu deh. Acuh acuh butuh, padahal sih butuh banget, cuma malu mengakuinya.
Kalau sudah begini, apa maunya manusia dong ya ? Diberi nikmat hidup, jarang sakit, bisa plesiran, membina rumah tangga (bagi yang sudah melewatinya), dapat turunan yang baik, rejeki alhamdulillah mengalir terus, teman banyak, lantas apa yang dicari Bro' ?
Bersyukurlah semasa masih ada waktu dan jangan menyesali ingin bersyukur disaat kejepit 'lan pake sandal jepit, hidup bisa semakin sempit. Subhanallah, terima kasih, hari in dapat pencerahan berarti. Satukan jiwa dan yakinkan diri akan adanya satu kekuatan yang berasal dari ALLAH SWT.
Bagi Allah, manusia tidak shalat, tidak bersyukur, tidak berdo'a dan tidak peduli, ngga masalah. Allah tidak mendapatkan manfaat langsung kecuali menguji kesadaran manusia, sadar ngga sih loe pade ? Pahami diri kita sendiri sebelum memahami orang lain. Sudahkah ?
Jangan takabur, renungkan dalam dalam. Cukup rasanya ya Allah santapan rohani hari ini, semoga menggiring kami sekeluarga kepada kehidupan yang lebih baik, Insya Allah. Salah satu "kado" terbaik dari Allah SWT, senantiasa diingatkan dengan kesulitan.
Amin. Semoga bermanfaat.
Oleh : RAM.
Kamis, 28 Januari 2010
28.01.10 : Century
Andai tak terjadi geger Bank Century, kata century mungkin hanya diakrabi para peminat sejarah dan pencandu film bioskop di Tanah Air. Sejak kali pertama muncul sebagai publikasi sekitar 45O tahun lalu, century dikukuhkan sebagai istilah sejarah yang mengacu pada rentang waktu seratus tahun.
Kita menterjemahkannya menjadi abad, dipetik dari bahasa Arab. Kemudian century dikenal luas sebagai merek dagang sebuah perusahaan film Hollywood dan nama sindikasi gedung bioskop di Indonesia. Mungkin karena terkesan keren, kata itu banyak dipergunakan untuk penamaan atau sebutan lain-lain.
Sebagai konsep, century lahir dari rahim gerakan Reformasi Gereja di Eropa pada awal abad ke-16. Martin Luther, tokoh Reformasi, memandang bahwa untuk “memurnikan kembali ajaran Kristiani dari tumpukan tradisi selama berabad-abad” diperlukan pemahaman tentang perkembangan gereja itu sendiri.
Ia meminta kepada sekelompok sarjana Lutheran, dipimpin Matthias Flacius Illyricus, menulis sejarah gereja sejak abad pertama Masehi. Hasilnya: opus 13 jilid Magdeburg Centuries yang disusun 13 tahun (1559-1574). Artinya, setiap tahun terbit satu jilid yang mencakup waktu seratus tahun. Istilah century dijadikan batas setiap volume buku itu (Ernst Breisach, Historiography: Ancient, Medieval & Modern, 1883).
Sejak saat itu century menjadi konsep waktu berjangka panjang yang dikenal dalam histiriografi Barat. Kata lain yang setara dengannya adalah age atau ages, yang juga kita terjemahkan menjadi abad. Penggunaannya berbeda: century selalu digandeng dengan numeralia bertingkat (misalnya tenth century, abad 10) sedangkan age(s) dijejer dengan adjektiva ataupun nomina (golden ages, abad keemasan).
Dalam bahasa Indonesia abad bisa digunakan untuk dua konteks itu, abad ke-21 ataupun abad kemakmuran. Contoh penggunaan century terlihat dalam judul buku lama Bernard Dahm, History of Indonesia in the Twentieth Century (1971); sedangkan age digunakan dalam buku saku Stuart Hampshire, The Age of Reason (1955).
Penggabungan century dan age dalam satu nafas judul terbaca pada esai sarjana Jepang, Tsuchiya Kenji, “Javanology and the Age of Ronggowarsito: An Introduction to Nineteenth Century Javanese Culture” (1990); huruf miring ditambahkan).
Seperti abad, kata century dibayangkan untuk suatu keabadian. Dalam ungkapan yang berbeda, sejarawan Perancis, Fernand Braudel, melahirkan konsep la longe duree untuk melukiskan “waktu sejarah” yang sangat panjang, penuh dinamika, tetapi sering tak disadari manusia yang melintasinya.
