Kamis, 27 Mei 2010

27.05.10 : Motor

Fenomena menarik tahun 2010 adalah menjamurnya kendaraan yang bernama sepeda motor. Sebelumnya, Penulis hanya bisa menikmati kekisruhan bersepeda motor di daerah-daerah saja.

Kini, Jakarta dan kota-kota besar di negeri ini mempunyai potensi yang setara untuk memeriahkan penjualan tertinggi masing-masing merek dagang dan membuat pekerjaan tambahan bagi semua pihak.

Gampangannya, kami sebagai warga, mulai semakin resah setelah ruas pejalan kaki yang dijarah dan ditempati oleh para pedagang kaki lima (K-5), kini armada motor pun ikut berpartisipasi.

Pasalnya, kita sudah berjalan dipinggir trotoar pun masih pula disenggolnya, saking banyaknya motor sehingga berhimpit-himpitan di jalan raya. Belum lagi saat lampu merah menyala ...

Jangan ditanya pengendara sepeda motor bakal tunduk aturan (memang ngga semuanya) tetapi tren para pelanggar aturan lalu-lintas bila kita mencermati secara seksama, nyaris meningkat.

Begitu juga di perlintasan kereta api, mereka nyelonong pagar penutup perlintasan. Metro mini pun sebagai raja jalanan kini ikut miris karena berani menyenggol, benjol.

Kita sih urut dada saja, hingga akhir tahun populasi sepeda motor akan semakin menggila dan aturan pembatasan jumlah pemilik harus diterapkan atau jalanan akan semakin macet.

Pilihan diserahkan kepada aturan pemerintah daerah saja. Bertentangan dengan hak azasi manusia (HAM) ? Ahh kalau kebanyakan mikir, ngga bakal beres deh negeri ini.

Tiru RRCina saja, sedikit kejam dn ganas namun toh bisa memberikan efek jera yang lumayan. Dikenal sebagai negeri kapitalis-sosialis namun kemajuan ekonominya ngga kalah dari Amrik dan sekutunya.

Bisa dan yakin ? Beresin dulu masalah kecil seperti isu masalah kendaraan ber-motor dan dampak kemacetan yang mulai mengular dimana-mana. Mau naikin pajak atau harga, terserah.

Buat angkutan massal yang manusiawi saja, jangan mimpi menjadi negeri maju dan bakal menyaingi Singapura atau Hong Kong, kalau mentalitas ngga berubah. Setuju ?

Oleh : RAM

Senin, 24 Mei 2010

24.05.10 : Refleksi Diri

Hari ini ultah ibu mertua tercinta. Cuma ucap kata yang sempat disampaikan dan do'a yang tulus agar beliau diberi umur panjang dan senantiasa mendapat limpahan rezeki dari-MU Yaa Allah.

Kami yang kini tengah menjadi orang tua bagi kedua putera-puteri tercinta pun harus banyak belajar dari perjalanan hidup yang cukup panjang agar kelak tidak mengecewakan.

Bagi siapa ? Setidaknya diri sendiri dan keluarga terdekat dulu. Target itu kini serasa menjadi barang berat yang sulit untuk dipikul, walau seluruh keluarga dikerahkan.

Namun, Insya ALLAH, dengan berharap pertolongan-MU tak ada yang mustahil agar beban berat yang tengah mendera kami dapat segera berakhir, mirip lagu "Badai Pasti Berlalu".

Semoga ujian ini segera usai. Amien.

Oleh : RAM.

Kamis, 13 Mei 2010

13.05.10 : Eksplorasi

Enak rasanya, mendapat konfirmasi bisa dipercaya sebagai konsultan dan penasehat di sebuah perusahaan yang tengah mencoba bertahan hidup, ditengah persaingan yang demikian ketat disertai dampak krisis keuangan global yang belum mereda.

Berat rasanya, karena mempunyai beban moral untuk tetap menghidupkan periuk nasi sedemikian banyak orang plus keluarga mereka, termasuk keluarga sendiri 'lah Bro. Harus serius dan percaya diri supaya bisa maujud.

Berdo'a, suatu keharusan agar upaya-upaya yang ditempuh benar-benar menghasilkan keajaiban, ngga perlu gede-gede tetapi ada "rasanya". Tanpa restu Allah SWT, ngga mungkin semuanya bisa terjadi. Ya ALLAH berkati kami supaya kami tetap bisa bertahan (dulu).

