Kamis, 20 Juni 2013

20.06.13 : [Renungan] Tukang Roti dan Petani

Pada suatu hari, seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram tepung pada seorang petani. Ia curiga bahwa tepung yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang tepung itu. Dan benar saja, berat tepung tersebut tidak penuh satu kilogram.

Sekarang ia yakin, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu disidang di pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, 
"Wahai petani, tentu kau mempunyai timbangan, bukan?"
"Tidak, tuan hakim," jawab petani.
"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang tepung yang kau jual itu?" tanya hakim.


Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali, tuan hakim. Untuk menimbang tepung seberat satu kilogram tersebut, sebagai penyeimbangnya aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu."

RENUNGAN
"Terkadang kita kesal pada perlakuan orang lain terhadap kita. Namun ternyata, kekesalan kita pada orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain"


Jakarta, 20.06.13 - kiriman dari tetangga.
 

Rabu, 19 Juni 2013

19.06.13 : Ya Allah Ampuni Pimpinan Kami

JAKARTA: Malam ini (Rabu 19/06) rasanya seperti gak percaya dan mungkin bisa jadi saksi hidup, bersama kang Edi. Mendengar pernyataan bahwa salah satu karyawannya merupakan tak lain dari kotoran pimpinan kami. Masya Allah.

Sedemikian benci ato marah kah seorang pimpinan puncak perusahaan kepada anak buahnya ? Layakkah hingga sedemikian kasar dan kotornya kata-kata itu meluncur dari mulut seorang petinggi, yang nota bene sudah berumur pula ?

Harusnya lebih bijak, lebih mumpuni dan sederet perilaku yang bisa membina anak buahnya lebih bersemangat, bukan bertindak membinasakan ! Kesannya : saya lebih suka dia keluar daripada jadi anak buah saya !

Entahlah ... Kami berdua hanya termenung, terhenyak dan membahasnya berulang-ulang untuk meyakinkan, pendengaran kami masih normal dan mengusik rasa kepedulian terhadap sahabat kami yang disebutnya hingga seolah tak lain merupakan kotorannya.

Kami tahu tabiat pimpinan kami yang boleh dibilang narsis dan arogan tapi kami belajar untuk menjadi lebih dewasa dan memohon ampun, apabila tulisan ini meluncur karena saking inginnya merespon tapi ada daya dan tak sanggup. Hanya do'a yang sanggup kami sampaikan karena hanya Engkau lah yang sanggup menegur pimpinan bila hal tersebut memang kurang layak.

Setiap orang mengetahui, betapa dominanya pimpinan kami. Lebih tepatnya arogan. Langkah terbaik ya mendoakan agar pimpinan kami disadarkan dan bisa menarik ucapan yang menurut kami tidak layak dilontarkan kepada anak buahnya, seberapa pun salahnya. Serta memohon ampun kepada anak buahnya tapi apa mungkin ?

Manusia adalah tempat kesalahan yang bertubi-tubi. Namun Allah saja mampu memaafkan untuk setiap insan ciptaan-NYA bila bersalah. Apakah kita merasa lebih baik dan hebat dari-NYA ? Astagfirullah aladzhiim. Mengurut dada dan tetap memohon perlindungan dari-MU, adalah jalan terbaik agar tidak terpancing kepada hal-hal negatif.

Setidaknya, kami jadi lebih mengenal, tipikal pimpinan kami. Layak tidaknya menjadi panutan perilaku pimpinan kami, hanya Pembaca yang bisa menarik kesimpulannya. Yang pasti akan terngiang-ngiang untuk jangka waktu yang cukup lama, ucapan kata-kata kotor yang amat dahsyat.  

Astagfirullah, koq bisa ya ? Dan Anda dijamin gak akan terima bila hal tersebut disampaikan langsung di depan mata kita. Kita tutup saja deh curhat ini sampai disini. Walau bukan ditujukan ke kami, mendengarnya saja mual. Minimal Anda tahu, itu aja.

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk mengenang dan tidak untuk disebarluaskan. Cukup dibaca saja ya. Ok ?

Jakarta, 19.06.13

Minggu, 16 Juni 2013

16.06.13 : Aina Ikuti Perpisahan Kakak Kelas

Hari Sabtu, 15/06 kemarin, Aina mengikuti acara perpisahan kakak kelas yang lulus ujian, bertempat di aula sekolah. Diantar ibunya, Aina berangkat dengan seragam manggung / pentas untuk bermain angklung besama teman-temannya.

Disain seragam ini kebetulan dibuat oleh isteri tercinta, yang juga ibunya Aina. Lumayan untuk memeriahkan acara perpisahan dan semangat terus dalam berkreasi ya, duhai isteriku yang baik.

Dokumentasi singkatnya sebagai berikut ...




