Jumat, 08 Februari 2019

08.02.19 : Rembug Internal DPP ILC





Setelah masing2 diri bersibuk ria dengan pekerjaannya. Syukur alhamdulillah di hari Rabu tgl 06/02 malam usai jam kerja, kitaorang dari DPP ILC bisa ngumpul lagi. Forum kali ini bersifat introspeksi diri terkait dengan jadual yang telah disusun serta bagaimana mewujudkan cita2 bersama.

Bertempat di Springhill Kemayoran, unek2 dan wejangan saling bersahutan tetapi yang penting jiwa + semangatnya tetap satu, membangun kepercayaan sesama anggota. Rembug dimulai 19.00an dan disudahi jam 22.00. setelah itu kru DPP ILC membubarkan diri.

Adapun laporan kegiatan, seperti terlampir. Piiiiiis Bro'.

      JaKaRTa, 06.02.19 – diunggah tgl 08.02.19 karena tunggu gilian he he he
 

Kamis, 07 Februari 2019

07.02.19 : GIZ - FGD Green Freight



Untuk kesekian kalinya, pihak GIZ yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk mendisain serta memberikan masukan untuk perbaikan transportasi di Indonesia, menyelenggarakan FGD / focus group discussion di Pullman Hotel, Jakarta. Ini yang berlokasi di Jl Thamrin.

Kementerian Perhubungan Indonesia (Direktorat Angkutan Jalan, sebelumnya Direktorat Angkutan &  Multimoda)  dan GIZ bersama-sama melaksanakan proyek TRANSfer, yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah program nasional untuk meningkatkan angkutan barang antarmoda dan mengurangi efek emisi gas rumah kaca (GRK).

Tema2 yang dibahas mencakup 1) Pembaharuan armada truk dan 2) Angkutan barang antarmoda / Intermodal. Dalam tahap perencanaannya saat ini / RPJMN 2015-2019 Indonesia ingin meningkatkan konektivitas fisik yang mencakup pembangunan fasilitas bongkar muat antarmoda, pelabuhan dan infrastruktur perkeretaapian.

Tujuan besar kedepannya misi ini, usai menyelesaikan Laporan Dasar,  tantangan TRANSfer selanjutnya yakni mendukung pemerintah Indonesia dalam menyiapkan roadmap, rencana strategis sektor serta program dengan kegiatan + anggaran yang sesuai.                            

Yang dimaksud Laporan Dasar yakni aktivitas mengumpulkan data yang relevan dan tersedia,  mengidentifikasi tantangan dan hambatan utama di sektor angkutan barang di Indonesia serta mengusulkan langkah2 yang seharusnya ditempuh.

Program TRANSfer yang digagas GIZ sejak 1,5 tahun lalu saat Fredrick Strompen hadir mengawal FGD serupa hingga hari Kamis kemarin merupakan kemunculan yang terakhir kali, karena setelah FGD ini, Fredrick harus kembali ke Jerman. Sebagai gantinya diperkenalkan pimpinan GIZ Indonesia yang baru, Friedel Sehlleier.

Seperti biasa, yang diundang dalam FGD kali ini melibatkan pimpinan Kementerian Perhubungan, Universitas Indonesia (UI), PT Kereta Api Indonesia (Persero), KALOG, perwakilan asosiasi seperti IOH-C, ILC, Aptrindo, pengamat hingga pelaku usaha.

Tema utama sudah mengerucut ke arah, optimalisasi moda kereta api (KA) sebagai alat angkut yang dianggap ramah lingkungan, dengan sebutan lain Green Freight ato Green Logistics.

Dalam acara diskusi, peserta dibagi menjadi 2 (dua) kelompok : Clean Truck + Intermodal. Usai diskusi, ringkasannya disampaikan oleh masing2 perwakilannya yakni Joko Purwanto + RAM. Done!

Usai penutupan FGD, peserta dan panitia penyelenggara makan siang bareng di Resto Sana Sini, di lantai dasar Pullman Hotel. Enjoy.

                     

                                           JaKaRTa, 07.02.19

Rabu, 06 Februari 2019

06.02.19 : Rapat Tri-partite ASDP - Poslog - KALOG



Rabu tgl 06/02 dilangsungkan rapat 3 (tiga) pihak sesama perusahaan pelat merah maupun anak perusahaannya, yakni ASDP Indonesia (Indonesian Ferry), Pos Logistik (Poslog) + Kereta Api Logistik (KALOG) bertempat di torpus ASDP.

Pertemuan ini didasari semangat merah putih yakni ingin mewujudkan kerjasama antara perusahaan BUMN (maupun anak perusahaannya), demi terciptanya biaya logistik yang efisien dan kompetitif. Biasa, merajut kembali sinergi BUMN.

Tahap awal ini bertujuan saling memperkenalkan diri dan bersilaturahim. Kedepannya, usul dibentuk tim teknis informal yang akan mengkaji lebih detil kelemahan + kelebihan masing2. Setelah semua jelas, tinggal memformulasikan program kerjasamanya (pematangan) dan akhirnya dibawa ke level BoD.

Setidaknya, harus dimulai dengan niat baik dan kesungguhan hati untuk bisa mewujudkan mimpi ini. Perlu meletakkan ego-sektoral masing2 pihak, agar tidak ada tabir yang menghambat timbulnya kerjasama. Kita gak bilang pasti ada yang gak suka. Tapi keyakinan itu pasti ada dan akan selalu ada.

Siapkah sinergi BUMN diwujudkan dalam waktu dekat. Masih harus dibuktikan oleh waktu. Secara parsial YA, pernah berjalan tetapi lebih dari 2 (dua) institusi masih jarang ato perlu tekanan dari atas ? Rasanya mending ada Kementerian Logistik yang fokus membedah dan mendalami kesemrawutan sektor penting ini deh he he he.

Go Get 'Em. Siapa pun paslon yang menang di ajang pilpres di bulan April 2019, harus memperhitungkan bahwa sektor logistik merupakan salah satu komponen penting pembangunan bangsa dan selanjutnya diolah menjadi indikator keberhasilan via Logistics Performance Index (LPI) yang digagas oleh Bank Dunia / World Bank (https://lpi.worldbank.org/international/aggregated-ranking).

                                               JaKaRTa, 06.02.19
 

Selasa, 05 Februari 2019

05.02.19 : Bezoek Alya DI RS Mitra Keluarga



Salah satu anggota tim yang pernah berangkat bareng di TILOG Logistix 2018 di Thailand tempo hari, kebetulan lagi sakit dan harus opname selama beberapa hari di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Mumpung pas Imlek libur tanggalan merah (ssst, walau kudu piket dulu ke kantor he he he), langsung mampir sekembalinya dari kantor. Syukur alhamdulillah ketemu Alya dan didoain deh, semoga lekas sembuh ya.

Syafakillah.

JaKaRTa, 05.02.19.