Selasa, 10 Desember 2019

10.12.19 : Meeting Dengan Meratus Line


Sehubungan dengan program restrukturisasi yang dilakukan manajemen Indah Group (IG) terhadap biz unit ato divisi yang ada selama ini, maka sesuai keputusan yang telah ditetapkan Indah Shipping (InShip) melebur dalam Indah Logistik  (InLog) sedangkan IKM menjadi satu dengan ILI.

Secara otomatis karena pimpinannya beda satu sama lain, maka perlu diperkenalkan kepada vendor maupun Customer atas perubahan yang terjadi supaya ngga terkaget-kaget.

Sebelumnya sempat diberi masukan oleh Customer, mbok ya kalo ganti pimpinan bilang2 ato minimal memperkenalkan diri supaya Customer gak bingung, saat menghadapi problem, harus menghubungi siapa. Begitu kira2.

Siang ini, perwakilan Meratus Line Jakarta pemegang account IG datang dan berdiskusi dengan tim Indah Logistik (GM, BM, Staf)  didampingi GM ILI juga. Maklum GM ILI rupanya mantan orang Meratus pula he 3x.

Dokumentasi terlampir. Isu utama yang dibahas terkait kontribusi angkutan via Meratus Line dan pengenalan pelabuhan Tanjung Pinang + Kendari untuk shipment kedepannya. Jozz.

                                                     BeKaSi, 10.12.19

Senin, 09 Desember 2019

09.12.19 : Sharing Session MDP X



Setelah absen dari kegiatan sharing session beberapa waktu lalu, karena terpotong masa sakit selama hampir 2 (dua) minggu, baru hari ini kesampean nyampein materi umum dalam sebuah sharing session.

Kita lebih memilih tema bebas untuk berdiskusi, ketimbang menetapkan satu tema tapi saat pembahasan jadi kaku. Bagi nara sumber lain bisa jadi demikian, jadi hitung2 pembebasan materi kali ini sehingga bisa bertanya hal apapun he 3x.

Bukannya kita serba tahu tetapi pembahasan moda darat, laut + udara dalam topik sharing session jarang2 bisa disampein. Terakhir metode ini diberikan saat mengisi acara MDP IX dan kini sudah menyebar di seluruh daerah.

Semoga pengetahuan yang disampein bermanfaat dan tanpa bermaksud menggurui, semoga tepat sasaran. Siiiip. Pulangnya mengamati pembangunan jalur rel LRT Jabodetabek di Cikunir.

                                                 JaKaRTa, 09.12.19

Jumat, 06 Desember 2019

06.12.19 : Finalisasi Proyek Hero



Siapa yang gak kenal Hero ? Yaps, dulu nama salah satu supermarket kondang sederetan dengan Matahari, Golden Truly dan sejenisnya. Kini masih ada juga namanya tetapi lebih menonjol dengan nama Giant.

Apapun itu, dunia bisnis selalu menampilkan keunikan tersendiri. Ceritanya, IG dapat orderan untuk mengangkut barang2 Hero di area Jabodetabek. Yang namanya awal, pastinya kudu melewati masa evaluasi.

IG akan coba sebaik mungkin dan semoga target yang diberikan dapat dilalui dengan baik. Lead time tetap menjadi patokan setiap Customer yang main di channel supermarket ini. Armada yang dibutuhkan kebetulan chiller / thermo king dibawah Ithigo.

Waktu menjadi bagian yang sensitif dan menentukan kelangsungan suatu ekspedisi bakal lanjut kerja bareng ato ngga nih. Bismillah aja.

JaKaRTa, 06.12.19

Rabu, 04 Desember 2019

04.12.19 : Menakar Kesiapan BPJPH Melayani Sertifikasi Halal


Bisnis.com, JAKARTA - Pembahasan  biaya sertifikasi halal melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang akan diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ditargetkan bisa rampung sebelum akhir tahun ini.