                                                                  Bandung, 16.06.13.

Selasa, 11 Juni 2013

11.06.13 : Untuk Kaum Ibu Tercinta

Ass Wr Wb. Mendidik putera-puteri tercinta di rumah, seyogyanya bukan melulu merupakan tanggung jawab ibu atau isteri kita semata. Sebagai seorang ayah atau suami, wajib juga menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak kecil.

Isteri saya sempat berdiskusi, terkadang “makan hati” mendidik anak jaman sekarang namun setiap generasi akan memiliki tantangannya sendiri. Semoga kami dapat mendidik putera-puteri kami dengan sebaik mungkin, atas bimbingan dan hidayah-MU Ya Allah.

Tak ada yang bisa memaksakan kehendak kepada sang anak, untuk ukuran masa kini. Karena pemikiran anak jaman sekarang berbeda dengan kriteria anak semasa kita kecil dulu. Belum lagi melunturnya nilai-nilai sakral di keluarga akibat perkembangan jaman.

Bentengi dengan apa yang kita mampu dan senantiasa berkomunikasilah agar apa yang kita harapkan bisa mencapai hasil optimal. Tidak pernah ada kata terlambat. Just DO IT !

Secuplik kisah dibawah ini, yang kami ambil untuk bahan pembelajaran bersama. Semoga bermanfaat. Setidaknya, isteriku, telah berusaha keras mewujudkannya. Terima kasih ya Sayang.

Wassalam, RAM

--- quote ---

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”-

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Pesan moral :
Bijaklah bila semua orang tua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.

Adalah bijak dengan membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orang tua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.:)

Minggu, 09 Juni 2013

09.06.13 : Bertelepon Di Pesawat

Susahnya mendidik orang Indonesia berdisiplin menggunakan handphone (HP) karena sejak awal tidak pernah ada sosialisasi atau masyarakat yang peduli keselamatan ber-handphone di saat-saat genting. Tanggung siapa sebenarnya, pemerintah atau produsen HP ? 

Semisal, sedang berkendara (naik motor atau mobil), menjadi penumpang pesawat terbang atau menunggu pasien di rumah sakit. Semuanya ini memerlukan etika yakni etika bertelepon. Nah ini yang kurang memasyarakat.

Akibatnya, saat orang bepergian kemana pun, HP seolah menjadi masalah pribadi yang tidak terkait dengan ruang / kepentingan publik. Padahal safety alias keselamatan menjadi masalah bersama saat sudah berada di pesawat terbang.

Saya pernah berdinas di Palembang 2 tahun (2010-2012) dan saat menumpang pesawat terbang, selalu saja ada pelanggaran seperti yang sering diulas disini. Namun baru kali ini membaca berita begitu konsistennya sang pramugari mengingatkan sang penumpang walau berakibat kurang menyenangkan, dihadiahi bogem.

Padahal kejadian HP aktif, sangat beragam dan bisa disiasati, contohnya  di-silent atau getar (vibrate only) sehingga tidak terdengar oleh yang lain. Kita setuju hal itu sangat membahayakan. Kadang kita gemas dan mengingatkan rekan sebelah bangku bila tengah asyik ber-BBM ria. Cemberut hasilnya karena kurang bisa menerima.

Yang lebih mengesalkan, saat pesawat mendarat. Walau sudah diingatkan agar penumpang menyalakan HP apabila sudah ada di terminal bandara, toh saat sudah landing (mendarat) mendadak sontak sejumlah sinyal HP aktif langsung berbunyi seolah bersahut-sahutan.

Bila diperhatikan, orang-orang yang bandel dan ngotot menyalakan HP adalah orang berpendidikan (mahasiswa/pelajar) atau pekerja atau orang terpandang (dilihat dari cara berpakaiannya). Kalau dari daerah bisa dimaklumi namun tetap saja diarahkan dengan baik.

Faktor safety sekali lagi, harus terus dikumandangkan tanpa kenal lelah hingga orang-orang ini memahami arti pentingnya keselamatan penerbangan dan mencontohkan beberapa kejadian fatal, agar mereka lebih sadar dampak yang diakibatkan bila tetap ngeyel alias membandel.

Selamat menikmati perjalanan berikutnya, semoga lebih patuh dan Anda selamat sampai tujuan. Miris aja kalo sudah diingatkan dan membaca kejadian in terus berulang. Aapalagi hingga ke pemukulan ato memaki-maki pramugari.

Have a nice flight. 

wass, RAM

Jakarta, 09.06.13.


Jumat, 07 Juni 2013

07.06.13 : Semarang, Am Coming !

JAKARTA: Ditengah hiruk pikuk pekerjaan yang seolah gak ada akhirnya, sesekali bila sedang biz trip ke daerah, hampir bisa dipastikan 2 kegiatan yang selalu dijajal : silaturahim ke teman-teman lama (PT Samudera Indonesia Tbk dan PT Meratus Line) serta kegiatan kuliner he he he.