Kepada manusia yang bergumul dalam kemelut waktu sejarah, Braudel berpesan, Nee pas penser dans le seul temps court, ne pas croire que la seuls acteurs qui font du bruit soient le plus authentiques (dalam Annakes, 13/1958). Kira-kira, “Jangan hanya berpikir jangka pendek, jangan percaya bahwa actor-aktor yang berisik itu yang paling autentik”.
Oleh : KASIJANTO SASTRODINOMO
Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Indonesia
Dimuat : "Kompas", kolom "Bahasa" edisi 8 Januari 2010
Kita menterjemahkannya menjadi abad, dipetik dari bahasa Arab. Kemudian century dikenal luas sebagai merek dagang sebuah perusahaan film Hollywood dan nama sindikasi gedung bioskop di Indonesia. Mungkin karena terkesan keren, kata itu banyak dipergunakan untuk penamaan atau sebutan lain-lain.
Sebagai konsep, century lahir dari rahim gerakan Reformasi Gereja di Eropa pada awal abad ke-16. Martin Luther, tokoh Reformasi, memandang bahwa untuk “memurnikan kembali ajaran Kristiani dari tumpukan tradisi selama berabad-abad” diperlukan pemahaman tentang perkembangan gereja itu sendiri.
Ia meminta kepada sekelompok sarjana Lutheran, dipimpin Matthias Flacius Illyricus, menulis sejarah gereja sejak abad pertama Masehi. Hasilnya: opus 13 jilid Magdeburg Centuries yang disusun 13 tahun (1559-1574). Artinya, setiap tahun terbit satu jilid yang mencakup waktu seratus tahun. Istilah century dijadikan batas setiap volume buku itu (Ernst Breisach, Historiography: Ancient, Medieval & Modern, 1883).
Sejak saat itu century menjadi konsep waktu berjangka panjang yang dikenal dalam histiriografi Barat. Kata lain yang setara dengannya adalah age atau ages, yang juga kita terjemahkan menjadi abad. Penggunaannya berbeda: century selalu digandeng dengan numeralia bertingkat (misalnya tenth century, abad 10) sedangkan age(s) dijejer dengan adjektiva ataupun nomina (golden ages, abad keemasan).
Dalam bahasa Indonesia abad bisa digunakan untuk dua konteks itu, abad ke-21 ataupun abad kemakmuran. Contoh penggunaan century terlihat dalam judul buku lama Bernard Dahm, History of Indonesia in the Twentieth Century (1971); sedangkan age digunakan dalam buku saku Stuart Hampshire, The Age of Reason (1955).
Penggabungan century dan age dalam satu nafas judul terbaca pada esai sarjana Jepang, Tsuchiya Kenji, “Javanology and the Age of Ronggowarsito: An Introduction to Nineteenth Century Javanese Culture” (1990); huruf miring ditambahkan).
Seperti abad, kata century dibayangkan untuk suatu keabadian. Dalam ungkapan yang berbeda, sejarawan Perancis, Fernand Braudel, melahirkan konsep la longe duree untuk melukiskan “waktu sejarah” yang sangat panjang, penuh dinamika, tetapi sering tak disadari manusia yang melintasinya.
Kepada manusia yang bergumul dalam kemelut waktu sejarah, Braudel berpesan, Nee pas penser dans le seul temps court, ne pas croire que la seuls acteurs qui font du bruit soient le plus authentiques (dalam Annakes, 13/1958). Kira-kira, “Jangan hanya berpikir jangka pendek, jangan percaya bahwa actor-aktor yang berisik itu yang paling autentik”.
Oleh : KASIJANTO SASTRODINOMO
Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Indonesia
Dimuat : "Kompas", kolom "Bahasa" edisi 8 Januari 2010
Kamis, 21 Januari 2010
21.01.10 : Lelah
Lelah rasanya didera berbagai problematika hidup yang seolah tak kunjung padam. Beres satu, muncul yang lain. Harus bersikap bagaimana ya supaya tidak berulang dan bisa segera usai, menikmati hidup sebagaimana yang diharapkan setiap insan.
Dari berbagai tulisan disebutkan, kita selalu mengharap yang tidak terjangkau sehingga gampang menjadi frustasi, kesal dan pastinya melelahkan menggapai yang berada diluar jangkauan kemampuan seorang manusia. Sehebat apapun sebutan orang terhadap kita, kita tetap punya keterbatasan.
Pasrah ? Ya, begitulah seharusnya dan setidaknya hingga hari ini kita memasrahkan hidup dan mati kita kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dia yang punya hak hidup kita dan hak mematikan setiap ciptaan-NYA. Subhanallah.
