Kamis, 04 Februari 2010

04.02.10 : Gerak Kuda

Ada masanya dalam sejarah Indonesia, kuda merupakan sarana pengangkut massal yang sangat penting, baik untuk tujuan sipil maupun militer.

Menurut kitab Babad Tanah Jawi, ketika Raden Patah pulang dari menghadap Prabu Brawijaya dari Majapahit, ia membawa selaksa abdi, juga gajah, kuda, gerbong, dan pedati. Semuanya hadiah dari Brawijaya.

Sekarang pun kuda masih menjadi sarana pengangkut demikian. Bahkan, di daerah-daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat, perannya boleh dikatakan sangat menonjol. Itu sebabnya, empat istilah gerak maju kuda mantap letaknya dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia.

Pada pokoknya hanya ada empat macam istilah gerak maju kuda: menderap, mendua, meligas, dan mencongklang.

Sekarang marilah kita mencoba meneliti apa yang dikatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Pertama, Cetakan Keempat (1990) untuk mengetahui seberapa jelas keterangannya.

Pertama, derap berarti (1) lari cepat (tentang kuda dan sebagainya) dan (2) kecepatan langkah; laju gerak seperti dalam contoh ”Rakyat tidak apatis terhadap derap pembangunan yang tengah berjalan sekarang”. Tidak diberikan bentuk kata jadian menderap seperti dalam contoh ”Kita lihat kuda-kuda menderap dari utara”. Padahal, kata kerja ini cukup laku dalam bahasa Indonesia untuk melukiskan lari cepat kuda.

Kedua, dua tidak perlu di sini diberikan keterangan karena di satu pihak sudah jelas, dan di pihak lain memerlukan terlalu banyak penjelasan. Adapun istilah mendua kembali tidak diberikan.

Padahal, dalam Kamus Bahasa Indonesia I (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1983) istilah ini justru diberi arti ”menderap (berlari tentang kuda)” dengan contoh ”Kudanya mendua hingga tidak terkejar lagi”. Apakah menderap dengan demikian sama dengan mendua? Itulah juga yang ingin kita ketahui.

Namun, Sutan Takdir Alisjahbana dalam bukunya, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia II, memberikan kepada istilah ini arti melangkah dua-dua. Karena kaki kuda itu empat, menjadi pertanyaan bagaimana wujud gerakan tersebut.

Ketiga, ligas, dengan turunan meligas yang berarti berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri (tentang kuda, katak, dan sebagainya). Keterangan ini menimbulkan pertanyaan: kedua belah kaki kanan serentak atau tidak, dan baru kedua belah kaki kiri, juga serentak atau tidak?

Pertanyaan lain yang agak menyeleweng adalah apakah benar katak berlari dengan kedua belah kaki kanan lalu kedua belah kaki kiri?

Keempat, congklang, dengan kata jadian mencongklang yang bermakna berlari kencang (tentang kuda) dan contoh pemakaian: ”Sementara kuda mencongklang kencang, masing-masing pemburu menarik busur yang besar dan kuat dari selongsong di punggung mereka”.

Di sini yang menimbulkan pertanyaan adalah bagaimana gerak kakinya. Kalau dikatakan berlari kencang, apakah itu tidak sama dengan menderap dan mendua di atas? Kembali timbul pertanyaan menyeleweng, mengapa kalau istilah mencongklang berarti berlari kencang, dalam contoh yang diberikan dikatakan ”sementara kuda mencongklang kencang?” Apa ini bukan tautologi?

Bagaimanapun penjelasan yang diberikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai keempat istilah gerak maju pokok kuda itu belum memadai. Mudah-mudahan di antara bangsa penunggang kuda yang tangguh di masa lalu ini ada yang bersedia menyumbangkan bagiannya.

Oleh : Koesalah Soebagyo Toer - Penerjemah

Sumber : Kompas, 15.01.10.

Senin, 01 Februari 2010

01.02.10 : Syukur (01)

Manusia susah sekali bersyukur, buktinya Penulis ini 'loh. Bisanya meminta teruuus sama ALLAH SWT namun sejujurnya rasa syukur atau dalam hubungan manusia sekedar mengucap tengkyu, koq pelit banget ya, ato malah boleh disebut lupa ? Astagfirullah.

Sedemikian pelitkah ? Sedemikian sibukkah ? Sejujurnya, kebanyakan manusia akan ingat kepada Sang Khaliq pada saat susah, melarat, menderita ato ya kondisi begitu deh. Acuh acuh butuh, padahal sih butuh banget, cuma malu mengakuinya.

Kalau sudah begini, apa maunya manusia dong ya ? Diberi nikmat hidup, jarang sakit, bisa plesiran, membina rumah tangga (bagi yang sudah melewatinya), dapat turunan yang baik, rejeki alhamdulillah mengalir terus, teman banyak, lantas apa yang dicari Bro' ?