Namun, hingga kini kesiapan badan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama itu masih banyak dipertanyakan oleh sejumlah pelaku usaha, khususnya terkait dengan infrastreuktur pendukung.

Selama ini, pelaku usaha banyak yang mengeluh lantaran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di masing-masing Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag yang menjadi titik pelayanan sertifikasi halal di daerah masih banyak yang belum siap dan tidak bisa memberikan informasi yang konkrit mengenai pengajuan sertifikasi tersebut.

Demikian pula dengan situs resmi BPJPH beserta aplikasi Sistem Informasi Manajemen Halal (SIHALAL) yang masih belum bisa diakses oleh pelaku usaha untuk mengajukan atau sekadar mencari informasi mengenai sertifikasi halal yang merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJPH Sukoso mengatakan pihaknya melalui PTSP yang tersebar di Kanwil Kemenag tingkat provinsi sudah sejak 17 Oktober 2019atau saat diberlakukannya UU No. 33/2014 tentang JPH telah melakukan pelayanan berupa pemberian informasi mengenai persyaratan, alur, mekanisme pendaftaran, hingga pengembangan produk.

Selain itu, PTSP bersama dengan BPJPH Pusat di Jakarta juga sudah menerima pendaftaran baik untuk pengajuan baru maupun perpanjangan sertifikasi halal walaupun masih belum bisa diproses lantaran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur hal tersebut belum terbit.

Saat ini diketahui pemerintah baru menerbitkan Peraturan Menteri Agama (Permenag) No. 26/2019 yang hanya mengatur tahapan JPH. Dalam aturan turunan undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut disebutkan wajib sertifikasi halal dimulai dari registrasi untuk pelaku usaha makanan dan minuman (mamin).

Pendaftaran untuk pelaku mamin dimulai pada 17 Oktober 2019 hingga 17 Oktober 2024. Sementara itu, untuk pelaku selain mamin pendaftaran dapat dilakukan mulai 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2024.

“Berdasakan data Kemenag terbaru, pelayanan sertifikasi halal yang sudah dilakukan baik di Kanwil Kemenag Provinsi atau BPJPH Pusat mencapai 1.561 pelayanan, paling banyak di BPJPH Pusat [sebanyak] 1.038 pelayanan, sebagian besar diantaranya datang berkonsultasi menanyakan alur atau prosesnya,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (12/2/2019).

Namun, Soekoso juga tak menampik bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki terkait dengan pelayanan sertifikasi halal yang melibatkan PTSP di Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia hingga situs resmi BPJPH dan aplikasi SIHALAL yang masih belum bisa diakses karena masih diujicoba. Adapun waktu ujicoba yang dibutuhkan sekitar 3-6 bulan sejak 17 Oktober 2019.

“Kanwil itu dalam struktur organisasi dengan BPJPH itu kita meminta bantuan kepada mereka. Untuk memaknai itu, tentunya teman-teman di Kanwil tidak begitu paham 100% terhadap hal-hal yang terkait dengan halal ini. Oleh karena itu, kita terus memperbaiki dan mengkomunikasikan hal yang terkait dengan Kemenag kita kan mengenal PTSP yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam rangka mengoptimalkan pekerjaan dari Kemenag kami numpang disitu dulu sambil membangun sistem,” paparnya.

Lebih lanjut, terkait dengan kesiapan auditor dan lembaga pemeriksa halal (LPH) selain Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI, BPJPH diketahui telah memiliki 226 auditor halal dan ditargetkan hingga 2024 mendatang jumlah tersebut bertambah sampai dengan 5.000 auditor.

Adapun untuk LPH, BPJH telah menjalin kerjasama dengan 71 instansi yang sebagian besar diantaranya adalah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi Islam, khususnya yang memiliki sistem manajemen mutu ISO 17025.