Kita mahkluk kecil dan tak berdaya tetapi selalu menganggap diri ini besar, berjasa dan lebih hebat dari yang lain. Manusiawi 'lah namun jika tidak segera disadari, bahaya laten mengancam. Semoga kami masih diberi kesempatan mengenyam kehidupan yang lebih baik dari hari ini, kedepannya.
Yaa Allah kepada-MU 'lah semuanya kembali. Ampun untuk setiap tindakan yang tidak terjaga dihadapan-MU, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang terjaga dengan baik ataupun yang lalai karena kita hanyalah manusia biasa.
Hidupkan semangat ini dan jangan kau padamkan harapan membina kehidupan masa depan yang lebih baik. kami merindukannya dan hanya mampu berpaling kepada-MU dengan rasa malu luar biasa, banyak meminta tetapi lalai dan enggan menjalankan perintah-MU.
Ampun Yaa Allah, ampun. Lelah hati ini namun mengingat nama-MU menguatkan semangat agar hidup ini terus dijalani bak air mengalir. Jangan diterjang, ikuti apa adanya. Jangan pula jadikan sifat manusiawi sebagai alat untuk mencari alasan. Insya Allah lancar. Semoga.
Oleh : RAM
Dari berbagai tulisan disebutkan, kita selalu mengharap yang tidak terjangkau sehingga gampang menjadi frustasi, kesal dan pastinya melelahkan menggapai yang berada diluar jangkauan kemampuan seorang manusia. Sehebat apapun sebutan orang terhadap kita, kita tetap punya keterbatasan.
Pasrah ? Ya, begitulah seharusnya dan setidaknya hingga hari ini kita memasrahkan hidup dan mati kita kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dia yang punya hak hidup kita dan hak mematikan setiap ciptaan-NYA. Subhanallah.
Kita mahkluk kecil dan tak berdaya tetapi selalu menganggap diri ini besar, berjasa dan lebih hebat dari yang lain. Manusiawi 'lah namun jika tidak segera disadari, bahaya laten mengancam. Semoga kami masih diberi kesempatan mengenyam kehidupan yang lebih baik dari hari ini, kedepannya.
Yaa Allah kepada-MU 'lah semuanya kembali. Ampun untuk setiap tindakan yang tidak terjaga dihadapan-MU, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang terjaga dengan baik ataupun yang lalai karena kita hanyalah manusia biasa.
Hidupkan semangat ini dan jangan kau padamkan harapan membina kehidupan masa depan yang lebih baik. kami merindukannya dan hanya mampu berpaling kepada-MU dengan rasa malu luar biasa, banyak meminta tetapi lalai dan enggan menjalankan perintah-MU.
Ampun Yaa Allah, ampun. Lelah hati ini namun mengingat nama-MU menguatkan semangat agar hidup ini terus dijalani bak air mengalir. Jangan diterjang, ikuti apa adanya. Jangan pula jadikan sifat manusiawi sebagai alat untuk mencari alasan. Insya Allah lancar. Semoga.
Oleh : RAM
Senin, 18 Januari 2010
Kamis, 14 Januari 2010
14.01.10 : Yaa Allah
Tak terasa, waktu terus berjalan hingga sudah menunjukkan angka tahun Masehi 2010 atau 1431 Hijriah dalam penanggalan Muslim. Usia secara deret angka bertambah terus tetapi tidak demikian dengan deret ketentuan Allah SWT.
Itu artinya umur kita berkurang secara bertahap, hari demi hari dan tinggal menghitung hari. Sudah mendekati setengah abad, astagfirullah aladzhiim.
Banyak nikmat yang hingga saat ini dilupakan dan kita lupa terhadap Sang Pencipta untuk mensyukurinya. Menghirup udara segar sepanjang hari, gratis, tanpa bayar.
Nikmat sehat wal’afiat yang tiada tara serta masih diberi lagi memiliki keluarga yang baik (suami/isteri, anak, or-tu, kawan, lawan dan seterusnya), pekerjaan. Subhanallah.
Tanpa sadar aktifitas keseharian menyita ingatan terhadap Sang Pencipta. Begitu banyak nikmat yang dilimpahkan oleh-NYA kepada kita semua namun sebagian kita hanya akan ingat saat dia (seseorang) jatuh sakit, terkena musibah atau sedang menderita (baca : susah).
Sedikit saja dari kita-kita ini yang mampu "menguasai diri", saat senang bisa bersyukur, saat berpunya berdzikir, saat berbahagia menyebut Asma Allah. Sungguh bersyukur insan yang ada digolongan ini.