Bersyukurlah semasa masih ada waktu dan jangan menyesali ingin bersyukur disaat kejepit 'lan pake sandal jepit, hidup bisa semakin sempit. Subhanallah, terima kasih, hari in dapat pencerahan berarti. Satukan jiwa dan yakinkan diri akan adanya satu kekuatan yang berasal dari ALLAH SWT.

Bagi Allah, manusia tidak shalat, tidak bersyukur, tidak berdo'a dan tidak peduli, ngga masalah. Allah tidak mendapatkan manfaat langsung kecuali menguji kesadaran manusia, sadar ngga sih loe pade ? Pahami diri kita sendiri sebelum memahami orang lain. Sudahkah ?

Jangan takabur, renungkan dalam dalam. Cukup rasanya ya Allah santapan rohani hari ini, semoga menggiring kami sekeluarga kepada kehidupan yang lebih baik, Insya Allah. Salah satu "kado" terbaik dari Allah SWT, senantiasa diingatkan dengan kesulitan.

Amin. Semoga bermanfaat.

Oleh : RAM.

Kamis, 28 Januari 2010

28.01.10 : Century

Andai tak terjadi geger Bank Century, kata century mungkin hanya diakrabi para peminat sejarah dan pencandu film bioskop di Tanah Air. Sejak kali pertama muncul sebagai publikasi sekitar 45O tahun lalu, century dikukuhkan sebagai istilah sejarah yang mengacu pada rentang waktu seratus tahun.

Kita menterjemahkannya menjadi abad, dipetik dari bahasa Arab. Kemudian century dikenal luas sebagai merek dagang sebuah perusahaan film Hollywood dan nama sindikasi gedung bioskop di Indonesia. Mungkin karena terkesan keren, kata itu banyak dipergunakan untuk penamaan atau sebutan lain-lain.

Sebagai konsep, century lahir dari rahim gerakan Reformasi Gereja di Eropa pada awal abad ke-16. Martin Luther, tokoh Reformasi, memandang bahwa untuk “memurnikan kembali ajaran Kristiani dari tumpukan tradisi selama berabad-abad” diperlukan pemahaman tentang perkembangan gereja itu sendiri.

Ia meminta kepada sekelompok sarjana Lutheran, dipimpin Matthias Flacius Illyricus, menulis sejarah gereja sejak abad pertama Masehi. Hasilnya: opus 13 jilid Magdeburg Centuries yang disusun 13 tahun (1559-1574). Artinya, setiap tahun terbit satu jilid yang mencakup waktu seratus tahun. Istilah century dijadikan batas setiap volume buku itu (Ernst Breisach, Historiography: Ancient, Medieval & Modern, 1883).

Sejak saat itu century menjadi konsep waktu berjangka panjang yang dikenal dalam histiriografi Barat. Kata lain yang setara dengannya adalah age atau ages, yang juga kita terjemahkan menjadi abad. Penggunaannya berbeda: century selalu digandeng dengan numeralia bertingkat (misalnya tenth century, abad 10) sedangkan age(s) dijejer dengan adjektiva ataupun nomina (golden ages, abad keemasan).

Dalam bahasa Indonesia abad bisa digunakan untuk dua konteks itu, abad ke-21 ataupun abad kemakmuran. Contoh penggunaan century terlihat dalam judul buku lama Bernard Dahm, History of Indonesia in the Twentieth Century (1971); sedangkan age digunakan dalam buku saku Stuart Hampshire, The Age of Reason (1955).

Penggabungan century dan age dalam satu nafas judul terbaca pada esai sarjana Jepang, Tsuchiya Kenji, “Javanology and the Age of Ronggowarsito: An Introduction to Nineteenth Century Javanese Culture” (1990); huruf miring ditambahkan).

Seperti abad, kata century dibayangkan untuk suatu keabadian. Dalam ungkapan yang berbeda, sejarawan Perancis, Fernand Braudel, melahirkan konsep la longe duree untuk melukiskan “waktu sejarah” yang sangat panjang, penuh dinamika, tetapi sering tak disadari manusia yang melintasinya.

Kepada manusia yang bergumul dalam kemelut waktu sejarah, Braudel berpesan, Nee pas penser dans le seul temps court, ne pas croire que la seuls acteurs qui font du bruit soient le plus authentiques (dalam Annakes, 13/1958). Kira-kira, “Jangan hanya berpikir jangka pendek, jangan percaya bahwa actor-aktor yang berisik itu yang paling autentik”.

Oleh : KASIJANTO SASTRODINOMO

Pengajar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Indonesia

Dimuat : "Kompas", kolom "Bahasa" edisi 8 Januari 2010

Kamis, 21 Januari 2010

21.01.10 : Lelah


Lelah rasanya didera berbagai problematika hidup yang seolah tak kunjung padam. Beres satu, muncul yang lain. Harus bersikap bagaimana ya supaya tidak berulang dan bisa segera usai, menikmati hidup sebagaimana yang diharapkan setiap insan.

