Minggu, 22 Maret 2015

22.03.15 : Fungsi SPASI



Bayangkankalaupenciptamesinketikpadajamandahululupamenyediakanfasilitasspasidantidakadaseorangpunyangmaumemikirkantentangfungsispasiinihinggasekarang.Tentulahakanmembuatkitacukupbersusahpayahuntukmembacasebuahtulisandengancepatsekaligusmengertimaksuddaritulisantersebut.

Mengapa perlu Spasi ?.
Jelas, Spasi memisahkan kata demi kata yang Anda tuliskan sehingga bisa membaca sebuah tulisan dengan Cepat & Nyaman.

Sebuah tulisan yang baik tentu sangatlah memerlukan Spasi.

Tanpa Spasi sebuah tulisan tampak begitu membingungkan bahkan terlihat sangatlah semerawut & membosankan!

Hebatnya Spasi membuat keteraturan & menciptakan kenikmatan bagi yang membaca sebuah tulisan.

Demikian juga halnya dengan kehidupan ini.

Waktu tidur, ya tidurlah dengan nyenyak.
Waktu bangun, ya bangunlah
Waktu mandi, ya mandilah
Waktu makan' ya makanlah
Waktu kerja' ya kerjalah
Waktu liburan, ya santailah
Waktu ibadah, ya ibadalah
Waktu doa, ya berdoalah

Itu semua bagaikan Spasi dalam sebuah tulisan.
Rutinitas hidup tanpa waktu seperti itu, sangatlah membosankan & terlihat begitu Rumit. Bahkan membuat kita tidak cukup mengerti terhadap kehidupan sendiri yang begitu Kompleks.

Saat terbiasa menggunakan Spasi dalam menulis, namun cobalah untuk tidak menggunakannya. 

Pasti Anda akan begitu mengalami kesulitan tentunya.

Perlu Anda ingat bahwa Pencipta telah menaruh
"Fungsi SPASI" itu di dalam diri sejak lahir.

Jadi.. mengapa di sia-siakan fungsi tersebut ?.

Dengan melakukan 'fungsi spasi' waktu saat teduh & doa, maka kehidupan akan lebih teratur serta enak untuk Anda nikmati bersama. 

Tidak membingungkan & tidak semerawut layaknya sebuah tulisan tanpa Spasi!

Hidup itu Rumit, sebab terdiri
ϑάrί jutaan kata & peristiwa, itu sebabnya kita perlu 'SPASI' biar tercipta rasa damai, di dunia.

"HAVE A NICE WEEKEND".


Kiriman dari tetangga sebelah via milis internal KALOG, ijin share ya.

Sabtu, 21 Maret 2015

21.03.15 : It's Family Time !

Sabtu 21/03, saat warga Bali dan mayoritas penganut Hindu melaksanakan upacara Nyepi. Kami pun “menyepi” ke kampung halaman di Bandung. Biasalah, program padat merayap karena dalam 2 (dua) hari, hasilnya harus optimal he he he.

Sabtu pagi, beres-beres rumah dan segala perlengkapan. Usai sarapan bersiap mengantar isteri ke bursa pakaian, mencari bahan dan keperluan dagang busana muslimah. Setelah beres, langsung jemput ibu mertua dan keponakan, meluncur kearah Lembang.

Niatan pertama membeli aneka bunga-bungaan. Setelah itu, program kuliner. Dan yang dapat rejeki hari ini dari kami adalah “Rumah Kita” di sekitaran Cihideung alias Black Water, Bandung. Tempatnya asri dan udaranya oke ….

Apalagi buat kumpul keluarga. Sayangnya, Kk gak bisa ikutan. Biasa ada program nge-game di rumah ha ha ha. Jadilah hasilnya penuh dengan foto selfie bareng keponakan (kalo sama anak sendiri gampang hi hi hi). Aina sendiri banyak mengabadikan foto pemandangan seputar resto.

Selamat menikmati.



                                                                                                          Bandung, 21.03.15.