Yaa Allah, betapa banyak diri ini mengabaikan peringatan dan larangan yang seharusnya dijauhi, tetapi malah kita bangga melanggarnya. Rentang waktu sejauh ini membuktikan Engkau masih menyayangi kami dengan mengirim pesan tersirat dan tersurat namun kami maklum, semuanya tak sepenuhnya bisa dipahami dengan logika.
Yaa Allah, begitu banyak waktu terbuang dan begitu sombong manusia memaknai hidup ini, seolah ngga ada kata mati dan kita akan hidup selama yang kita mau. Padahal, seperti kita maklumi, perkara jodoh, maut dan rezeki, itu adalah wewenang mutlak Allah SWT.
Yaa Allah, bila memang rambut mulai memutih, jalan mulai tak tegap, mudah lupa, semua mengingatkan usia seseorang sudah menua. Alamiah. Dan tentunya bukan sesuatu yang memalukan bahwa setiap saat Allah SWT bisa memanggil siapa saja yang diinginkannya bila kontrak hidup didunianya sudah usai.
Yaa Allah, terima kasih sudah mengingatkan kami sekeluarga. Entah sengaja atau tidak. Manusia memandang kesulitan hidup sebagai perbuatan tidak adil. Namun kita selalu berusaha optimis dan memandang ujian yang diberikan Tuhan adalah supaya kita "naik kelas" ke jenjang yang lebih baik. Semoga.
Dengan segala kerendahan hati, kami hanya ingin sharing (berbagi) pengalaman disini, bukan mengagungkan betapa hebatnya ulah segelintir manusia yang ingin dipuji. Bukan itu.
Hanya berbagi, agar mereka yang belum merasakan kenikmatan dan pahit getirnya dunia, dengan memaknai yang lazim dan logis di alam dunia.
Hidup manusia dibatasi 2 (dua) penyingkap tabir yang saling berlawanan: suka duka, senang sedih, atas bawah, dekat jauh dan seterusnya. Sampai sebatas mana kita bisa memilah dan menjalani keduanya dengan harmonis.
Keseimbangan sangat bersifat relatif dan bisa tercipta bila sejujurnya dilalui dengan ridlo dan sikap pasrah. Doa jalan terus dan jangan pernah berhenti. Itu bagian dari yang namanya usaha.
Yakinlah, Allah SWT Maha Bijaksana, Maha Adil dan Maha Tahu. Kita sebagai yang dicipta, tahu apa sih ? Terkesan sok tahu, iya sih. Jalani saja dan nikmati hidup ini apa adanya, asal ngga menyimpang dari prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita semua akan selamat dan selalu mendapat lindungan-NYA selalu. Amin.
Wassalam. Hamba Allah yang memiliki banyak kekurangan namun tetap ingin belajar dan mengabdi. Terima kasih Yaa Allah untuk kesempatan ini sehingga forum berbagi bisa maujud.
Oleh : RAM.
Itu artinya umur kita berkurang secara bertahap, hari demi hari dan tinggal menghitung hari. Sudah mendekati setengah abad, astagfirullah aladzhiim.
Banyak nikmat yang hingga saat ini dilupakan dan kita lupa terhadap Sang Pencipta untuk mensyukurinya. Menghirup udara segar sepanjang hari, gratis, tanpa bayar.
Nikmat sehat wal’afiat yang tiada tara serta masih diberi lagi memiliki keluarga yang baik (suami/isteri, anak, or-tu, kawan, lawan dan seterusnya), pekerjaan. Subhanallah.
Tanpa sadar aktifitas keseharian menyita ingatan terhadap Sang Pencipta. Begitu banyak nikmat yang dilimpahkan oleh-NYA kepada kita semua namun sebagian kita hanya akan ingat saat dia (seseorang) jatuh sakit, terkena musibah atau sedang menderita (baca : susah).
Sedikit saja dari kita-kita ini yang mampu "menguasai diri", saat senang bisa bersyukur, saat berpunya berdzikir, saat berbahagia menyebut Asma Allah. Sungguh bersyukur insan yang ada digolongan ini.
Yaa Allah, betapa banyak diri ini mengabaikan peringatan dan larangan yang seharusnya dijauhi, tetapi malah kita bangga melanggarnya. Rentang waktu sejauh ini membuktikan Engkau masih menyayangi kami dengan mengirim pesan tersirat dan tersurat namun kami maklum, semuanya tak sepenuhnya bisa dipahami dengan logika.
Yaa Allah, begitu banyak waktu terbuang dan begitu sombong manusia memaknai hidup ini, seolah ngga ada kata mati dan kita akan hidup selama yang kita mau. Padahal, seperti kita maklumi, perkara jodoh, maut dan rezeki, itu adalah wewenang mutlak Allah SWT.