Dari berbagai tulisan disebutkan, kita selalu mengharap yang tidak terjangkau sehingga gampang menjadi frustasi, kesal dan pastinya melelahkan menggapai yang berada diluar jangkauan kemampuan seorang manusia. Sehebat apapun sebutan orang terhadap kita, kita tetap punya keterbatasan.

Pasrah ? Ya, begitulah seharusnya dan setidaknya hingga hari ini kita memasrahkan hidup dan mati kita kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dia yang punya hak hidup kita dan hak mematikan setiap ciptaan-NYA. Subhanallah.

Kita mahkluk kecil dan tak berdaya tetapi selalu menganggap diri ini besar, berjasa dan lebih hebat dari yang lain. Manusiawi 'lah namun jika tidak segera disadari, bahaya laten mengancam. Semoga kami masih diberi kesempatan mengenyam kehidupan yang lebih baik dari hari ini, kedepannya.

Yaa Allah kepada-MU 'lah semuanya kembali. Ampun untuk setiap tindakan yang tidak terjaga dihadapan-MU, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang terjaga dengan baik ataupun yang lalai karena kita hanyalah manusia biasa.

Hidupkan semangat ini dan jangan kau padamkan harapan membina kehidupan masa depan yang lebih baik. kami merindukannya dan hanya mampu berpaling kepada-MU dengan rasa malu luar biasa, banyak meminta tetapi lalai dan enggan menjalankan perintah-MU.

Ampun Yaa Allah, ampun. Lelah hati ini namun mengingat nama-MU menguatkan semangat agar hidup ini terus dijalani bak air mengalir. Jangan diterjang, ikuti apa adanya. Jangan pula jadikan sifat manusiawi sebagai alat untuk mencari alasan. Insya Allah lancar. Semoga.

Oleh : RAM

Kamis, 14 Januari 2010

14.01.10 : Yaa Allah

Tak terasa, waktu terus berjalan hingga sudah menunjukkan angka tahun Masehi 2010 atau 1431 Hijriah dalam penanggalan Muslim. Usia secara deret angka bertambah terus tetapi tidak demikian dengan deret ketentuan Allah SWT.
Itu artinya umur kita berkurang secara bertahap, hari demi hari dan tinggal menghitung hari. Sudah mendekati setengah abad, astagfirullah aladzhiim.
Banyak nikmat yang hingga saat ini dilupakan dan kita lupa terhadap Sang Pencipta untuk mensyukurinya. Menghirup udara segar sepanjang hari, gratis, tanpa bayar.
Nikmat sehat wal’afiat yang tiada tara serta masih diberi lagi memiliki keluarga yang baik (suami/isteri, anak, or-tu, kawan, lawan dan seterusnya), pekerjaan. Subhanallah.

Tanpa sadar aktifitas keseharian menyita ingatan terhadap Sang Pencipta. Begitu banyak nikmat yang dilimpahkan oleh-NYA kepada kita semua namun sebagian kita hanya akan ingat saat dia (seseorang) jatuh sakit, terkena musibah atau sedang menderita (baca : susah).

Sedikit saja dari kita-kita ini yang mampu "menguasai diri", saat senang bisa bersyukur, saat berpunya berdzikir, saat berbahagia menyebut Asma Allah. Sungguh bersyukur insan yang ada digolongan ini.

Yaa Allah, betapa banyak diri ini mengabaikan peringatan dan larangan yang seharusnya dijauhi, tetapi malah kita bangga melanggarnya. Rentang waktu sejauh ini membuktikan Engkau masih menyayangi kami dengan mengirim pesan tersirat dan tersurat namun kami maklum, semuanya tak sepenuhnya bisa dipahami dengan logika.

Yaa Allah, begitu banyak waktu terbuang dan begitu sombong manusia memaknai hidup ini, seolah ngga ada kata mati dan kita akan hidup selama yang kita mau. Padahal, seperti kita maklumi, perkara jodoh, maut dan rezeki, itu adalah wewenang mutlak Allah SWT.

Yaa Allah, bila memang rambut mulai memutih, jalan mulai tak tegap, mudah lupa, semua mengingatkan usia seseorang sudah menua. Alamiah. Dan tentunya bukan sesuatu yang memalukan bahwa setiap saat Allah SWT bisa memanggil siapa saja yang diinginkannya bila kontrak hidup didunianya sudah usai.

Yaa Allah, terima kasih sudah mengingatkan kami sekeluarga. Entah sengaja atau tidak. Manusia memandang kesulitan hidup sebagai perbuatan tidak adil. Namun kita selalu berusaha optimis dan memandang ujian yang diberikan Tuhan adalah supaya kita "naik kelas" ke jenjang yang lebih baik. Semoga.