Rabu, 18 Maret 2015

18.03.15 : Suatu Hari Bersama Aris & Sukis



Inilah beberapa sahabat yang setia membantu menjemput dan mengantar saat dibutuhkan. Ada lagi yang lain, tapi Insya Allah diceritakan di lain kesempatan. Yang ini namanya : Aris dan Sukis.

Gak perlu menyebutkan dari mana mereka berasal. Pada dasarnya, mereka lugu, polos dan sangat menghormati yang lebih tua (entah karena kita ini wong pusat, dianggapnya begitu sih he he he - gak perlu ge-er keleees).

Di suatu kesempatan, tepatnya Minggu 15/03 saat orang lain libur, Aris dan Sukis masuk kantor karena ada kereta semen bongkar. Berhubung suasana hujan lebat sejak sore dan hingga menjelang pukul 21.00 hujan gerimis masih saja mengguyur area Kalimas Surabaya.

Maka untuk menyemangati teman-teman di lapangan dan juga menjaga stamina saat begadang, kami ajak Aris dan Sukis makan nasi goreng dan mie goreng. Ya seneng aja bisa ajak mereka yang sudah banyak menolong kita, dengan sesuatu ajakan makan bareng.






Bukan bermaksud ri'ya namun kesan kesederhanaan yang disematkan di dada mereka patut diacungi jempol. Ulet dan pekerja keras, panutan (mungkin) bagi keluarganya sesuai dengan takaran budaya dan kemampuan masing-masing. Gampang diajak becanda maupun bicara dewasa dalam hal pekerjaan.

Menyenangkan. Menggelikan. Mengharukan. Terima kasih Yaa Allah, Engkau memberikan kami sahabat-sahabat yang mau membantu disaat kami dalam posisi sulit maupun membutuhkan pertolongan. Subhanallah.

Surabaya, 18.03.15.

Selasa, 17 Maret 2015

17.03.15 : Ketemu Tim PPBJ & Kuliner

Selasa 17/03, tim PPBJ datang ke Surabaya untuk menyortir 5 (lima) vendor yang mengajukan penawaran truk trailer. Kebetulan PT KALOG sedang membutuhkan unit untuk disewa dan memerlukan verifikasi.

Berhubung gak langsung terkait, jadi 'ndak ikutan rapatnya tapi urusan kulinernya, ya jangan sampe absen he he he. Simak liputan kuliner siang di Depot Sari di daerah Jl. Karet ato deket JMP alias Jembatan Merah Plaza.

Ini dia menunya, sop buntut dan gaya narsisnya. Yudhi + Kiki, ayo liat sini .... Cheers ! Sambil ngeliat bangunan tua, banyak banget.



                                                        Surabaya, 17.03.15.

Senin, 16 Maret 2015

16.03.15 : Wisma Mutiara 1 Surabaya



Inilah salah satu aset tanah  dan bangunan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berceceran di seantero tanah Jawa dan Sumatera. Lokasinya di Surabaya dan dalam wilayah kekuasaan Daop 8 SB.

Sebuah bangunan kuno (biasa nih kalo warisan dari perusahaan sepur wahen) dan bergaya klasik, seneng ngeliatnya. Yang ini sesudah direnovasi dinamai Wisma Mutiara 1. Di seberang jalan ada saudaranya, Wisma Mutiara 2.

Dari luar, kelihatan biasa-biasa aja. Pas masuk didepan gerbang pintu, mulai deh tanda-tanda bagusnya interior dalamnya he he he (promo nih yee). Asliiiii, bagus, gak kalah sama hotel minimalis ato budget  hotel.

Koq nyempet-nyempetnya plesiran ke mess PT KAI ? Ini bukan program plesiran Bro. Risiko jadi supir ya gitu deh, bisa ngeliat segala sesuatu dan memotret apa adanya. Walau hasilnya pas-pasan tapi lumayan, daripada gak pernah nyobain datang. Ini foto bareng Sujud dan Dika dari HC KALOG.