Kemudian terkait dengan biaya sertifikasi yang hingga kini masih menjadi pertanyaan bagi pelaku usaha. Menurut Sukoso hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Kemenkeu. Dia mengklaim sudah mengirimkan draf mengenai biaya sertifikasi yang terlebih dahulu dibahas dengan LPH dan auditor halal terkait kepada kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati itu.

“Kalau untuk biaya [sertifikasi halal] saat ini kami sudah mengirimkan drafnya kepada Kemenkeu. Karena aturannya kan begitu, Menteri Keuangan melakukan evaluasi bersama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian karena terkait dengan omnibuslaw hal ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, seraya menunggu pembahasan biaya sertifikasi tersebut selesai, Sukoso menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan melakukan forum group discussion bersama dengan kementerian atau lembaga terkait, tak terkecuali Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kemenko Perekonomian.

“Semua dari kami (BPJPH) sebenarnya, kami itu sudah [melakukan] FGD sejak Maret 2019. Jadi, bahan dasar dari kita semua, kami mengajukan biaya sertifikasi halal untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekian, perusahaan besar sekian. Kemenkeu yang nantinya akan mengatur besarannya, tetapi yang jelas tidak boleh melebihi yang kami ajukan. Untuk UMKM dibebaskan [dari biaya],” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan pembahasan mengenai PMK yang mengatur biaya sertifikasi halal masih berlangsung.

Dia tak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai biaya sertifikasi yang kabarnya akan dibebaskan untuk UMKM dan target penyelesaian beleid tersebut.

“Pembahasan masih terus berlangsung, masih dibahas terus dengan pihak Kemenko Perekonomian dan Kemenag,” katanya kepada Bisnis.com.

Penerimaan yang diperoleh BPJPH sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dari sertifikasi halal perlu diatur oleh Kemenkeu lantaran termasuk dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan tersebut bisa langsung digunakan untuk kebutuhan operasional tanpa perlu melalui mekanisme penganggaran layaknya satuan kerja yang harus disetor terlebih dahulu ke kas negara.

Namun, penerimaan tersebut harus dilaporkan kepada negara melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) paling lambat 3 bulan apabila melebihi rencana anggaran.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPPMI) Rachmat Hidayat mengatakan selain besaran biaya sertifikasi halal yang akan diatur dalam PMK, pelaku usaha makanan dan minuman juga menantikan adanya beleid yang secara khusus mengatur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh BPJPH.

“Belum ada kepastian waktu yang dibutuhkan mulai dari pengajuan hingga sertifikat halal selesai dan diterima. Kami masih menunggu Peraturan Menteri Agama (Permenag) tentang itu. Padahal kami diberikan waktu hanya 5 tahun untuk registrasi,” katanya kepada Bisnis.com.

Adapun untuk pembebasan biaya bagi UMKM, hal tersebut sudah sepatutnya dilakukan agar mereka bisa bertahan, khususnya dengan perusahaan-perusahaan berskala besar yang dapat dengan mudah merogoh koceknya untuk sertifikasi halal.

Sumber : Bisnis, 03.12.19.

Selasa, 03 Desember 2019

03.12.19 : ECGO Bike + Ngintip Rembug Nasional


Sebuah kejutan hari ini bisa ngobrol lumayan banyak dengan juragan produsen sepeda + motor listrik. Barangnya sih impor dari Tiongkok tetapi prospek bisnis yang diembannya luar biasa.

Bukan semata jualan barang tetapi perusahaan ini juga menawarkan produk GPS namun dibungkus dengan label lain, plus kemampuan tracking si pemilik sepeda ato motor listrik via batere yang disewakan secara bulanan.

Intinya, model jualannya unik dan belum banyak yang menyisipkan nilai tambah seperti ini. Kedepannya bakal membludak nih kalo IG berhasil menggandeng produsen ini. Just wait and see ya.


Pulangnya, sempat mengintip ke kantor ALFI rencana rembug nasional para pelaku logistik di Tanah Air, guna menyikapi dan memberikan masukan kepada pemerintah agar dunia logistik Indonesia bisa menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri.