Yaa Allah, bila memang rambut mulai memutih, jalan mulai tak tegap, mudah lupa, semua mengingatkan usia seseorang sudah menua. Alamiah. Dan tentunya bukan sesuatu yang memalukan bahwa setiap saat Allah SWT bisa memanggil siapa saja yang diinginkannya bila kontrak hidup didunianya sudah usai.
Yaa Allah, terima kasih sudah mengingatkan kami sekeluarga. Entah sengaja atau tidak. Manusia memandang kesulitan hidup sebagai perbuatan tidak adil. Namun kita selalu berusaha optimis dan memandang ujian yang diberikan Tuhan adalah supaya kita "naik kelas" ke jenjang yang lebih baik. Semoga.
Dengan segala kerendahan hati, kami hanya ingin sharing (berbagi) pengalaman disini, bukan mengagungkan betapa hebatnya ulah segelintir manusia yang ingin dipuji. Bukan itu.
Hanya berbagi, agar mereka yang belum merasakan kenikmatan dan pahit getirnya dunia, dengan memaknai yang lazim dan logis di alam dunia.
Hidup manusia dibatasi 2 (dua) penyingkap tabir yang saling berlawanan: suka duka, senang sedih, atas bawah, dekat jauh dan seterusnya. Sampai sebatas mana kita bisa memilah dan menjalani keduanya dengan harmonis.
Keseimbangan sangat bersifat relatif dan bisa tercipta bila sejujurnya dilalui dengan ridlo dan sikap pasrah. Doa jalan terus dan jangan pernah berhenti. Itu bagian dari yang namanya usaha.
Yakinlah, Allah SWT Maha Bijaksana, Maha Adil dan Maha Tahu. Kita sebagai yang dicipta, tahu apa sih ? Terkesan sok tahu, iya sih. Jalani saja dan nikmati hidup ini apa adanya, asal ngga menyimpang dari prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita semua akan selamat dan selalu mendapat lindungan-NYA selalu. Amin.
Wassalam. Hamba Allah yang memiliki banyak kekurangan namun tetap ingin belajar dan mengabdi. Terima kasih Yaa Allah untuk kesempatan ini sehingga forum berbagi bisa maujud.
Oleh : RAM.
Kamis, 07 Januari 2010
07.01.10 : 8 Langkah Menjadi Ayah Ideal
Siapa bilang peran ayah terhadap buah hati jauh lebih kecil ketimbang peran ibu? Ternyata, seperti apa pun kondisi sang ayah, pengaruhnya terhadap perkembangan anak-anak sedemikian besar. Berikut kiat-kiat menjadi seorang ayah ideal.
Sejauh mana keberadaan ayah berpengaruh terhadap perilaku dan kebahagiaan hidup anak? Menurut penelitian, relasi yang terjalin antara anak dengan sosok ayah ternyata berpengaruh besar terhadap pembentukan rasa percaya diri si anak.
Termasuk di dalamnya adalah pencapaian prestasi belajar anak di sekolah, sekaligus menjadi pondasi bagi terbentuknya kepuasaan hidup dan relasi yang mampu bertahan lama kelak saat si anak dewasa.
Sosok ayah (baik ayah biologis, ayah tiri, ataupun sosok pengganti ayah lain) juga bisa menjadi pendorong yang luar biasa kuat terhadap segala hal baik maupun keburukan dalam kehidupan si anak.
Nah, apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang ayah ideal bagi anak-anaknya?
1. Sesibuk apa pun, sediakan waktu bersama si kecil. Ini sangat membantu anak merasa nyaman, merasa kompeten, sekaligus merasa dicintai. Tak hanya itu, ayah yang baik juga mampu melepaskan “topeng” kekakuan sikapnya.
2. Jadilah pendengar yang baik. Kesediaan diri untuk menyediakan waktu bagi buah hatinya juga tidak hanya dilakukan sesekali saja. Melainkan dilakukan secara teratur dan penuh kesadaran, hingga ketersediaan waktunya benar-benar berkualitas dan terfokus sepenuhnya untuk si anak.
3. Semakin banyak waktu yang dihabiskan para ayah bersama anak-anaknya, semakin baik pengaruhnya. Inilah yang dinamakan efek dosis. Tak perlu hal-hal mewah atau mahal, cukup sekadar jalan-jalan di taman kompleks, ngobrol, dan melakukan aktivitas bersama.
Ingat, dengan menyediakan waktu yang berkualitas, seorang ayah sudah melakukan banyak hal istimewa terhadap buah hatinya.