Dan ekplorasi adalah langkah pertama yang wajib dilakukan untuk meneruskan langkah perbaikan ke depan. Ngga bisa mereka-reka bahwa ini salah dan itu betul. Perlu rujukan yang lebih dekat supaya ngga apriori dan ngga salah jalan.

Ya ALLAH tunjukkan jalan yang benar kepada kami dan semoga kelak tidak menjadi sia-sia. Semoga.

Wish Me Luck (ngga ada kaitannya dengan produk rokok di Tanah Air).

Wassalam, RAM.

Senin, 10 Mei 2010

10.05.10 : Syukur Alhamdulillah

Akhirnya, setelah menanti dan menanti, maujud juga bisa dapat gawean di kantor anyar. Syukur Alhamdulillah Yaa Allah, terima kasih atas nikmat dan karunia-Mu.

Semoga membawa kebahagian dan mukjizat dalam hidup kami sekeluarga, amien. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.

Yang sedang bersuka cita, RAM

Kamis, 06 Mei 2010

06.05.10 : Tidur Siang Menyegarkan Otak

Oleh : Vera Farah Bararah - detikHealth

Berkeley, Terkadang orang merasa kantuk dan menjadi lebih lamban bekerja setelah makan siang. Mungkin Anda membutuhkan sedikit tidur siang. Sebuah studi terbaru menunjukkan tidur siang kemungkinan bisa membuat seseorang menjadi lebih pintar dan menyegarkan otak.

Semakin lama seseorang sudah terjaga, maka akan semakin sulit bagi otak untuk bisa menyimpan informasi yang baru seperti nama, percakapan atau catatan lainnya. Peneliti menemukan dengan tidur siang bisa menyegarkan ingatan jangka pendek dan memberikan ruang untuk memasukkan informasi baru.

Dalam studi ini peneliti menganalisis 39 mahasiswa untuk menghapal serangkaian nama dan wajah baru pada siang hari dan mencocokkannya beberapa menit kemudian. Didapatkan kelompok mahasiswa yang mendapat tidur siang menghasilkan ingatan yang lebih baik dan meningkatkan skor tes memorinya.

"Hal ini disebabkan bagian dari otak yang menyimpan informasi jangka pandek dan memori akan bekerja lebih baik seperti kotak masuk email. Karena saat tidur Anda akan membersihkan bagian otak dan merefresh kapasitas otak untuk menerima informasi baru," ujar Matthew P. Walker, Kepala Sleep and Neuroimaging Laboratory di University of California, Berkeley, seperti dikutip dari Health, Senin (22/2/2010).

Walker juga mempelajari efek berbahaya dari kurang tidur terhadap kemampuan belajar, yaitu kemampuan untuk menyerap informasi baru akan menurun. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association of the Advancement of Science's di San Diego .

Lain halnya dengan pendapat Dr Neil Kline, seorang sleep physician yang menuturkan seseorang tidak akan merasa mengantuk di siang hari jika mendapatkan tidur yang cukup di malam harinya.

"Idealnya orang dewasa tidak memerlukan tidur siang, tapi cobalah untuk memiliki jadwal tidur yang teratur agar bisa tetap terjaga di siang hari," ungkapnya.

"Orang yang tidur 8 jam di malam harinya tidak akan perlu tidur siang. Tapi jika Anda merasa kantuk pada siang hari, cobalah untuk memejamkan mata beberapa saat tapi jangan terlalu lama karena hal ini dapat mengganggu tidur malam Anda nantinya,” ujar Walker .

Hasil penelitian ini memberikan informasi baru mengani bagaimana caranya menyegarkan kembali ruang penyimpanan di otak sehingga bisa memuat informasi baru. Hal ini berdasarkan hasil monitor gelombang otak siswa yang menunjukkan kinerja otak lebih baik pada orang yang memiliki waktu tidur cukup.

Jika tidak ingin presentasi siang Anda berantakan karena konsentrasi yang kurang atau kinerja menurun, cobalah untuk memenuhi kebutuhan tidur malamnya dengan baik atau meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang agar otak menjadi lebih segar.

Sumber : detikHealth.

Senin, 03 Mei 2010

03.05.10 : 1, 2, 3, Lantas ?

Ass wr wb.

Setiap tanggal memiliki makna tersendiri. Bisa buat dirinya, komunitas atau pengaruh global. Coba simak deh catatan singkat dibawah ini.

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional dan semua warga sah-sah saja mendeklarasikan diri buruh atau eksekutif atau petinggi di sebuah perusahaan. Intinya, sepanjang masih menerima perintah atasan, ya tetap saja buruh he 3x.

