Senin, 20 Juli 2015

20.07.15 : Liburan Lebaran 2 Di Bogor

Sabtu 18/07, kami merencanakan bersilaturahim ke Mamah di Kota Hujan dan alhamdulillah terkena macet lumayan lama. Bandung ke Bogor ditempuh 5 jam lebih karena saking padatnya arus lalu lintas di jalan tol, baik Cipularang maupun Jagorawi.

Mampir ke rumah Mamah dan Yudar, sudah cukup mewakili acara silaturahim di kota sejuta angkot. Usai ketemu keluarga dan juga sodara, langsung ngacir lagi ke Bandung. Maklumlah acara tgl 17 dan 19/07, lebih banyak di keluarga isteri. Ya fokus dikit gitu lah. Lagian khan tuan rumah, jadi perlu persiapan khusus.

Berikut ini, dokumentasi kunjungan ke Bogor, walau diakui gak lengkap tetapi minimal ada aja dulu. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Berangkat pagi ke Bogor dan kembali ke Bandung di sore hari yang sama. Gitu. Enjoy aja deh.





Minggu, 19 Juli 2015

19.07.15 : Liburan Lebaran 1 Di Bandung

Boleh dibilang, nyaris setiap tahun acara shalat Ied dimulai dari Kota Kembang, sesekali dimulai dari Kota Hujan. Demikian pula kondisi tahun 2015 ini, dari Bandung lah, perjalanan silaturahim dimulai. Dari keluarga kecil kemudian ke ibu mertua dan keluarga besar dari pihak isteri.

Bosen gak bosen dan pastinya gak boleh bosen karena sudah menjadi tradisi di negeri ini, bahkan kehebatannya bisa menyaingi Cheng Beng bagi warga Tionghoa yang juga memiliki tradisi turun-temurun mengingat jasa para leluhurnya. Dalam arti harafiahnya, ya sejenis mudik yang kita kenal sekarang.

Selain keluarga terdekat, pastinya kita mengunjungi sanak saudara dan kawan ato kerabat dekat. Disitulah indahnya Islam, saling memaafkan dan saling mengerti satu sama lain. Bila seisi dunia menerapkan ajaran yang sama, dunia bisa tenteram tapi gimana juga risiko Iblis dan Setan sang penggoda ? Gak usah dipikirin sama kita deh.

Kita diamanahkan tetap menjaga tali silaturahim dengan keluarga dan saudara terdekat, bahkan ke komunitas lain yang dipercaya memiliki kekentalan rasa persaudaraan, ketimbang pertimbangan lainnya. Kita adalah satu dan begitu pula kepercayaan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Percaya ato tidak, silahkan direnungkan dengan baik-baik.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H, Taqabbal Minna Wa Minkum. Selamat berlibur, sekaligus selamat berlebaran.


Catatan,
Waktu upload / unggah ke blog, otomatis bergeser 2 (dua) hari karena pada saat acara puncak yaitu Lebaran 1 dan 2 (17 dan 18 Juli 2015), sama sekali waktunya tersita untuk bersilaturahim. Gak sempet mikir buat update apalagi upload he he he. Harap maklum.

Kamis, 16 Juli 2015

16.07.15 : Ucapan Di Saat Lebaran


Menjelang datangnya hari raya Idul Fitri, biasanya setiap orang berlomba mengirimkan pesan SMS / WA / BBM ato apapun via media sosial, untuk mengungkapkan perasaan suka cita dengan menyampaikan ucapan "Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidzin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin".

Membaca tulisan yang bersumber dari Ust. Arya Abie Adham, ternyata ucapan tersebut keliru loh ? Dimana letak salahnya ? Nih, kita baca bareng-bareng ya. Klo memang salah, ya jangan diterusin. Monggo dklarifikasi juga ke sesepuh panjenengan juga, jangan asal telan hi hi hi.

Ungkapan "mohon maaf lahir dan batin" kabarnya tidak tepat sasaran alias salah kaprah karena minta maaf bukan cuma di saat Lebaran doank, bisa setiap waktu. Demikianlah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita-kita semua. Dan lagi, rujukan diatas, gak tercantum di Al Qur'an dan Hadist.

Untuk ungkapan "mohon maaf lahir dan batin", dalam bahasa Arab-nya "As'alukal Afwan Minal Dzahiran wal Batiniah". Yang benar bila berniat kirim ucapan di hari raya sbb "Selamat Idul Fitri. Taqobbal Allahu Minna Wa Minkum", artinya Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian.