Dengan segala kerendahan hati, kami hanya ingin sharing (berbagi) pengalaman disini, bukan mengagungkan betapa hebatnya ulah segelintir manusia yang ingin dipuji. Bukan itu.

Hanya berbagi, agar mereka yang belum merasakan kenikmatan dan pahit getirnya dunia, dengan memaknai yang lazim dan logis di alam dunia.

Hidup manusia dibatasi 2 (dua) penyingkap tabir yang saling berlawanan: suka duka, senang sedih, atas bawah, dekat jauh dan seterusnya. Sampai sebatas mana kita bisa memilah dan menjalani keduanya dengan harmonis.

Keseimbangan sangat bersifat relatif dan bisa tercipta bila sejujurnya dilalui dengan ridlo dan sikap pasrah. Doa jalan terus dan jangan pernah berhenti. Itu bagian dari yang namanya usaha.


Yakinlah, Allah SWT Maha Bijaksana, Maha Adil dan Maha Tahu. Kita sebagai yang dicipta, tahu apa sih ? Terkesan sok tahu, iya sih. Jalani saja dan nikmati hidup ini apa adanya, asal ngga menyimpang dari prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita semua akan selamat dan selalu mendapat lindungan-NYA selalu. Amin.
Wassalam. Hamba Allah yang memiliki banyak kekurangan namun tetap ingin belajar dan mengabdi. Terima kasih Yaa Allah untuk kesempatan ini sehingga forum berbagi bisa maujud.
Oleh : RAM.

Kamis, 07 Januari 2010

07.01.10 : 8 Langkah Menjadi Ayah Ideal

Siapa bilang peran ayah terhadap buah hati jauh lebih kecil ketimbang peran ibu? Ternyata, seperti apa pun kondisi sang ayah, pengaruhnya terhadap perkembangan anak-anak sedemikian besar. Berikut kiat-kiat menjadi seorang ayah ideal.

Sejauh mana keberadaan ayah berpengaruh terhadap perilaku dan kebahagiaan hidup anak? Menurut penelitian, relasi yang terjalin antara anak dengan sosok ayah ternyata berpengaruh besar terhadap pembentukan rasa percaya diri si anak.

Termasuk di dalamnya adalah pencapaian prestasi belajar anak di sekolah, sekaligus menjadi pondasi bagi terbentuknya kepuasaan hidup dan relasi yang mampu bertahan lama kelak saat si anak dewasa.

Sosok ayah (baik ayah biologis, ayah tiri, ataupun sosok pengganti ayah lain) juga bisa menjadi pendorong yang luar biasa kuat terhadap segala hal baik maupun keburukan dalam kehidupan si anak.

Nah, apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang ayah ideal bagi anak-anaknya?

1. Sesibuk apa pun, sediakan waktu bersama si kecil. Ini sangat membantu anak merasa nyaman, merasa kompeten, sekaligus merasa dicintai. Tak hanya itu, ayah yang baik juga mampu melepaskan “topeng” kekakuan sikapnya.

2. Jadilah pendengar yang baik. Kesediaan diri untuk menyediakan waktu bagi buah hatinya juga tidak hanya dilakukan sesekali saja. Melainkan dilakukan secara teratur dan penuh kesadaran, hingga ketersediaan waktunya benar-benar berkualitas dan terfokus sepenuhnya untuk si anak.

3. Semakin banyak waktu yang dihabiskan para ayah bersama anak-anaknya, semakin baik pengaruhnya. Inilah yang dinamakan efek dosis. Tak perlu hal-hal mewah atau mahal, cukup sekadar jalan-jalan di taman kompleks, ngobrol, dan melakukan aktivitas bersama.

Ingat, dengan menyediakan waktu yang berkualitas, seorang ayah sudah melakukan banyak hal istimewa terhadap buah hatinya.

4. Tidak segan-segan mengantar dan menjemput mereka ke sekolah, serta menjalin komunikasi yang positif dengan para guru demi mengikuti perkembangan si kecil di sekolah.

Perlu diketahui, seorang ayah yang antusias pada pendidikan anak-anaknya ternyata memberi kontribusi positif terhadap prestasi belajar anak di sekolah.

5. Turun tangan mengurus keperluan sehari-hari si anak, dari sekadar ngobrol sampai membacakan dongeng untuk si kecil. Sosok ayah seperti ini sadar sepenuhnya bahwa dalam keluarga, ia adalah seorang model bagi separuh populasi penduduk dunia, yakni para pria.

Kepada anak laki-lakinya, tanpa banyak bicara, si ayah telah menunjukkan bagaimana menjadi pria sejati. Sementara kepada anak perempuannya, sang ayah menunjukkan bagaimana seorang laki-laki yang baik akan memperlakukan wanita secara elegan.

6. Seorang ayah yang baik juga mampu memberi anak-anaknya ra­sa percaya diri. Pengasuhan maupun perilaku yang buruk dari seorang ayah tercermin dalam ujud rendahnya rasa percaya diri si anak.