Saat mengunjungi Kota Semarang tempo hari, tepatnya Selasa 04/06 untuk presentasi di depan rekan-rekan di PT Samudera Perdana dan PT Masaj Tatanan Container (MTCon), Senang rasanya bisa berkumpul kembali karena masih seperti suasana dulu, welcome banget.

Siang harinya menyempatkan diri mejeng di depan gereja antik dan artistik St. Immanuel. Dekat kantor PT Samudera Indonesia area Jl Perkutut situ lho. Jujur, disain model Belanda gini yang ngangenin dan PT KAI punya banyak koleksi gedung lama sehingga dijaga kelestariannya sebagai "heritage" alias warisan masa lalu. 

Padahal Di SIG wes akeh arek-arek anyar lho tapi ... ya gitu deh, so cool and humble. Kegiatan diluar kegiatan biz trip kemarin, ya nyempetin waktu mampir ke Divisi UASC Semarang yang masih dipimpin Hera. Nice to meet you Guys. Serasa masih di UASC hi hi hi.

Pulangnya, saat sudah di stasiun Tawang muncul mas Eddy Raharto yang menggawangi RCL Semarang (sayang gak sempet berfoto karena low batt) namun sempat mengantar mencari makanan khas Semarang : loempia.


Waktunya wes mepet tapi yo iso tuh nggole oleh-oleh mbengi-mbengi. Satu jam kurang dan itu menjelang pukul 24.00 dan jadual KA Argo Anggrek masuk stasiun Tawang di pukul 23.58. Toh untungnya keburu juga.

Ditengah kegiatan itu, saya dan mas Didik (sama-sama alumnus PT Samudera Indonesia) masih sempat diundang makan malam di resto pinggir laut tapi dekat kawasan bandara. Enak dan menyenangkan. Malah sempat dihibur artis-artis Samin yang memiliki bakat terpendam sebagai penyanyi.

Dibalik itu semua. Secara pribadi maupun sebagai utusan perusahaan. Kami bersyukur bisa mengawinkan kepentingan bisnis, sekaligus berkumpul bersama teman-teman lama sehingga menghidupkan kembali gairah masa muda.

Insya Allah kegiatan ini gak akan berhenti hingga di presentasi, tapi terus bergulir ke langkah nyata dalam bentuk kemitraan di masa  yang akan datang. Aamiin YRA.

Jakarta, 07.06.13.

Kamis, 06 Juni 2013

06.06.13 : Gereja Immanuel Semarang

SEMARANG: Salah satu yang paling dinikmati saat biz trip ke suatu tempat, bila ada warisan gedung ato tempat bersejarah yang bisa dikunjungi, gak peduli itu tempat ibadah atau tempat-tempat lain, khsusnya peninggalan kaum penjajah Belanda.

Karya mereka memang monumental disamping tak lekang dimakan jaman dan waktu. Terbukti, bangunan yang dibangun kaum penjajah negeri ini selama 350 tahun, senantiasa mengundang decak kagum hingga kini.

Kadang, material bahan bangunan yang dibuat, masih kokoh berdiri dan hanya perlu memoles dengan cat baru maka, kinclong kembali dan semakin menawan. Salah satu yang sempat dikunjungi dalam kunjungan singkat kali ini : Gereja Immanuel, Semarang.

Bagus, artistik dan suka aja !



Jakarta, 06.06.13 (kunjungannya sih tanggal 04 cuma baru sempat di-upload 2 hari kemudian, soriiiiiiiiiiiiiiii).

Selasa, 04 Juni 2013

04.06.13 : Visit Samudera Indonesia Semarang - 04/06/13

JAKARTA: Selasa 04/06, PT Kereta Api Logistik (KALOG) memenuhi undangan dari PT Samudera Perdana (SP - trucking division) untuk memberikan presentasi bisnis di kota Semarang, Jawa Tengah yang sekaligus menjadi markas utama SP.

Kebetulan di waktu yang sama, manajemen SP yang tengah mengumpulkan petinggi se-Jawa mengalokasikan waktu bagi “bintang tamu”, untuk bisa berbagi informasi dan berharap bisa mendapat manfaat bagi kedua belah pihak, entah diwaktu kini maupun masa mendatang.

Hitung-hitung sekalian silaturahim dan reunian karena kebetulan perwakilan KALOG yang diutus, merupakan alumnus PT Samudera Indonesia : RAM (12 tahun) dan Didik (20 tahun). Selain SP, hadir pula perwakilan PT Masaji Tatanan Container (MTCon) JKT, SRG dan SUB.