Tanggal 2 Mei dikenal sebagai Hari Pendidikan Nasional dan secara serempak tiba-tiba hampir semua stasiu televisi, baik milik pemerintah maupun swasta mendengungkan dialog atau diskusi terkait institusi pendidikan hingga evaluasi ujian nasional tempo hari.

Tanggal 3 Mei dimaknai sebagai Hari Bengong Nasional karena semua pekerjaan sudah dituntaskan dan tinggal menunggu job selanjutnya. Maklum sebagai insan yang dijuluki "kutu loncat", mau ngga mau harus tunduk hasrat hati.

Lantas, besok khan tanggal 4 Mei dan untuk hari berikutnya musti ngapan ya ? Itu die yang masih jadi pikiran ... tapi nikmatin hidup aja dulu deh. Rejeki sudah diatur oleh ALLAH SWT. Insya Allah ngga jauh-jauh, amien. Enjoooy.

Oleh : RAM

Senin, 12 April 2010

12.04.10 : Menanti & Menanti

Menanti adalah pekerjaan yang membosankan dan bisa bikin orang senewen karena yang ditunggu justru hal yang kurang meng-enak-kan. lain halnya kalau yang ditunggu adalah pekerjaaan yang diharapkan, seperti promosi, naik gaji atau apalah yang penting bikin hepi.

Berhubung ini terkait sebuah kabar yang bikin jantung berdegup ngga normal, deg-deg plas ya ujung-ujungnya cuma banyak berdo'a, semoga yang dikhawatirkan bisa menjadi pengisi lembaran sejarah kelam dan ngga berulang.

Hidup sangat singkat dan setiap insan akan menyadari (cepat atau lambat) betapa bodohnya manusia bila ternyata bisa diperbudak uang. Dalam ungkapan sehari-hari, masih saja ada oportunis yang bilang, ngga pernah ada kata mati.

Optimis, harus ! Mengenai keputusan itu terjadi atau tidak, itu kuasa Tuhan. Manusia khan diwajibkan senantiasa berjuang dan berikhtiar supaya roda kehidupan berputar dinamis. Bisa dibayangkan bila semuanya semu dan statis ? Hmmmm.

Ngga 'lah yaw. Insya Allah, yang ditetapkan oleh ALLAH SWT menjadi yang terbaik bagi umat-NYA. Ngga bakal salah karena memang DIA-lah Sang Pencipta, Maha Benar dan yang paling berhak mengendalikan semesta alam.

Allahu Akbar, Subhanallah. Selamatkan kami dan semoga kami dibimbing dijalan-MU Yaa Allah. Amin.

Wassalam, RAM.

Kamis, 01 April 2010

01.04.10 : Kilas Balik

Hari ini, 1 April 2010 sebagian orang mendeklarasikan sebagai hari berbahagia sambil berlucu-lucu, namanya April Mop. Ada juga sebagai hari pernikahan putera mahkota konglomerat di republik ini dan yang terparah, ada yang nongkrong dibandara Soekarno-Hatta semalaman tapi hati menangis.

Alkisah ada permintaan dari seorang Sepuh terhadap 2 (dua) murid yang polos, minta dicarikan mobil untuk suatu keperluan. Setelah berjuang mulai jam 22.00 di hari Rabu dan melintas batas ke hari Kamis hingga pukul 04.00 saat adzan Subuh siap berkumandang. Dua sahabat karib malah termenung membisu.

Pasalnya, setelah melapor dengan transparan, jujur serta ikhlas sebagaimana diajarkan oleh para pini sepuh, ehh malah yang didapat malah makian dengan penuh emosi sehingga terkapar dan shock. Mana ada sangkaan negatif dari seseorang yang dianggap piawai dan dewasa.

Umur ternyata ngga secara otomotas merefleksikan tingkat kedewasaan seseorang, namun dia lebih merupakan deretan angka dengan makna statis. Dewasa dalam berpikir dan dewasa dalam bertindak, adakah yang bakal tersakiti ?

Walau dengan hati remuk redam, kabarnya kedua sahabat karib tersebut pulang dan kembali menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya, seolah tak terjadi apa-apa. Dalam pikiran terdalam, hati kalut membalut luka hati yang tak akan terbayarkan, kecuali dengan maaf dan ketulusan.