Sebagai contoh, mereka yang semasa remaja terjerumus pada berbagai masalah ternyata mendapat pengasuhan yang negatif atau malah sama sekali tak pernah mendapat pengasuhan yang cukup dari ayahnya.

7. Jangan pernah meremehkan kemampuan anak “membaca” situasi. Seorang anak luar biasa sensitif terhadap penolakan, kekerasan sikap, maupun lontaran kritik dari sang ayah.

Anak juga teramat peka, sehingga bisa merasakan apakah ayahnya mengabaikan dia alias sama sekali tidak menaruh peduli pada kehidupannya.

Meski sedang berbicara ke­­pa­da­­ny­a, a­na­k bahkan bisa merasakan kalau pikiran dan hati sang ayah sedang mengembara alias tak terfokus padanya.

Kalau anak berulang kali menghadapi kondisi tak menyenangkan seperti itu, jangan heran kalau si anak merasa dirinya bukanlah sosok yang cukup berharga di mata ayah.

Perasaan tak berharga ini akan semakin tertanam kuat kala ia harus menghadapi lingkup yang lebih luas.

8. Ingat, bentuk-bentuk pengasuhan yang negatif dari ayah bisa menyebabkan penyimpangan perilaku yang memprihatinkan.

Tindak kekerasan yang dilakukan ayah terhadap siapa pun berpengaruh sangat besar terhadap benih-benih agresivitas dalam diri si anak. Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak.

Sumber : Tabloid Nova.

Senin, 04 Januari 2010

04.01.10 : Ger-Mo

Boleh setuju, boleh mencibir, kata ger-mo bisa berindikasi positif. Ngga seperti yang kita kenal seperti sekarang, germo identik dengan sesuatu hal yang negatif alias terlarang di mata masyarakat.

Buat pria hidung belang,pasti langsung balik badan. Tapi untuk pria normal biasanya penasaran. Pasalnya, germo yang dikenal sekarang memang demennya memelihara wanita penghibur, jadi ya gitu deh konotasinya.

Ger-mo yang satu ini memang berbeda dengan germo yang dikenal saat ini. Pertama, cara penulisannya pakai alat Bantu tanda minus (-) dan ger-mo ini merupakan singkatan dari "gerakan moral". Jelas khan.

Ini dasar pembahasan ulasan singkat tentang ger-mo selanjutnya, kalau mau sinis bolehlah, namanya juga usaha dan menulis untuk kepuasan hati, so what gitu 'loh ?

Adalah kesuksesan luar biasa bagi publik manakala ger-mo berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi jejaring sosial yang bernama "Facebook" (baca : fezbuk) dan penggemar atau anggota kelompok yang mendukung suatu misi tertentu menyebutnya sebagai "Facebooker", berhasil "mengalahkan" supremasi hukum yang ada.

Sampai-sampai ada yang berkata dengan nada sinis, saat ini ranah hukum mulai didesak oleh ranah publik, contoh terbaru adalah menangnya kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional dan kasus Bibit-Chandra (pejabat KPK) yang didakwa dengan tuduhan berbeda-beda, sehingga membuat masyarakat luas geram.

Munculah istilah-istilah baru didalam jagad dunia maya, sebutan "Perseteruan Cicak-Buaya" serta "Koin Untuk Prita". Republik ini memang mengesankan, tali persaudaraan masih begitu kental, yang benar (Insya Allah) akan menang. Subhanallah.

Berbicara hati nurani, mirip selera, sulit diperdebatkan. Facebooker yang menggalang suara hingga rusan bahkan jutaan pendapat dari nurani terdalam disertai keprihatinan, mampu "menumbangkan" kekakuan ranah hukum.

Fezbuk bagi rakyat yang sudah teknologi informatika, menjadi alat ampuh memperjuangkan kebenaran yang hakiki walau masih perlu contoh-contoh ger-mo lain sebagai model.

Timbul pertanyaan mendasar, apakah kita sudah ngga percaya dengan wakil rakyat yang hasilnya jarang memihak kepentingan rakyat ? Atau muak dengan segelintir oknum penegak hukum yang plin-plan ? Ngga perlu didebat, renungkan saja.

di masa mendatang, bakal muncul daftar ger-mo lain, disaat hati nurani rakyat dikelabui oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan pribadi atau lembaga tertentu ?

Jangan main-main, rakyat sudah memiliki saluran yang dirasa pas untuk menumpahkan segala keluh kesah, hingga bisa dipercaya ampuh untuk menekan pemerintah – bila perlu.

Semoga semua pihak bisa mengaca diri bahwa germo bisa juga berbagi cerita baik. Cuma germo yang mana ? Germo ini atau Ger-Mo yang ini ?

Kita akan lihat penampilan ger-mo lain di sesi yang berbeda. Ngga harus selalu berpikir miring khan. Tapi ingat, ger-mo yang ini berbeda dengan germo yang satunya. Sampai jumpa.