Meminjam tempat di pusat kota, agar mudah dijangkau oleh para peserta yang senior maupun junior dan SCI menjadi penengah karena lembaga ini juga merupakan rumah riset yang banyak menyuarakan kondisi logistik di Indonesia, selain ALFI.


                                                      JaKaRTa, 03.12.19

Senin, 02 Desember 2019

02.12.19 : Silaturahim ke ALFI JKT + MATRADE



Sehubungan dengan rencana pembukaan kantor perwakilan di Negeri Jiran, tim IG banyak melakukan silaturahim dengan para pihak terkait. Pertama menyampaikan informasi ke ALFI DPW Jakarta dan selanjutnya ke MATRADE.

Kunjungan ke ALFI lebih kepada wacana tukar informasi dan memnanyakan perihal persyaratan umum agar bisa diterima menjadi anggota ALFI dan selebihnya menyangkut hak serta kewajiban anggota ALFI. Beres.

Siangnya, melanjutkan perjalanan ke Malaysian External Trade Development Corporation, disingkat MATRADE. Dalam bahasa Melayu, disebut pula Perbadanan Pembangunan Perdagangan Luar Negeri Malaysia.

MATRADE didirikan sejak Maret 1993 dan keberadaannya dibawah Minstry of International Trade & Industry (MITI) Malaysia. Peran utamanya mempromosikan dan membantu pengusaha Malaysia agar bisa go international.

Adapun kehadiran kita, sekedar bersilaturahim dan berharap dapat akses kemudahahan saat mulai beroperasi kelak di Malaysia, setelah semua proses perijinan + administrasi tuntas. Bismillah.

                                                    JaKaRTa, 02.12.19

Jumat, 29 November 2019

29.11.19 : Keluar RS, Memayu



Baru aja keluar dari Rumah Sakit (RS), ehh kepengen makanan yang serba enak. Paling ngga jangan sampe pedas, asem ato yang dilarang dokter. Itu aja. Selebihnya boleh dan bahkan disarankan memang yang di mall aja dulu.

Setidaknya faktor higienisnya bisa sedikit lebih bagus walau kenyataannya kita gak tahu. Berpikir positif aja dan Inshaa Allah proses penyembuhannya bisa lebih cepat. Terima kasih Yaa Allah ...

Ini dokumentasi, pas waktu makan siang didampingi BM Inship Bekasi.

                                                     BeKaSi, 29.11.19

Kamis, 28 November 2019

28,11,19 : Kumpulkan Tim ILI Express



Di sesi hari pertama ngantor, GM ILI InShip IT Nasional mengumpulkan tim ILI Bekasi setelah mendapat mandat untuk menyampaikan program restrukturisasi IG secara penuh dan juga mengantisipasi pola operasi armada truk ILI pasca peresmian kantor InLog Cikarang

Pasalnya sebagian volume, supir dan kendaraan ikut tersedot ke kantor baru.
Juga sempat mengecek salah satu unit kendaraan ex IKM yang di-rebranding menjadi ILI Express. Tampilannya belum lengkap dan masih prototipe tapi kedepannya segera akan dilengkapi.

Detilnya program restrukturisasi menyusul karena baru masuk kerja,usai menjalani perawatan selama hampir 2 (dua) minggu karena sakit typhus, minimal jangan sampe blank gitu deh he he he .... Ikutin aja dulu.

                                                     BeKaSi, 28.11.19

Sabtu, 23 November 2019

23.11.19 : Dibezoek Freddy HI82



Selama sakit, kunjungan kawan2 memang lumayan banyak, salah satunya dari almamater UNPAD FISIP HI82, Freddy. Nuhun pisan euy. Asa jaman kuliah baheula jadi sono ka reuni ha ha ha.