Ternyata ya ,,, kalo niat, pastinya bisa dan jadi duit. Nih buktinya. Selamat menyimak.






                                                           Surabaya, 16.03.15.

Minggu, 15 Maret 2015

15.03.15 : Riwayat Seputar Candi Singosari (bag. 2/2)



Awalnya, yang mengurus candi ditunjuk warga setempat tetapi setelah meninggal dunia, dialihkan ke staf Suaka Purbakala Juru Pelihara Candi Singosari. Tadinya, wilayah Candi Singosari merupakan area percandian dan dalam kompleks tsb ada 7 (tujuh) bangunan candi namun yang ditemukan lumayan tuh hanya Candi Singosari. Sisanya ditemukan dalam reruntuhan semata.


Sejumlah arca kabarnya dibawa ke negeri Belanda dan deretan arca di halaman kompleks Candi Singosari, berasal dari candi-candi yang sudah musnah dan jika diamati, banyak yang sudah tidak utuh lagi. Pfffuih perlu kerja keras luar biasa nih dan membutuhkan keajaiban merangkai sejarah masa silam.


Ngomong-ngomong, fungsi Candi Singosari itu buat apa ya ? Banyak yang menganggap candi Singosari sebagai makam Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singosari, tetapi tidak dapat dibuktikan ato diragukan keabsahannya.


Pasalnya, menurut kebiasaan agama Hindu, jenazah orang yang meninggal (termasuk raja-raja), dibakar dan abunya dilarung ke laut ato ke sungai ato ditebarkan di segenap penjuru mata angin. Setelah itu dibuatkan pendharmaannya, lazim disebut candi (sebagai tempat pemujaan arwahnya).


Nah, didalam candi biasanya ada sumuran. Didalamnya diletakkan Garbhapatra, yaitu sebuah bejana persegi dari batu yang berbentuk kotak-kotak berlubang 9 sampai 25. Didalam kotak-kotak tadi, diletakkan peripih (bermacam benda dari logam, batu, biji-bijian dan tanah). Di Candi Singosari, tidak ditemukan peripih dan sumuran.


Berdasarkan uraian diatas, fungsi Candi Singosari lebih sesuai sebagai tempat pemujaan, utamanya ditujukan bagi Dewa Siwa, karena sistem mandala yang terlihat, diwujudkan dalam arca-arca bergaya Hindu. Apakah Siwa digambarkan dalam Siwa Bhirawa ato wujud yang lain, masih perlu penelitian lebih jauh.


Yang menarik dari Candi Singosari. Umumnya, candi dihias dengan hiasan rata, mulai dari atas hingga ke bawah. Tidak demikian dengan Candi Singosari. Hiasannya gak diselesaikan dengan baik, kayaknya dulu pas dibangun masih blon kelar bener. Entah keburu perang ato sebab lain.

Kabarnya sih, penyebabnya dikaitkan dengan adanya peperangan, yakni serangan Raja Jayakatwang dari Kerajaan Gelang-Gelang terhadap Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari, terjadi di tahun 1292. Rupanya bagi generasi sekarang ada unsur baiknya. Apaan tuh ?

Ketidakselesaian bangunan candi ini bermanfaat bagi kita yang ingin mengetahui teknik pembuatan ornamen candi. Dari atas ke bawah ato dari bawah ke atas ? Berdasarkan pantauan, hiasan di Candi Singosari dibuat dari atas ke bawah. Bagian atas sempurna (sudah selesai), bagian tengah setengah selesai sedangkan bagian bawahnya sama sekali blon diselesaikan.

Masih penasaran ? Kita juga masih harus belajar banyak koq. Yuuuk kita perdalam minat mempelajari sejarah masa lalu. Bila masih banyak kekurangan ato celotehannya garing, maklumin aja. Namanya juga usaha. Kadang hasil, kadang kagak. Semoga bermanfaat.


Selesai. Ini bagian dari tulisan “Tour de Malank Melintank”.

Malang, 21.02.15 - diunggah 15.03.15.