Jumat, 19 Mei 2017

19.05.17 : Pernikahan Bandani Ke-2

Usai ditinggal oleh suami pertama karena sakit beberapa waktu, akhirnya sebelum bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah, adik ke-4 dari silsilah 6 sodara kandung, menikah kembali untuk kedua kalinya.

Akad nikah dan resepsi pernikahan berlangsung secara sederhana di Bogor. Adapun yang hadir merupakan kerabat dekat, sodara maupun tetangga kiri kanan depan belakang komplek perumahan – selain keluarga besar dan ibu Soepar yang masih ada.

Selamat melanjutkan perjuangan hidup ke masa depan adikku.

Berikut ini dokumentasinya.

                                                         BoGoR, 19.05.17

Rabu, 17 Mei 2017

17.05.17 : Hari Khusus di Bulan Mei 2017

Secara pribadi, kami menghaturkan puji syukur ke khadirat Allah SWT bahwa hingga hari ini masih diberi nikmat dan kepercayaan menjalani hidup serta menjaga 2 (dua) makhluk titipan-MU Yaa Allah dan menjaga pendamping hidup yang sudah menemani hampir separuh usia.

Tak ada daya dan upaya tanpa seizin-MU Yaa Rabb yang bisa mengekalkan perjalanan panjang bahtera keluarga kami. Juga lingkungan pekerjaan serta suasana hati yang senantiasa diliputi rasa syukur dan takjub kepada-MU Yaa Allah.

Kami diberi pendamping setia pun sudah merupakan anugerah tak ternilai, ditambah lagi memperoleh kepercayaan untuk bisa mengawal titipan-MU agar bisa menjelajah kehidupan selanjutnya. Lengkap rasanya dan bila kurang mensyukuri, enath apa yang terbersit dalam pikiran Hamba.

Mohon ampun sekiranya Hamba-MU ini kurang bijak bisa menyikapi semua anugerah dan nimat yang Engkau berikan selama ini namun dalam hati saat tepekur dalam kesendirian dalam heningnya malam, banyak nia kesalahan dan khilaf yang hamba lakukan.

Sekali lagi, mohon ampun bila hamba merasa usia ini bisa kekal adanya dan sejujurnya selalu berpatokan orang bisa meninggal bila meninggal bila sakit ato terkena insiden kecelakaan. Padahal jika Allah berkehendak, saat tidur pun nyawa seseorang bisa diambilnya kembali.

Terima kasih Yaa Allah dan kami hendak mewujudkannya dalam keseharian. Semoga mampu dan harus bisa.

--- quote ---

BERAPA UMURMU..? SUDAH 50 TAHUN..!

Firman Allah SWT : "Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat." (Fathir 37).

Dapat difahami maksud ayat ini..."Kami telah memberimu umur sehingga sempat untuk mengingat..." dari sabda Nabi SAW : *"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umur hingga 50 tahun" (Bukhari)

Al-Khattabi berkata : *"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap2 bertemu Allah." (Tafsir al-Qurthubi)

Bagaimana orang yang berusia 50 tahun tapi masih juga lalai..? Nabi SAW mengabarkan : "Hati orang tua yang tetap muda  terhadap dua perkara : Cinta Dunia, dan Panjang Angan2." (Bukhari)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : *"Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada usia senja-mu, lalu akan diampuni dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"*

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun :

🌿 Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

🌿 Jangan berlebihan dalam berhias, bersolek, dan berpakaian.

🌿 Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.

🌿 Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

🌿 Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari.

🌿 Perbanyak doa mengharap keredhaan Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.

🌿 Perbanyak istighfar dan taubat yang terus menerus setiap hari mulai pagi hingga petang.

🌿 Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

🌿 Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.

🌿 Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.

🌿 Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.

🌿 Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat memberi pahala dan syafaat setelah mati.

🌿 Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.

🌿 Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.

Semoga manfaat bagi semua walaupun Anda belum 50 tahun, karena kematian tidak mengenal umur.

--- unquote ---

Selamat menjalani sisa hidup dan semoga makin tawakal.

JaKaRTa, 17.05.17.