Sakit yang diderita akhirnya disebutkan dokter sebagai tipes dan perlu bed rest ceunah, 2 minggu he 3x. Lumayan lah karena selama ini kerja full time dan nyaris gak ada waktu jeda. Eduuuun.

Karena gila kerja sehingga menisbikan pola makan dan makan dimana aja, pokoknya sikat bleeeh. Ternyata faktor U gak bisa bohong dan tepar. Syukur alhamdulillah pihak perusahaan peduli, begitu juga kawan2 rajin yang bezoek, Thanks ya untuk support dan doanya.

Secuil artikel tentang penyakit tipes, buat bahan referensi.

---- quote ---

[artikel] Ciri-ciri Gejala Tipes dan Bedanya Dengan Tifoid, Tipes serta Tifus

Tipes, Tifoid, dan Tifus itu berbeda
Liputan6.com, Jakarta Tipes atau demam tifoid adalah salah satu penyakit yang sering diderita orang Indonesia, baik dewasa maupun anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menempel di makanan atau minuman, biasanya akibat jajan sembarangan. Kamu mungkin juga sering mendengar seseorang didiagnosis mengidap gejala tipes oleh dokter. Banyak yang bingung apakah gejala tipes dan tipes adalah penyakit yang sama?

Demam tifoid atau biasa dikenal sebagai tipes adalah penyakit yang bisa menyebar melalui makanan, air, atau ditularkan dari orang yang terinfeksi (melalui fesesnya). Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini biasanya ada dalam air yang terkontaminasi dengan feses dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang Kamu konsumsi.

Jika kamu sering jajan sembarangan dan daya tahan tubuhmu sedang menurun, bisa saja kamu mengalami demam tifoid. Anak kecil mungkin lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga kebersihannya saat makan.

Selain dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri S. typhi, tipes sesekali juga bisa disebabkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Kamu bisa mengalami infeksi bakteri S. typhi saat kamu mengonsumsi makanan yang ditangani oleh orang yang sedang demam tifoid.

Bisa saja orang yang terinfeksi itu lupa mencuci tangan setelah menggunakan toilet (terkadang bakteri S.typhi terdapat dalam urine) dan kemudian orang yang terinfeksi langsung menangani makanan, sehingga bakteri bisa berpindah ke makanan.

Setelah kamu menelan bakteri S. typhi yang terdapat pada makanan atau minuman yang terkontaminasi, bakteri kemudian masuk ke dalam aliran darahmu. Bakteri dibawa oleh sel darah putih ke hati, limpa, dan sumsum tulang.

Selanjutnya, bakteri berkembang biak pada organ tersebut dan masuk kembali ke aliran darah. Saat bakteri menyerang aliran darah, kamu mulai mengalami gejala demam. Demam merupakan respon tubuh saat tahu bahwa ada benda asing masuk ke dalam tubuh dan membahayakan.

Bakteri kemudian masuk ke dalam kantong empedu, saluran empedu, dan jaringan limfatik usus. Di sinilah kemudian bakteri berkembang biak dalam jumlah banyak. Bakteri kemudian masuk ke dalam usus. Sehingga, jika dilakukan pemeriksaan pada fesesmu, akan terlihat apakah di dalam tubuh terdapat bakteri penyebab tipes atau tidak.

Berikut gejala tipes, tifoid, tifus dan tipes yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (23/12/2018).

Beda gejala tipes dengan tipes
Pada dasarnya, gejala tipes dan tipes merujuk pada penyakit yang sama. Sama-sama disebabkan oleh bakteri S. typhi. Namun, saat kamu memeriksakan penyakit ke dokter, lebih sering mungkin dokter akan menyebutnya sebagai gejala tipes. Hal ini karena memang yang kamu rasakan merupakan gejala-gejala dari tipes.

Untuk mengatakan bahwa kamu sedang sakit tipes, dokter perlu mendiagnosis lebih lanjut dengan cara melakukan tes pada darah, feses, urine, atau sampel sumsum tulangmu.