Semua cerita muluk dan heroik sebelumnya, seolah sirna hanya karena hentakan sesaat yang diluapkan disaat dua sahabat karib tengah kelelahan luar biasa, tidak bisa tidur karena dipaksa untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Pengorbanan ? Ya, namun ngga sebanding dengan kearifan yang seharusnya diperlihatkan.

Sekali lagi, hari ini menjadi kilas balik penentu kehidupan 2 orang sahabat tadi. Akankah ada hikmah dibalik kesulitan dari kehiduan yang dijalaninya dan percayakah bahwa ALLAH SWT senantiasa memilik rencana bagus bagi umatnya ?

Itulah keyakinan yang masih dimilikinya. Tuhan ngga kemana-mana dan senantiasa akan berada bersama umatnya. Subhanallah. Orang sering lupa dengan Sang Pencipta sehingga kadang perlu diberikan "cubitan" sekedarnya agar kembali tersadar.

Kisah klasik namun akan tetap hidup disekitar kita. Wassalam.

Oleh : RAM

Senin, 29 Maret 2010

29.03.10 : Bawang Merah

Pada tahun 1919 ketika flu membunuh 40 juta orang, ada seorang dokter yang mengunjungi banyak petani untuk melihat apakah ia dapat membantu mereka memerangi flu.


Banyak petani dan keluarga mereka telah tertular dan banyak yang meninggal. Dokter ini mengunjungi satu keluarga petani, dan yang mengejutkannya, ternyata semua orang sangat sehat.

Ketika dokter bertanya apa yang dilakukan petani yang membuatnya berbeda, sang istri menjawab bahwa ia telah menaruh bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah piring pada setiap kamar di rumah itu, (mungkin hanya dua kamar waktu itu).

Dokter itu tidak percaya dan bertanya apakah ia dapat memiliki salah satu dari bawang merah itu untuk melihatnya di bawah mikroskop. Istri petani itu memberinya satu dan ketika dia melakukan hal ini, ia menemukan virus flu di bawang merah itu.

Bawang merah ini jelas menyerap bakteri, oleh karena itu, menjaga keluarga ini tetap sehat. Saya mendengar cerita ini dari penata rambut saya di AZ. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu banyak dari karyawan yang datang bekerja dengan sakit flu dan begitu juga banyak dari pelanggannya.

Tahun berikutnya ia meletakkan beberapa mangkuk bawang merah di sekitar tokonya. Yang mengejutkan, tak satu pun stafnya sakit. Ternyata berhasil .. (Bukan, dia tidak dalam bisnis bawang merah.)

Moral dari cerita ini, belilah beberapa bawang merah dan tempatkan dalam mangkuk di sekitar rumah Anda. Jika Anda bekerja di dalam kantor, tempatkan satu atau dua di kantor atau di bawah meja Anda atau bahkan di atas suatu tempat. Cobalah dan lihat apa yang terjadi. Kami melakukannya tahun lalu dan kami tidak pernah terserang flu.

Hal ini membantu Anda dan orang-orang yang Anda cintai dari sakit,dan semua menjadi lebih baik. Jika Anda terkena flu, itu hanya mungkin menjadi satu kasus yang ringan ..

Ada sebuah P.S.,
ketika aku mengirimkannya ke seorang teman di Oregon yang secara teratur memberikan kontribusi materi masalah kesehatan kepada saya. Dia menjawab dengan pengalaman yang paling menarik tentang bawang merah : Weldon, terima kasih untuk mengingatkan.

Aku tidak tahu tentang kisah petani itu ... tapi, aku tahu bahwa saya terkena pneumonia dan tidak perlu untuk mengatakan aku sangat sakit ... aku menemukan sebuah artikel yang mengatakan untuk memotong kedua ujung sebuah bawang merah, lalu letakkan salah satu ujungnya pada sebuah garpu dan kemudian tempatkan ujung garpu pada sebuah stoples kosong ... letakkan stoples itu di sebelah pasien yang sakit pada waktu malam hari.

Dikatakan bahwa bawang merah akan menjadi hitam di pagi hari karena kuman2 ... tentu saja hal itu terjadi persis seperti itu ... bawang merah itu berantakan dan aku mulai merasa lebih baik.

Hal lain yang saya baca di artikel itu bahwa bawang merah dan bawang putih yang ditempatkan di sekitar ruangan menyelamatkan banyak orang dari wabah hitam tahun yang lalu. Bawang merah dan bawang putih mempunyai kekuatan antibakteri, peralatan antiseptik. Ini adalah catatan lain.