Lebih lengkap lagi, "Taqabballahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahallahullahu Alaik", artinya : semoga Allah menerima amalan dari kami dan darimu, juga diterima-NYA puasaku dan puasamu sekalian serta semoga Allah menyempurnakannya.

Satu lagi ucapan keliru : "Minal Aidin. Wal Faizin". Artinya, kita kembali dan meraih kemenangan. Maksudnya, kita mau kembali kemana ? Ke jalan benar ato ke jalan maksiat ? Meraih kemenangan, kemenangan melawan Ramadhan ato melawan hawa nafsu ? Tuh khan, jadi masalah deh.

Kalo mo ngucapin Minal Aidin Wal Faidzin, sebaiknya diteruskan dengan "Ja'alanallahu Minal Aidin Wal Faidzin" - semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali fitrah / suci dan orang-orang yang menang. Hadeuuuuh, sekian lama koq kita gak ngeh ya. Astagfirullah.

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berjumpa dengan hari I'ed (idul fitri maupun idul adha), satu sama lain saling mengucapkan "Taqabbalahu Minna wa Minka" (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian). 

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma'rifah, 1379, 2/446).

Semoga bermanfaat.


Jakarta, 16.07.15.

Rabu, 15 Juli 2015

15.07.15 : Bezuk Deny Dar Di RSPAD

Rabu 15/07 sore, kami (bareng Syarayudha) mengunjungi Deny Dar yang tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kabarnya sedang cek kesehatan dan semoga sehat wal afiat selalu Komandan.



Deny Dar menjadi komandan gak cuma di kesatuannya tetapi juga menjadi komandan di almamater SMAN 1 Bogor, khususnya kelas 3P1 alias Tigapaspalsatu / Tipasa. Siiiip. Kebetulan lagi kurang fit, jadi dipaksa beristirahat supaya cepat pulih.



Paginya, Arifin sempat mampir dan bezuk komandan. Ketahuannya karena foto hasil bezuk diunggah dan kita yang ada di JKT gak dikabarin, gitu. Tapi beruntung bezuk sore, pulangnya ditraktir Yudha di masakan Trio Cikini situ. Ternyata makanannya, uedaan tenan, eunak blaaast.

Semoga kita semua dalam kondisi sehat wal afiat selalu ya.

Jakarta, 15.07.15.

Selasa, 14 Juli 2015

14.07.15 : FUN-TAS-TIQ Buk-ber KALOGers Segerrr Bugerrr

Selasa (14/07) KALOGers ngadain acara buk-ber di ‘All Seasons Hotel’, Jakarta. Yang dating, luamayan lah diatas 30 orang. Aje gile juga nih pemrakarsa acara. Salut diacungi jempol.

Berhubung banyak foto diri, jadi dipisahkan dari kegiatan KALOGers secara umum, Sebagian dimasukkan dalam album KALOG, separo lagi cukup di album pribadi saja. Buat yang nyasar dan kepalang mo ngintip album kita, monggo.

Enjoy. Ternyata udah buk-ber emang seger buger ya he he he. Syukur Alhamdulillah. Terima kasih atas nikmat dan limpahan rejeki-MU Ya Allah. 

Oh iya, selain foto-foto yang diambil secara pribadi, ada juga sumbangan dari Hendra dan Dudi. Eniwei, sori klo hasil fotonya gak semuanya bagus. Thanks ya.

                                                   Jakarta, 14.07.15

Senin, 13 Juli 2015

13.07.15 : Biz Trip Ke JAKG & Sekitarnya

Sebenarnya, tujuan hari ini berkunjung ke area Jakarta Utara (daerah Tanjung Priok, Kampung Bandan, Marunda dan sekitarnya). Hal itu terlaksana berkat keinginan dan keseriusan Pelanggan yang berniat menjalin kerjasama dengan PT KALOG.

Selain kita, dalam rombongan kendaraan dinas kami ada peserta lain yang nunut kepingin di-drop di Jakarta Gudang (JAKG) makanya judulnya gak jauh-jauh khan ? Setelah mend-drop rekan-rekan satu tim kemudian kita tinggalkan dan jaji saat kembali, dijemput kembali.

Nah saat kembali, mereka sudah siap sedia. Senin 13/07 rata-rata perusahaan sudah gak full kerja, hanya sesekali menyelesaikan tatib admin dan menjawab surat ato email seperlunya saja. Selebihnya ya survei lokasi dan cek fisik kondisi nyata.