Kamu biasanya akan mengalami gejala tipes setelah 1-2 minggu sejak bakteri masuk. Masa ini disebut dengan masa inkubasi. Setelah bakteri masuk melalui mulut, kemudian bakteri menghabiskan waktu selama 1-3 minggu di dalam ususmu. Selanjutnya, bakteri ini akan masuk ke dalam aliran darah dengan menembus dinding usus.

Dari aliran darah, maka bakteri ini dapat menyebar ke dalam jaringan dan organ dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh kamu mungkin hanya bisa melawan bakteri tersebut dengan sedikit perlawanan karena bakteri hidup di dalam sel tubuhmu.


Beda tipes dengan tifus
Banyak orang mungkin mengira tipes dan tifus adalah hal yang sama. Penyebutan tifus dan tipes yang memang mirip membuat banyak orang salah mengira. Namun, sebenarnya tipes alias demam tifoid berbeda dengan tifus.

Tipes atau demam tifoid disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhi pada usus. Sedangkan, tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekii. Bakteri ini bisa dibawa oleh ektoparasit, seperti kutu atau tungau pada tikus, dan kemudian menginfeksi manusia.

Memang, gejala demam tinggi sama-sama bisa terjadi pada orang yang terinfeksi tipes maupun tifus. Namun bakteri yang menjadi sumber infeksi dari tipes dan tifus berbeda. Selain demam tinggi, gejala lain dari tifus yang dapat muncul adalah sakit perut, sakit punggung, batuk kering, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, mual, serta muntah.

Adapun beberapa jenis dari penyakit tifus, tergantung sumber bakteri yang menginfeksinya.

Jenis penyakit tifus
1. Tifus epidemik disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki, yang ditularkan oleh gigitan kutu pada tubuh manusia. Jenis tifus ini dapat menyebabkan sakit berat dan bahkan kematian.

2. Tifus endemik atau tifus murine disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu pada tikus. Penyakit ini mirip dengan tifus epidemik, tapi memiliki gejala yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

3. Scrub typhus disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi, ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.

4. Spotted fever atau demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit disebarkan oleh gigitan hewan caplak yang terinfeksi bakteri kelompok Rickettsia.


Gejala tipes dan cirinya
Gejala tipes atau demam tifoid bisa muncul dalam tingkat yang ringan sampai parah, tergantung dari beberapa faktor, seperti usia, kesehatan, dan riwayat vaksinasi. Gejala yang muncul juga bisa muncul secara bertahap atau mendadak.

Beberapa gejala tipes yang bisa dialami adalah:
Demam setinggi 40°C

Ruam atau bintik-bintik merah pada kulit

Sakit kepala

Nyeri dan sakit pada otot

Kehilangan nafsu makan

Diare

Sembelit

Sakit perut

Muntah

Lemah dan lesu

Komplikasi yang bisa terjadi akibat tipes alias demam tifoid
Komplikasi tipes bisa muncul saat tipes dibiarkan atau tidak langsung diobati. Tipes bisa berkembang lebih serius dan mungkin menyebabkan kematian. Pada anak-anak, komplikasi tipes mungkin lebih jarang terjadi dibandingkan pada orang dewasa.

Saat tipes sudah parah dan lebih serius, usus bisa mengalami perdarahan dan berlubang (perforasi usus) serta dapat menyebabkan peritonitis (infeksi pada jaringan yang melapisi bagian dalam perut). Kondisi ini dapat mengancam nyawa, sehingga diperlukan perhatian medis segera.

Selain itu, komplikasi lain yang bisa muncul adalah masalah dengan paru-paru atau jantung, infeksi pada tulang atau sendi, infeksi saluran kencing, atau masalah kesehatan mental. Komplikasi ini sebenarnya kurang umum terjadi. Namun, penanganan segera tetap harus dilakukan jika gejala tipes mulai muncul.