Selasa, 16 Mei 2017

16.05.17 : Ngeliat Proses Muat Mobil Ke Kontainer

Setelah rapat, saatnya untuk melakukan pengecekan di lapangan. Selain ketemu pejabat CMA CGM yang ada di torpus, menjelang siang KALOGers berangkat ke Cilincing untuk ngeliat proses muat kendaraan ke kontainer.

Kebetulan selama di kantor pelayaran Perancis, karena diskusinya serius, jadi gak sempat foto2an gitu deh. Tapi hasil diskusinya menyenangkan. Di kantor Auto Logistik, rapatnya udah gak pake tetapi hasil di lapangan yang membuat perasaan jadi optimistis.

Perkaran jalan ato ngga memang jadi isu serius. Tetapi klo jelas justifikasinya, kenapa takut juga ? Hmm … yang penting semua proses dan prosedur udah dijabanin tapi hasilnya gak maksimal, yo wes.

Simak hasil nglencer hari ini, terlampir.

JaKaRTa, 16.05.17.

Kamis, 11 Mei 2017

11.05.17 : Ngasuh Keponakan di Bogor

Baru kali ini, ngisi hari libur di Kota Hujan tanpa ngapelin malaikat kecil yang pastinya gak bisa diganggu juga karena lagi nyekul en deket2 mo ulangan umum. Kebetulan juga isteri lagi ada pameran di Bogor Islamic Book Fair 2017. Jadi skalian nemenin, gitu.

Selama di tempat bazaar, ya mengasuh keponakan (Ory + Aji) yang hobinya diumuran segitu, main dan main. Nyobain mind-test Grolier dan diminta beli bukunya … lha wong ortunya kagak ada koq ya disuruh beli gitu loh.

Lantas jelong2 di Giant, makan es pagi2 di McD Pajajaran dan cek buku, nonton ceramah serta shalat wajib di jam dzuhur, ashar dan magrib. Sambil memperhatikan sikon sekeliling karena malamnya ada acara Nisfu Sya’ban.

Malamnya (hari Kamis) langsung balik ke JKT karena besoknya khan ngantor, jadi jangan sampe mbolos kerja cuma karena harpitnas. Gak ada di kamus tuh. Piiis.

Dokumentasi seharian, cek aja disini.

                                                            BoGoR, 11.05.17

Rabu, 10 Mei 2017

10.05.17 : Rapat Di Hotel Alila + Cek Gedung Perkantoran

Rapat evaluasi boleh jalan terus tapi jangan sampe mematikan keusilan KALOGers he he he. Setidaknya, mendokumentasikan setiap tempat yang disinggahi, apalagi bertemakan hotel ato tempat kuliner gitu … pokoknya saying jika dilewatkan.

Ceritanya, dari pagi sampe siang, rapat di Hotel Alila membahas performansi KALOG di triwulan 1 (Jan-Mar 2017) – termasuk makan siang di Buzz Resto. Setelah itu, rombongan kembali ke kantor tapi kita kebagian untuk mengecek lokasi kantor yang bisa dijadikan referensi, seandainya harus pindah, karena satu dan lain hal.

Hasil perjalanan hari ini, bisa disimak di liputan berikut ini.

                                                           JaKaRTa, 10.05.17


Senin, 08 Mei 2017

08.05.17 : Rapat Di JRC, Dengan RAC + Pelindo II

Rapat di JRC, langsung menindaklanjuti ihwal kerjasama PT KAI dengan mitra kerja, selain dengan KALOG. Yang pertama, terkait dengan angkutan kereta api (KA) antara RAC dan KAI dan disisi lain juga dibahas kerjasama operasi antara KALOG – RAC.

RAC selama ini menjalankan KA dari Indro – Jakarta Gudang (IDO-JAKG) serta Cibungur – Indro (CBR-IDO). Kedepannya akan dihentikan terlebih dulu dan diganti IDO-GDB sesuai tuntutan pasar. Tetap dimonitor agar hasilnya optimal.

Usai makan siang, dilanjut dengan rapat antara KAI dan pelindo II yang langsung dikawal Direktur Komersil & IT (KAI) dan Direktur Operasi & IT Pelindo II. Yang dibahas terkait rencana kerjasama di Pelabuhan Panjang.