Oleh : RAM

Kamis, 31 Desember 2009

31.12.09 : Jangan Merasa Paling Shaleh

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu."(QS, al-Hujurat [49]: 13)

Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap .

Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.

Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur.

Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.

Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya.

Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.

Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, "Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. Bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. "

Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-Fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:

"Ya, Allah. Tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan-Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakakku, Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu, Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat.”

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah SWT. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.

Cerita ini begitu menyentuh , semoga dapat menjadikan hikmah bagi kita semua. Amin.

Sumber : Unknown.

Senin, 28 Desember 2009

28.12.09 : Binatang

Mayoritas penduduk di republik ini termasuk penyayang binatang piaraan. Setidaknya untuk ukuran masyarakat umum - bisa disebutkan beberapa diantaranya : ayam, kucing, anjing, aneka burung dan lain-lain. Tetapi betulkah demikian dan mengapa perilaku yang jelek justru dialamatkan ke mereka-mereka yang disebut binatang.

Manusia berulah, pepohonan di hutan liar dijadikan komoditas dengan dalih memberikan lapangan pekerjaaan bagi penduduk setempat dan begitu sudah gundul dibiarkan begitu saja. Di belahan bumi lainnya, sejumlah harta karun negeri ini didulang oleh segelintir pengusaha dengan dalih menambang untuk memberikan lapangan pekerjaan.

Bila manusia merawat alam, niscaya yang namanya longsor atau banjir skalanya tidaklah sebesar sekarang ini, jadi bencana nasional. Karena manusia kemaruk dan ingin menghabiskan cadangan sumber daya alam & mineral sekaligus, maka dampak yang didapat adalah ketidak-seimbangan di alam.

Usilnya manusia nih, kalau bencana sudah merebak kemana-mana, lantas dengan entengnya mengatakan Allah tengah menguji iman kita. Padahal Allah SWT selaku Sang Pencipta ngga pernah memberikan hal-hal yang jelek selain memberikan hukuman akibat kelakuan umatnya yang keterlaluan terhadap para utusan-NYA.

Kini, ulah manusia semakin menjadi-jadi, khususnya di republik ini. Setelah meminjam istilah Cicak-Buaya tempo hari, kini giliran Gurita yang dicaci-maki. Padahal jujur saja para binatang ini kalau diberi kesempatan membela diri, mereka pasti ngga rela dibawa-bawa dan dijadikan bulan-bulanan omongan ngga meng-enak-kan. Hati-hati, para binatang pun mengenal hukum laiknya manusia, "Hukum Rimba" namanya.

Asosiasi binatang sepelosok negeri (bila diijinkan) ingin rasanya berunjuk rasa agar istilah yang dipakai untuk "suatu perbuatan yang tidak baik", jangan mengatas-namakan pihak marga satwa. Pakai saja nama manusia atau kelompok manusia atau membuat istilah baru yang lebih netral ketimbang mendiskreditkan binatang. Ngga hewani rasanya.

Tersebutlah dalam kamus pergaulan sejumlah pelakon penting, seperti : "kambing hitam", "buaya darat", "kupu-kupu malam", "professor kodok", "gurita bisnis", "lintah darat", "ayam kampus", "cinta monyet", "raja singa" dan sederet tokoh lain.

Intinya, konotasi mereka selalu negatif, kurang ajar, seronok dan ya gitu deh. Ibarat kelakuan minus, selalu kena getahnya.

Ruwetnya, manusia yang berbuat keliru ehh … nama yang muncul "loe lagi loe lagi" alias 4L. Nasib benar kau kaum hewani ini. Sampai-sampai Kapten Haddock pun (dalam kisah komik bergambar "Petualangan Tin Tin" ciptaan Herge) melakukan sumpah serapah mengundang nama semua tokoh kebun binatang.

Adilkah manusia menggunakan istilah yang kurang pantas dengan memakai istilah binatang tertentu ? Andai binatang bisa ngomong, kesulitan besar akan menghadang penduduk di negeri ini. Percaya ?

Sumber : RAM

Kamis, 24 Desember 2009

24.12.09 : 10 Pertanyaan Bule Yang Susah Dijawab


Suatu hari, gue membaca sebuah blog milik seorang teman wanita yang menikah dengan orang Prancis kalau nggak salah. Mereka kemudian tinggal di New York untuk beberapa tahun.


Suatu hari, si suami nguping pembicaraan istrinya yg lagi ngobrol dengan temen Indonesianya lewat telfon. Usai nelfon, si Istri ditanya oleh suaminya yang bule“What is the meaning of ‘Siih’, ‘Lhooo’, ‘Waaah’ and ‘Dooong’ ?”:-)


Si Istri ketawa dan menjawab “Itu semua nggak ada artinya”


“Lalu kenapa dipake kalau ga ada artinya?” Istrinya menjawab balik, “Itu penekanan ajaa”“Ooohh…” lanjut si bule.. kemudian dia tiba tiba berkata“I love you… dong?” HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA….