Cara diagnosis demam tifoid
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dokter tidak sembarangan dalam mendiagnosis seseorang terkena penyakit tipes. Saat seseorang dinyatakan kena tipes, artinya ditemukan bakteri S. typhi dalam aliran darah.

Untuk membuktikan kamu mengalami tipes atau tidak, tentu perlu pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menganalisis sampel darah, feses, atau urine. Salah satu sampel tersebut kemudian akan dilihat di bawah mikroskop, apakah terdapat bakteri S. typhi atau tidak.

Jika ditemukan ada, maka seseorang didiagnosis menderita tipes. Sebenarnya ada cara lain lagi untuk mendiagnosis tipes lebih akurat daripada ketiga tes di atas, yaitu dengan menggunakan sampel sumsum tulang. Namun, cara ini lebih menyakitkan dan membutuhkan waktu lebih lama.

Sumber : Liputan6, 23.12.18.

Jumat, 22 November 2019

22.11.19 : Aina Ikuti Sosialisasi Pajak di Sekolah



Penarikan pajak oleh pemerintah amat digencarkan dan upayanya luar biasa bingitz, sampe tembus ke pondok pesantren. Paling tidak, si bungsu sempat mengikuti acara sosialisasi tersebut.

Dokumentasinya terlampir diatas.

BaNDuNG, 22.11.19.

Minggu, 17 November 2019

17.11.19 : Bezoek Bugi Smansa Bogor



Setelah lulus SMA, baru kali inilah ketemu Bugi dan sayangnya dalam kondisi sakit serta dirawat di RS BMC Bogor. Sengaja jalan dari Bekasi ke Jakarta, baru kemudian ke Bogor. Long distance ya.

Moda-nya naik KRL sehingga kesannya ya muter2 ha ha ha. Tapi gpp. Namanya sohib lawas dan memang inilah saatnya Allah SWT mempertemukan kawan2 lama, perkara tempat bisa dimana aja.

Semoga cepat sembuh ya Bugi. Thanks juga buat Komandan Deni DAR yang udah nemenin bezoek + sengaja nraktir makan malam. Nuhun Dan !

BoGoR, 17.11.19.

Sabtu, 16 November 2019

16.11.19 : Majlis Ilmu IG



Untuk kesekian kalinya, Majlis Ilmu Indah Group mengadakan kegiatan pengajian di hari Sabtu tgl 16/11 mulai jam 08.30 s/d selesai. Acara dihadiri semua pimpinan IG, mulai Direksi, GM, BM hingga Kepala Keuangan + Kepala Agen.

Tema yang disampaikan oleh nara sumber yakni Meneladani Etos Kerja Rasulullah SAW. Sebuah pelajaran berharga dan banyak diantara kita juga yang tidak tahu ato tahu tetapi belum mengimplementasikannya.

Dokumentasi terlampir.

                                               JaKaRTa, 16.11.19

Jumat, 15 November 2019

15.11.19 : Agen Cikarang – KalbeStore - Vendor Sistem



Pagi hari Jumat, tgl 15/11 tim Bekasi menerima kunjungan Kepala Kantor Agen Cikarang di gudang Bekasi. Kunjungan cukup singkat karena sifatnya melapor dan berkoordinasi karena nanti berkantor di kawasan Cikarang.

Siangnya melakukan kunjungan ke Customer Kalbe Store dan kemudian lanjut ke kantor ALFI mendaftarkan keanggotaan IG karena saat ini sudah dibentuk divisi ekspor impor dan sebelum sore, mampir ke kantor PPNP / Samudera Indonesia Group.


Ba’da Shalat Maghrib kami meluncur ke kantor vendor yang membuat sistem operasional ILI Express di Wisma Bisnis Indonesia. Tiba hampir jam 19.30 dan kembali jam 22.00 setelah melakukan koordinasi + ujicoba input data.

Dokumentasi terlampir.

                                                  JaKaRTa, 15.11.19