Semoga kedepannya, jalinan kerjasama dengan siapapun bisa membuahkan hasil yang optimal serta saling menguntungkan. Ditemani Rizal Hadi dan Teguh Basuseto (Area Head Jawa Tengah), pertemuan di hari Selasa tersebut memberikan nuansa yang sangat bersahabat.
 

Oh ya. Perjalanan dinas ke Semarang ini menggunakan KA Argo Anggrek malam pergi-pulang (p.p) dan sebelum kembali sempat makan malam bersama, serta sowan ke UASC Division Semarang. Nice to meet all of you Guys. Usai presentasi, survei bareng ke stasiun Poncol, Ronggowarsito dan stasiun Alastua.

Special thanks to Lamadi, Catur, Eko and Zaenal. Oh ya, info ini juga di muat di website KALOG : www.kalogistics.co.id dan blog KALOG Sumsel : kalogpalembang.blogspot.com.

Semarang, 04.06.13.

Minggu, 02 Juni 2013

02.06.13 : Bazaar Di GBK Jakarta

JAKARTA: Bangun subuh jam 02.00 dini hari Minggu 02/06/13 dan sempat meninggalkan sementara putera-puteri tercinta di Bandung, akhirnya kami tiba juga di depan Gelora Bung Karno (GBK) sekitar jam 04.00-05.00 subuh. Capek tapi inilah perjuangan yang harus kita hadapi dalam hidup.

Mulai jam 06.00 WIB aktifitas sebagian warga Ibukota yang biasanya memanfaatkan GBK di hari libur, mulai bercampur dengan rombongan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang tengan mengadakan "Muktamar Khilafah" serta dihadiri sekitar 100.000 peserta dari berbagai daerah.

Selaku salah satu peserta Bazaar pagi itu, ya cukup berdoa, semoga hari ini curahan rejeki dari Allah SWT bagi keluarga kami tak pernah putus dan selalu mengucur sesuai kehendak-NYA. Aamin YRA.

Foto-foto berikut ini menggambarkan, betapa rame dan sesaknya GBK dari pagi hingga siang dan menjelang sore. Subhanallah, benar saja Allah SWT mengucurkan rejeki bagi mereka yang tetap berikhtiar. Cukup ato tidak, itu penilaian yang relatif dan tak semestinya terucap dari kami. Astagfirullah aladzhiim.

"Syukuri apa adanya, hidup adalah anugerah" ...  demikian sepenggal bait lagu milik kelompok d'Masiv.

Terima kasih Yaa Allah semoga rejeki untuk keluarga, senantiasa mengalir terus dan bisa memberikan kebahagiaan keluarga besar kami sekarang maupun nanti. Aamiin YRA.


Jakarta, 02.06.13.

--- quote ---

Muktamar Khilafah, 100 Ribu Warga Hizbut Tahrir Penuhi GBK

Minggu, 02 Juni 2013, 11:05 WIB
Komentar : 0
Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi
Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 100 ribu warga yang tergabung dalam Hizbut Tahrir memenuhi Gelora Bung Karno (GBK) sejak Ahad pagi (2/6).
Pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini berkumpul di GBK dalam rangka menghadiri puncak perayaan Muktamar Khilafah 2013.
Padatnya pendukung HTI ini membuat jalan di sekitar senayan arah Semanggi macet total dipenuhi kendaraan warga dan simpatisan HTI yang akan menghadiri acara di arena Muktamar.
Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto dalam rilisnya mengatakan, Muktamar Khilafah yang diselenggarakan HTI ini selain diadakan di Jakarta, juga diselenggarakan di 31 kota lain di seluruh Indonesia.
Agenda Muktamar Khilafah ini, jelas dia, kembali mengokohkan peran Khilafah di tengah arus perubahan besar yang terjadi saat ini di berbagai belahan dunia.
"Ini sesuai dengan tema Muktamar Khilafah ini, perubahan besar dunia menuju Khilafah. Kita ingin mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan," ujar Ismail, Ahad (2/6).
Pesan utama Muktamar ini, kata dia, umat harus turut serta dan semestinya menjadi motor penggerak utama perubahan politik dimanapun ia berada, termasuk di negeri ini.
Perubahan itu, menurutnya, menuju tegaknya khilafah di muka bumi ini. HTI juga menyerukan kepada semua elemen umat Islam untuk benar-benar mengamalkan syariah sebagai agenda utama.
HTI menyerukan kepada Pemerintah Indonesia agar tetap menjamin ekspresi dan apresiasi umat Islam yang dijamin oleh Undang-Undang, serta mengajak aparat keamanan untuk tetap menjaga keamanan.
Hingga berlangsungnya acara di ahad siang, ribuan pendukung HTI masih berdatangan ke arena muktamar. Beberapa warga HTI bahkan datang dari luar Jakarta, seperti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.