Kadang kadang, ada beberapa hal yang susah untuk dijelaskan kepada bule. Ada pertanyaan dari mereka yang entah kenapa susah untuk kita jawab.


Contoh, berikut adalah beberapa pertanyaan dari bule yang ga bisa gue jawab. “Why do Indonesians eat ‘Torpedo’ ??”, “What is Kualat?”


NAAAAAAAAAAAAAH Kemarin malam gue nanya sama pendengar gue (Hardockers) ketika siaran di "Provocative Proactive" (Kamis malam jam 20.00)


Dan berhasil mengumpulkan "TOP TEN PERTANYAAN DARI BULE YANG SUSAH DIJAWAB".


10. “Why is everybody in a hurry??”

Ditanya seorang bule ketika dia liat mobil mobil pada nyalip lewat bahu jalan tol


9. “Why do you still live with ur parents?”

Ditanya seorang bule kepada seorang wanita 25 tahun. Nampaknya si bule membandingkan dengan tempat tinggalnya di Amerika


8. “Can you teach me how to say R?”

Maksudnya R-nya Indonesia. Hehehehe


7. “Why do you call me BULE?”


6. “What is Ojek in english?”


5. “Is this Kampong?”

Ditanya oleh bule yang terkejut dibawa lewat jalan tikus


4. “Why are we not moving”

Ditanya sama bule yang lagi naik angkot. Yang ditanya mau jawab ngetem tapi ga tau bahasa inggrisnya ngetem apa…


3. “Why would anyone in the world would give its son’s name booty man(budiman)?”


2.”What’s the difference between ‘Ya iyalaah’ and ‘Ya iya dooong?”


1. “What are you eating?”

Masalahnya yang ditanya lagi makan otak otak… bingung deh dia jawabnya.. masak dijawab BRAIN BRAIN?


Gimana, ada yang bisa Menjawabnya?


Sumber : Unknown.

Senin, 21 Desember 2009

21.12.09 : keSUKSESan


Dear All,


Just want 2 share with u...Luv u all n God bless all of u...^^


Saya coba menjabarkan kisah SUKSES saya berdasarkan pengalaman saya sendiri...

Saya banyak terpengaruh oleh keSUKSESan Kelvin Hui (saya beruntung bisa datang ke seminarnya tahun lalu di Jakarta ).


Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder dari ambatch.com dan SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta dollar hanya untuk mempromosikan Yahoo! Di Hongkong, Korea, dan Jepang selama tiga tahun!


Yang menarik, orang ini justru sangat-sangat sederhana dalam berpakaian, tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang keSUKSESan.


SUKSES itu sederhana, SUKSES tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya,

SUKSES itu tidak serumit/serahasia seperti kata Robert Kiyosaki/Tung Desem Waringin, SUKSES itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA!

Karena keSUKSESan terbesar ada pada diri Anda sendiri...


Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum, itu adalah SUKSES pertama Anda!


Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah keSUKSESan Anda yang kedua...


Ketika Anda ke sekolah, bahkan bisa menikmati studi S1 di saat setiap menit ada 10 siswa yang drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah SUKSES Anda yang ketiga...


Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan di bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang lainnya menjadi pengangguran, itulah keSUKSESan Anda yangkeempat...


Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada tiga juta orang yang mati kelaparan setiap bulannya, itulah keSUKSESan Anda yang kelima...


SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya...


Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click!" yang dibintangi oleh Adam Sandler, "family comes first," begitu kata-kata terakhirnya kepada anaknya sebelum ia meninggal...


Saking sibuknya Adam Sandler dalam mengejar keSUKSESan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak-istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahnya, keluarganya berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya tidak mengenal siapa ayahnya...


SUKSES selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-menerus menjadi best seller dengan membuat keSUKSESan menjadi suatu hal yang rumit dan sukar diperoleh...


SUKSES tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, bisa keliling dunia, menyebar uang dari helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, resort mewah di Karibia, dll...


Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa SUKSES memiliki arti yang berbeda...


SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja...


SUKSES sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan.


SUKSES sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda. Pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya. Pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda harus bersiap lagi menghadapi episode yang baru...


SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak menipu, apalagi scam, saleh, dan selalu rendah hati.


SUKSES itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit.


SUKSES sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuhsyukur...


Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami adalah seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa, hidup saya begitu nelangsa cuma mampu makan nasi warteg satu kali sehari dengan menu nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng.


Tetapi ternyata nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika...


Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan. Tetapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang...


Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, memakai baju yang lusuh, tas yang kotor, dan alat tulis seadanya. Datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman, tetapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama-sama sampai di tujuan ternyata...


Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang auditorium. Ada speaker untuk karaoke, ada tape untuk mendengarkan musik, ada home theater...


Dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja harganya 400 juta rupiah, saya disuruh mendengarkan waktu beliau memutar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass-nya bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga. Sama nikmatnya dengan mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya cuma seharga 100 ribu rupiah...


Pernahkah Anda menyadari?Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar. Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.


Ya, Anda mungkin harus bekerja siang dan malam untuk membayar KPR selama 15 tahun atau membeli mobil/motor secara kredit selama tiga tahun.


Namun itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam hari kepada penawar yang tertinggi, untuk mendapatkan uang agar bisa membeli makanan, membayar pulsa telepon dll...


Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda... TETAPI DIRI ANDA SENDIRI !


Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat daripada orang bodoh, karena semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...


Itu sebabnya mengapa harga dua jam Robert Kiyosaki untuk berbicara di suatu seminar = 200 juta rupiah, atau harga 2 jam seminar Tung Desem Waringin mencapai 100 juta...


Itu sebabnya mengapa Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar 200 juta dollar hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk menjadi mahal bukan karena merk-nya, namun karena produk tersebut dipakai oleh siapa...


Itu sebabnya bola basket bekas milik Michael Jordan bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk yang sama bila dijual harganya justru turun...


Hidup ini lucu... kita seperti mengejar fatamorgana. Bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga dan akhirnya sampai di tujuan, yang kita lihat hanya pantulan sinar matahari saja...


Lucu, bila setelah membaca tulisan di atas, Anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem kepada orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri Anda, mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, istri, anak, dan sahabat-sahabat Anda.


Lakukanlah selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, karena LIFE IS SO SHORT.


Tetap giat bekerja namun luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke...


Nikmati hidup anda yang singkat ini. Enjoy your life, because life is so short...


Sumber : Unknown.

Kamis, 17 Desember 2009

17.12.09 : "Abraj Al Bait" - Gedung Tertinggi Ke-2 Di Dunia


Ass wr wb,


Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Rasululullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum manusia berlomba-lomba meninggikan gedung-gedung….

Gambar detil silahkan klik http://www.abrajal-bait.com/


Abraj Al Bait… sebuah gedung tinggi yang mewah, berada di sebuah tanah suci umat muslim. Tegak berdiri tepat di depan Masjidil Haram.


Sungguh mengerikan dan menakutkan membaca Hadits di atas… lalu kemudian mengalihkan pandangan mata kepada gedung jangkung yang sedang dikebut pembangunannya.


Kengerian makin bertambah saat menempati gedung tersebut, tidur menginap di dalamnya dan memandang menara Masjidil Haram yang berada jauh di bawah…. kalah tinggi dengan jendela kamar salah satu tower komplek "Abraj Al Bait".


Air mata meleleh. Ya Allah… kenapa…. tanda-tanda kiamat yang telah dikabarkan oleh Rasulullah, utusan-Mu, sang pemberi peringatan…. kini nampak bertambah jelas. Berapa lama lagi umur manusia ini… Engkau genggam?


Pembangunan komplek tower Abraj Al Bait direncanakan dengan tinggi 595 Meter, serta dengan jumlah lantai sebanyak 76 lantai, diperkirakan akan selesai tahun 2010. Sebuah gedung tinggi, megah dan mewah dengan bangunan hotel bintang 5 serta pusat perbelanjaan kelas atas.


Berada satu paket di dalamnya, ada 7 tower yang dibangun, yaitu tower : Hajar, Sara, Zamzam, Maqam, Marwa, Safa dan Tower Hotel. 4 diantaranya telah selesai dibangun dan disewakan untuk hotel jamaah haji.


Ironis memang… diantara kesakralan dan kesucian tempat kiblat ibadah umat muslim, berdiri di depannya sebuah komplek gedung angkuh… seakan menantang kekhusyu’kan ibadah.


Ditawarkan di dalamnya berbagai kesenangan dunia yang melalaikan.


Qadarullah… Aku menginap di salah satu tower Abraj Al Bait, yaitu tower Zamzam tepatnya di lantai 22, kamar nomer 23. Dari jendela kamar, terlihat pemandangan Masjidil Haram yang begitu jelas.


Menaranya yang kalah tinggi. Dari kejauhan terlihat pergerakan manusia hendak menuju maupun meninggalkan pusat kiblat umat muslim seluruh dunia.


Tidak itu saja, dari jendela pun terlihat pemandangan kota Mekkah serta terkadang ditambah sebuah pemandangan gunung batu yang tengah dihancurkan dengan dinamit, debu-debu yang berterbangan.


Gunung-gunung tersebut sebentar lagi, entah 1 atau 2 tahun lagi akan berganti dengan gunung baru, yaitu gunung jangkung berbentuk bangunan hotel.


Ya Allah… Ampunilah kami, manusia-manusia yang senantiasa membuat kerusakan di muka bumi…


Sumber : Unknown.