Bau-bau mudik sudah mulai terasa di Jakarta. Jalanan relatif lancar, apalagi ke daerah Hayam Wuruk dan Gajah Mada, naik commuter line (CL) gak berdesakan dan stasiun serta bandara sudah mulai dipenuhi para pemudik sejak hari Sabtu 11/07.

Ibukota negara yang biasa sesak penduduk dan mobil padat merayap untuk menjangkau satu daerah ke wilayah lain, kini terasa “ideal” untuk disebut kota metropolitan yang bersahabat. Setidaknya gak ada macet dan bisa menikmati suasan ibukota dengan tenang. Hmmm gitu ya.

Semoga perjalanan mudik masyarakat luas dapat berjalan lancar dan sebagai insan transportasi siap mengawal layanan yang diperlukan. Tak hanya untuk angkutan barang, tetapi juga angkutan penumpang. Minimal menyiapkan sistem informasi.

Jozz gandozz.


Jakarta, 13.07.15.

Minggu, 12 Juli 2015

12.07.15 : Biz Trip Ke CSA

Sudah setahun lewat, gak pernah ngeliat aktifitas daerah Sukabumi. Disana ada angkutan air mineral dalam galon (ex Cicurug / CCR) dan juga angkutan semen (ex Cisaat / CSA). Kali ini berkesmpatan bersilaturahim lagi, syukur Alhamdulillah.

Setahun lalu, kondisi di sekitar gudang CSA masih dalam proses negoasiasi namun kini sudah beroperasi sebagai pusat distribusi semen di area Sukabumi dan sekitarnya. Semen yang diangkut berasal dari daerah Nambo, Citeureup, Bogor.

Usut punya usut, juragan Bima yang sebelumnya di bagian Keuangan, kini dipercaya menangani Stasiun Angkutan Barang Cisaat. Harapannya tetap semangat dan sesekali ketawa dunk, jangan cemberut kayak orang serius he he he. Piiis. Bravo CSA.


                                 Sukabumi, 03.07.15 – baru diunggah sekarang.

Sabtu, 11 Juli 2015

11.07.15 : Buk-ber Mania – Legal Dept.

Di penghujung bulan Ramadhan, hampir setiap orang dihujani undangan buka puasa bersama alias buk-ber. Tak ayal resto dan rumah makan kebanjiran order, bahkan kabarnya ada yang sudah pesan sejak 2 (dua) minggu lalu. Toooop. Niat banget.

Kebetulan kita sih dari “komunitas kuliner sederhana tapi nyata” (apa coba maksudnya), cuma mencari makanan yang gak begitu rame peminatnya tapi maknyuuus. Ini contohnya, warung soto H.Ma'ruf yang berada di dalam lingkungan Taman Ismail Marzuki (TIM). Lumayan makanannya dan cukup kesohor sejak jaman dulu - katanya.

Kebetulan yang ngajak buk-ber Babeh Rizal, yang nota bene sesepuh dan penggemar kuliner di kota Jakarta. Mayoritas do'i tahu tempat-tempat makan yang murah meriah (mur-mer). Mahal meriah banyak, yang mur-mer blon tentu dapet.

Berhubung ini warung "djaman baheula", pengunjungnya juga (bisa ditebak) kebanyakan bokap en nyokap, jarang banget anak muda, kecuali yang dibawa-bawa kayak Babeh nih, ngenalin produk soto buat kamula muda. He he he bol-jug nih Babeh perkara selera makan.

Peserta buk-ber ala Legal : Babeh Rizal, Army Hani, Doni, Maulana, Nindya, Nia, Hendra dan seorang wartawan amatir yang jarang kefoto (nasibmu xi xi xi) dan nyasar masuk ke PT KALOG. Nikmatin aja makanannya dan foto-fotonya. Jozz gandozz.

                                                        Jakarta, 11.07.15.

Jumat, 10 Juli 2015

10.07.15 : Bezuk Amri Husni

Sebenarnya, kita rencana mo ke rumah Amri Husni rame-rame. Dalam rangka silaturahim, sekaligus membezuk rekan satu almamater yang kini terbaring sakit stroke dan ada cobaan lain yang tengah dihadapi.

Setahun lalu, kami sempat mampir juga beranjang sana ke Perum Perumnas 3 di sekitaran Bekasi Timur sana. Dengan menggunakan patokan RS Sentosa dan sekelilingnya ada pasar kaget (?) karena pas tahun lalu kerumahnya, juga masih dalam suasana bulan Puasa.