4. Tidak segan-segan mengantar dan menjemput mereka ke sekolah, serta menjalin komunikasi yang positif dengan para guru demi mengikuti perkembangan si kecil di sekolah.
Perlu diketahui, seorang ayah yang antusias pada pendidikan anak-anaknya ternyata memberi kontribusi positif terhadap prestasi belajar anak di sekolah.
5. Turun tangan mengurus keperluan sehari-hari si anak, dari sekadar ngobrol sampai membacakan dongeng untuk si kecil. Sosok ayah seperti ini sadar sepenuhnya bahwa dalam keluarga, ia adalah seorang model bagi separuh populasi penduduk dunia, yakni para pria.
Kepada anak laki-lakinya, tanpa banyak bicara, si ayah telah menunjukkan bagaimana menjadi pria sejati. Sementara kepada anak perempuannya, sang ayah menunjukkan bagaimana seorang laki-laki yang baik akan memperlakukan wanita secara elegan.
6. Seorang ayah yang baik juga mampu memberi anak-anaknya rasa percaya diri. Pengasuhan maupun perilaku yang buruk dari seorang ayah tercermin dalam ujud rendahnya rasa percaya diri si anak.
Sebagai contoh, mereka yang semasa remaja terjerumus pada berbagai masalah ternyata mendapat pengasuhan yang negatif atau malah sama sekali tak pernah mendapat pengasuhan yang cukup dari ayahnya.
7. Jangan pernah meremehkan kemampuan anak “membaca” situasi. Seorang anak luar biasa sensitif terhadap penolakan, kekerasan sikap, maupun lontaran kritik dari sang ayah.
Anak juga teramat peka, sehingga bisa merasakan apakah ayahnya mengabaikan dia alias sama sekali tidak menaruh peduli pada kehidupannya.
Meski sedang berbicara kepadanya, anak bahkan bisa merasakan kalau pikiran dan hati sang ayah sedang mengembara alias tak terfokus padanya.
Kalau anak berulang kali menghadapi kondisi tak menyenangkan seperti itu, jangan heran kalau si anak merasa dirinya bukanlah sosok yang cukup berharga di mata ayah.
Perasaan tak berharga ini akan semakin tertanam kuat kala ia harus menghadapi lingkup yang lebih luas.
8. Ingat, bentuk-bentuk pengasuhan yang negatif dari ayah bisa menyebabkan penyimpangan perilaku yang memprihatinkan.
Tindak kekerasan yang dilakukan ayah terhadap siapa pun berpengaruh sangat besar terhadap benih-benih agresivitas dalam diri si anak. Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak.
Sumber : Tabloid Nova.
Sejauh mana keberadaan ayah berpengaruh terhadap perilaku dan kebahagiaan hidup anak? Menurut penelitian, relasi yang terjalin antara anak dengan sosok ayah ternyata berpengaruh besar terhadap pembentukan rasa percaya diri si anak.
Termasuk di dalamnya adalah pencapaian prestasi belajar anak di sekolah, sekaligus menjadi pondasi bagi terbentuknya kepuasaan hidup dan relasi yang mampu bertahan lama kelak saat si anak dewasa.
Sosok ayah (baik ayah biologis, ayah tiri, ataupun sosok pengganti ayah lain) juga bisa menjadi pendorong yang luar biasa kuat terhadap segala hal baik maupun keburukan dalam kehidupan si anak.
Nah, apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang ayah ideal bagi anak-anaknya?
1. Sesibuk apa pun, sediakan waktu bersama si kecil. Ini sangat membantu anak merasa nyaman, merasa kompeten, sekaligus merasa dicintai. Tak hanya itu, ayah yang baik juga mampu melepaskan “topeng” kekakuan sikapnya.
2. Jadilah pendengar yang baik. Kesediaan diri untuk menyediakan waktu bagi buah hatinya juga tidak hanya dilakukan sesekali saja. Melainkan dilakukan secara teratur dan penuh kesadaran, hingga ketersediaan waktunya benar-benar berkualitas dan terfokus sepenuhnya untuk si anak.
3. Semakin banyak waktu yang dihabiskan para ayah bersama anak-anaknya, semakin baik pengaruhnya. Inilah yang dinamakan efek dosis. Tak perlu hal-hal mewah atau mahal, cukup sekadar jalan-jalan di taman kompleks, ngobrol, dan melakukan aktivitas bersama.
Ingat, dengan menyediakan waktu yang berkualitas, seorang ayah sudah melakukan banyak hal istimewa terhadap buah hatinya.
4. Tidak segan-segan mengantar dan menjemput mereka ke sekolah, serta menjalin komunikasi yang positif dengan para guru demi mengikuti perkembangan si kecil di sekolah.