SISA BAWANG MERAH BERACUN

Bawang merah adalah sebuah magnet besar untuk bakteri, terutama bawang mentah. Anda seharusnya jangan pernah berencana untuk menyimpan sebagian dari irisan bawang merah. Hal ini tidak aman bahkan jika Anda memasukkannya ke dalam tas zip-lock dan memasukkannya ke dalam kulkas Anda.

Bawang merah sudah cukup terkontaminasi hanya dengan dipotong dan dibiarkan terbuka untuk sebentar saja, sehingga hal itu dapat membahayakan Anda (dan perlu lebih waspada lagi terhadap bawang merah yang Anda masukkan ke dalam hotdog Anda di taman bisbol!)

Jika Anda mengambil sisa bawang merah dan memasak seperti orang gila, anda mungkin akan baik-baik saja, tetapi jika Anda memotong sisa bawang merah dan menaruh pada sandwich Anda, Anda sedang mencari masalah.

Baik bawang merah dan kentang basah dalam salad kentang, akan menarik dan menumbuhkan bakteri bahkan lebih cepat daripada mayones komersial yang akan mulai rusak.

Selain itu, anjing tidak boleh makan bawang merah. Perut anjing tidak dapat mengolah bawang merah.

Harap diingat, adalah berbahaya untuk mengiris bawang merah dan mencoba menggunakannya untuk memasak pada hari berikutnya, bawang merah menjadi sangat beracun bahkan untuk satu malam dan menciptakan bakteri beracun yang bisa menyebabkan infeksi lambung yang buruk dikarenakan kelebihan sekresi empedu dan bahkan keracunan makanan.

Please pass it on to all you love and care.

Sumber : Unknown.

Kamis, 25 Maret 2010

25.03.10 : Dua Butir Telur

By : Ilham Khairi
Dua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak.

Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram... yang hanya diam saja dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut.”

Telur kedua tidak sependapat, “Aku ingin menjadi seekor elang yang bebas kemana pun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri.”

Impian mereka pun menjadi menjadi kenyataan, telur pertama menjadi seekor tiram, telur kedua menjadi seekor elang. Namun, alam tidak berkata demikian. Arus laut yang terjadi tidak membawakan mereka
makanan.

Akhir cerita tiram itu mati karena kelaparan sedang elang itu tetap bisa hidup. Tiram tidak mau bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif, juga tidak mau bertanggung jawab terhadap siapa pun akhirnya mati terbawa arus lautan itu sendiri.

Sedangkan seekor elang tidak harus mengikuti arus angin, tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin ketika mencari makan.

---------

Hidup memang penuh pilihan. Dari cerita dua butir telur tadi...kita

bisa memilih, ingin menjadi tiram yang cuma pasrah dan merasa puas

dengan keadaan sekarang...atau seekor elang yang bebas menentukan

hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.

Catatan :

Kalau ingin seperti elang, kenapa tetap bermimpi menjadi tiram?

Seorang pemenang akan berkata "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!" Tapi

seorang pecundang akan berkata "Memang bisa... tapi tidak mudah."

Senin, 22 Maret 2010

22.03.10 : Juice Daun Pepaya, Obat DB

Berdasarkan pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.

Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice Daun Pepaya Mentah. Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.

Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut. Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.

Cara membuat Juice tersebut:

♣ 2 helai daun pepaya dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain

♣ Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun

♣ Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari

♣ Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang

♣ Ingat: hanya daunnya saja, bukan batangnya atau getahnya

♣ Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum

Pengalaman lain tentang juice daun pepaya mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah. Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air karena angka trombositnya yang sangat rendah.

Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan. Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice daun pepaya mentah tersebut.

Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang. Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.

Tolong sebarkan informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah.

Sumber : Unknown.

Kamis, 18 Maret 2010

18.03.10 : Botol & Gemerincing Koin

[Kisah yang menggugah, semoga dapat menemani hari Anda. Selamat menikmati]

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu.

Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh.

Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar.

Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap.

"Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu."

Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.".

Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu
menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai dirumah, kita isi botol itu lagi."

Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah
berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin."

Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar
tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana.

Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.

Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan.

Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.

Setelah menikah, kuceritakan kepada susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam
keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin.

Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan
buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah diambil dari botol acar itu.

Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya
sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku.

"Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."

Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka.

Jessica menagis lirih. Kemudian Susan mengambilnya dari pelukan Ayah.

"Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.

Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar.

"Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.

Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan . Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.

Sumber : Unknown.