Bedanya tahun 2014, Yudistira, Freddy dan Sampax ikut join sedangkan tahun ini cuma berdua (bareng Yudistira) yang menyempatkan diri ke rumah Amri. Maklum, pulang kerja langsung cabut ke Bekasi. Klo repot pastinya gak memungkinkan ‘lah.

Bertemu Endang (isteri Amri Husni), kemudian dibawa ke kamar suaminya yang tengah menonton teve di kamar tidur, kami agak berjinjit juga, khawatir Amri sedang beristirahat. Ternyata dia menyambut dengan teriakan “aaah, aaaah”.

Rasa senang didatangi oleh kawan-kawan seperjuangan (maklum, kami satu kampus dan sering becanda), membuat kami haru. Kami mengenang masa lalu di kampus dan becanda secukupnya karena jujur, cukup sulit berkomunikasi kecuali bila didengarkan secara serius.

Sahabatku. Daya juangmu sungguh membuat kita haru. Luar biasa, apalagi setelah diceritakan oleh isterimu, seperti ada keajaiban namun tidak dirasakan langsung oleh Amri tetapi oleh pihak keluarga. Saat itulah airmata Amri pasti mengalir dan Yudis secara telaten menyekanya.

Kita ibarat sebuah keluarga besar yang terpisahkan oleh batas tipis ruang dan waktu. Tapi bila niatan sudah mengemuka, jangan tanya jarak bisa menghalangi, dimana pun kita akan sambangi, In shaa Allah.

Semoga lekas sembuh kawan dan kami tetap akan mendo’akan demi kesembuhanmu. Sesekali saja berkunjung.


Jakarta, 10.07.15.

Kamis, 09 Juli 2015

09.07.15 : K e t u p a t

Dear All,

Ada sebuah artikel menarik yang dikirim dari tetangga sebelah via milis. Sayangnya tidak mencantumkan sumbernya, baik penulis ato juga media yang dipake.

Berikut ini cuplikannya. Semoga bermanfaat.

--- quote ---



Arti Kata Ketupat

Dalam filosofi Jawa, ketupat Lebaran bukanlah sekedar hidangan khas hari raya. Ketupat memiliki makna khusus.

Ketupat ato kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari "Ngaku Lepat" dan "Laku Papat".

Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan sedangkan Laku Papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang Jawa.

Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun dan ini masih membudaya hingga kini.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khususnya orang tua.

Laku Papat

Artinya empat tindakan dalam perayaan Lebaran. Empat tindakan tersebut adalah :
1. Lebaran
2. Luberan
3. Leburan
4. Laburan.

Lebaran
Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan
Bermakna meluber ato melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.

Pengeluaran zakat fitrah menjelang Lebaran pun selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat Islam, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.

Leburan
Maksudnya adalah habis dan melebur. Maksudnya pada momen Lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan
Berasal dari kata labur ato kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.

Nah, itulah arti makna ketupat sebenarnya.

Selanjutnya, kita akan mencoba membahas filosofi dari ketupat itu sendiri.

Filosofi ketupat,

1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia. Hal ini bisa terlihat dari rumitnya bungkusan ketupat.

2. Kesucian Hati
Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih dan hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

3. Mencerminkan kesempurnaan.
Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya merayakan Idul Fitri.

4. Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa ada yang bilang "Kupat Santen", kulo lepat nyuwun ngapunten (saya bersalah, mohon maaf).


Sekian.

Rabu, 08 Juli 2015

08.07.15 : Buk-ber Tim Komersil Woooi

Sebagai bagian dari tim kerja di Divisi Komersil, diundang makan bareng pastinya gak nolak dan susah ditolak. Alkisah, hari Selasa 07/07 lalu temen-temen kantor nyiapin acara buka puasa bersama (buk-ber) di resto dekat Cikini situ.

Usut punya usut, ya lumayanlah kita bikin rame. Biaya jadi tukang foto sekaligus selfie bin narsis. Jarang-jarang sih mau ada yang moto tukang foto. Biasanya juga digratisin tapi gpp sudah biasa kalo di dunia jurnalisitik.

Nah liputan buk-bernya, silahkan disimak disini. Terima kasih ya undangannya, klo bisa sering-sering dan jangan waktu pas puasa doank tuh. Cheers !

                                                         Jakarta, 08.07.15.