Perlu diketahui, seorang ayah yang antusias pada pendidikan anak-anaknya ternyata memberi kontribusi positif terhadap prestasi belajar anak di sekolah.
5. Turun tangan mengurus keperluan sehari-hari si anak, dari sekadar ngobrol sampai membacakan dongeng untuk si kecil. Sosok ayah seperti ini sadar sepenuhnya bahwa dalam keluarga, ia adalah seorang model bagi separuh populasi penduduk dunia, yakni para pria.
Kepada anak laki-lakinya, tanpa banyak bicara, si ayah telah menunjukkan bagaimana menjadi pria sejati. Sementara kepada anak perempuannya, sang ayah menunjukkan bagaimana seorang laki-laki yang baik akan memperlakukan wanita secara elegan.
6. Seorang ayah yang baik juga mampu memberi anak-anaknya rasa percaya diri. Pengasuhan maupun perilaku yang buruk dari seorang ayah tercermin dalam ujud rendahnya rasa percaya diri si anak.
Sebagai contoh, mereka yang semasa remaja terjerumus pada berbagai masalah ternyata mendapat pengasuhan yang negatif atau malah sama sekali tak pernah mendapat pengasuhan yang cukup dari ayahnya.
7. Jangan pernah meremehkan kemampuan anak “membaca” situasi. Seorang anak luar biasa sensitif terhadap penolakan, kekerasan sikap, maupun lontaran kritik dari sang ayah.
Anak juga teramat peka, sehingga bisa merasakan apakah ayahnya mengabaikan dia alias sama sekali tidak menaruh peduli pada kehidupannya.
Meski sedang berbicara kepadanya, anak bahkan bisa merasakan kalau pikiran dan hati sang ayah sedang mengembara alias tak terfokus padanya.
Kalau anak berulang kali menghadapi kondisi tak menyenangkan seperti itu, jangan heran kalau si anak merasa dirinya bukanlah sosok yang cukup berharga di mata ayah.
Perasaan tak berharga ini akan semakin tertanam kuat kala ia harus menghadapi lingkup yang lebih luas.
8. Ingat, bentuk-bentuk pengasuhan yang negatif dari ayah bisa menyebabkan penyimpangan perilaku yang memprihatinkan.
Tindak kekerasan yang dilakukan ayah terhadap siapa pun berpengaruh sangat besar terhadap benih-benih agresivitas dalam diri si anak. Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak.
Sumber : Tabloid Nova.
Senin, 04 Januari 2010
04.01.10 : Ger-Mo
Boleh setuju, boleh mencibir, kata ger-mo bisa berindikasi positif. Ngga seperti yang kita kenal seperti sekarang, germo identik dengan sesuatu hal yang negatif alias terlarang di mata masyarakat.
Buat pria hidung belang,pasti langsung balik badan. Tapi untuk pria normal biasanya penasaran. Pasalnya, germo yang dikenal sekarang memang demennya memelihara wanita penghibur, jadi ya gitu deh konotasinya.
Ger-mo yang satu ini memang berbeda dengan germo yang dikenal saat ini. Pertama, cara penulisannya pakai alat Bantu tanda minus (-) dan ger-mo ini merupakan singkatan dari "gerakan moral". Jelas khan.
Ini dasar pembahasan ulasan singkat tentang ger-mo selanjutnya, kalau mau sinis bolehlah, namanya juga usaha dan menulis untuk kepuasan hati, so what gitu 'loh ?
Adalah kesuksesan luar biasa bagi publik manakala ger-mo berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi jejaring sosial yang bernama "Facebook" (baca : fezbuk) dan penggemar atau anggota kelompok yang mendukung suatu misi tertentu menyebutnya sebagai "Facebooker", berhasil "mengalahkan" supremasi hukum yang ada.
Sampai-sampai ada yang berkata dengan nada sinis, saat ini ranah hukum mulai didesak oleh ranah publik, contoh terbaru adalah menangnya kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional dan kasus Bibit-Chandra (pejabat KPK) yang didakwa dengan tuduhan berbeda-beda, sehingga membuat masyarakat luas geram.
Munculah istilah-istilah baru didalam jagad dunia maya, sebutan "Perseteruan Cicak-Buaya" serta "Koin Untuk Prita". Republik ini memang mengesankan, tali persaudaraan masih begitu kental, yang benar (Insya Allah) akan menang. Subhanallah.
Berbicara hati nurani, mirip selera, sulit diperdebatkan. Facebooker yang menggalang suara hingga rusan bahkan jutaan pendapat dari nurani terdalam disertai keprihatinan, mampu "menumbangkan" kekakuan ranah hukum.
Fezbuk bagi rakyat yang sudah teknologi informatika, menjadi alat ampuh memperjuangkan kebenaran yang hakiki walau masih perlu contoh-contoh ger-mo lain sebagai model.
Timbul pertanyaan mendasar, apakah kita sudah ngga percaya dengan wakil rakyat yang hasilnya jarang memihak kepentingan rakyat ? Atau muak dengan segelintir oknum penegak hukum yang plin-plan ? Ngga perlu didebat, renungkan saja.
di masa mendatang, bakal muncul daftar ger-mo lain, disaat hati nurani rakyat dikelabui oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan pribadi atau lembaga tertentu ?
Jangan main-main, rakyat sudah memiliki saluran yang dirasa pas untuk menumpahkan segala keluh kesah, hingga bisa dipercaya ampuh untuk menekan pemerintah – bila perlu.
Semoga semua pihak bisa mengaca diri bahwa germo bisa juga berbagi cerita baik. Cuma germo yang mana ? Germo ini atau Ger-Mo yang ini ?
Kita akan lihat penampilan ger-mo lain di sesi yang berbeda. Ngga harus selalu berpikir miring khan. Tapi ingat, ger-mo yang ini berbeda dengan germo yang satunya. Sampai jumpa.
Oleh : RAM
Buat pria hidung belang,pasti langsung balik badan. Tapi untuk pria normal biasanya penasaran. Pasalnya, germo yang dikenal sekarang memang demennya memelihara wanita penghibur, jadi ya gitu deh konotasinya.
Ger-mo yang satu ini memang berbeda dengan germo yang dikenal saat ini. Pertama, cara penulisannya pakai alat Bantu tanda minus (-) dan ger-mo ini merupakan singkatan dari "gerakan moral". Jelas khan.
Ini dasar pembahasan ulasan singkat tentang ger-mo selanjutnya, kalau mau sinis bolehlah, namanya juga usaha dan menulis untuk kepuasan hati, so what gitu 'loh ?
Adalah kesuksesan luar biasa bagi publik manakala ger-mo berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi jejaring sosial yang bernama "Facebook" (baca : fezbuk) dan penggemar atau anggota kelompok yang mendukung suatu misi tertentu menyebutnya sebagai "Facebooker", berhasil "mengalahkan" supremasi hukum yang ada.
Sampai-sampai ada yang berkata dengan nada sinis, saat ini ranah hukum mulai didesak oleh ranah publik, contoh terbaru adalah menangnya kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional dan kasus Bibit-Chandra (pejabat KPK) yang didakwa dengan tuduhan berbeda-beda, sehingga membuat masyarakat luas geram.
Munculah istilah-istilah baru didalam jagad dunia maya, sebutan "Perseteruan Cicak-Buaya" serta "Koin Untuk Prita". Republik ini memang mengesankan, tali persaudaraan masih begitu kental, yang benar (Insya Allah) akan menang. Subhanallah.
Berbicara hati nurani, mirip selera, sulit diperdebatkan. Facebooker yang menggalang suara hingga rusan bahkan jutaan pendapat dari nurani terdalam disertai keprihatinan, mampu "menumbangkan" kekakuan ranah hukum.
Fezbuk bagi rakyat yang sudah teknologi informatika, menjadi alat ampuh memperjuangkan kebenaran yang hakiki walau masih perlu contoh-contoh ger-mo lain sebagai model.
Timbul pertanyaan mendasar, apakah kita sudah ngga percaya dengan wakil rakyat yang hasilnya jarang memihak kepentingan rakyat ? Atau muak dengan segelintir oknum penegak hukum yang plin-plan ? Ngga perlu didebat, renungkan saja.
di masa mendatang, bakal muncul daftar ger-mo lain, disaat hati nurani rakyat dikelabui oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan pribadi atau lembaga tertentu ?
Jangan main-main, rakyat sudah memiliki saluran yang dirasa pas untuk menumpahkan segala keluh kesah, hingga bisa dipercaya ampuh untuk menekan pemerintah – bila perlu.
Semoga semua pihak bisa mengaca diri bahwa germo bisa juga berbagi cerita baik. Cuma germo yang mana ? Germo ini atau Ger-Mo yang ini ?
Kita akan lihat penampilan ger-mo lain di sesi yang berbeda. Ngga harus selalu berpikir miring khan. Tapi ingat, ger-mo yang ini berbeda dengan germo yang satunya. Sampai jumpa.
Oleh : RAM
Langganan:
Postingan (Atom)