Kelanjutannya akan dibahas bersama tim teknis antara kedua belah pihak. Hasilnya … ada deh.

                                                              JaKaRTa, 08.05.17

Minggu, 07 Mei 2017

07.05.17 : Bogor Islamic Book Fair 2017

Udah cukup lama gak ikutan bazaar, kali ini rumah busana muslim D’Aina ikutan lagi di acara Bogor Islamic Book Fair 2017 di halaman Masjid Raya Bogor, mulai tgl 05-14/05/17. Lumayan lama karena skalian menjelang buan Ramadhan.

Kebetulan hari Minggu 07/05/17 bisa nganter dan mampir, ngebawa si buah hati jelong2 skalian melepas kangen dengan ibunya di tempat bazaar. Setelah itu sempat mengikuti ceramah yang ada, sambil nunggu hujan reda.

Gak percuma juga ikut jaga stan di bazaar kali ini. Dapat buku Pararaton dan Tradisi Orang Jawa gitu deh. Karena judulnya cukup menarik, ya dibeli lah, apalagi lagi ada diskon, per buku cuma Rp 15.000,- Gak ada ampun deh, dibeli !

Bukan Bogor si Kota Hujan kalo gak pernah hujan walau sebenatr. Intinya, jarang2 banget sih Bogor kekeringan alias kemarau panjang. Ada aja hari hujannya dan gak tergantung bulan. Apalagi katanya cuaca saat ini kondisinya agak ekstrim.

Walau hujan, nyempet2in mampir ke Botas. Biasa beli keperluan sehari-hari dan nyari buku deh. Sebagai hiburan ya gpp sih tapi udah diminta, selama musim ulangan, jangan sampe lupa belajar ya Nenk.

Apapun hasilnya, kumpul bareng itu menyenangkan. Syukur Alhamdulillah Yaa Allah, terima kasih.

                                                         BoGoR, 07.05.17

Sabtu, 06 Mei 2017

06.05.17 : Kondangan Riesta + Billy

Sebagai sobat dan juga pernah berkiprah di CorComm Reska, gak ada salahnya datang di kondangan alias resepsi pernikahan Riesta + Billy di Mesjid Al Bina di kawasan Senayan Jakarta, pas di hari Sabtu tgl 06/05.

Anehnya, mo foto bareng aja sampe susah dan gak kesampean kecuali pake kamera dari EO. Jadi daripada gak ada bukti ke kondangan, kita2 aja yang ada di tempat, selfie bareng he he he.  Selamat menempuh hidup baru ya buat pasangan muda.


JaKaRTa, 06.05.17.

Senin, 01 Mei 2017

01.05.17 : Memuliakan Ibu

Sebuah kisah inspiratif tapi sayang, gak tahu siapa penulisnya. Bersiap mata Anda akan berkaca-kaca jika memaknai ceritanya dengan baik. Selamat membaca …

--- quote ---

Malam telah larut dan sebentar lagi pagi akan datang. Aku masih larut melihat perkembangan bursa di New York. Dari tadi siang aku malas membuka email karena melihat perkembangan pasar yang semakin memburuk.

Keliatannya hari hari kedepan tak ada lagi yang bisa diharapkan kecuali bertahan dalam situasi buruk. Teman mengatakan dalam gurauan kepadaku bahwa ini saatnya kita surfing diatas gelombang ganas. Lihatlah tak banyak yang bisa selamat tapi ini tantangan untuk menguji siapa yang qualified melewati putaran waktu.

SMS datang ”sudah baca email dari Kedutaan? Anda diundang untuk datang menghadap Raja mereka” saya terkejut. Bersegera saya membuka email. Benarlah , email ini datang dari tadi siang. Terbayang upaya hampir setengah tahun untuk mendapatkan clients potensial kini peluang terbuka dengan adanya undangan untuk presentasi.

Walau kemungkinan berhasil masih sangat jauh namun setidaknya ini titik awal untuk sebuah harapan. Akupun bersegera membuka file presentasi untuk mempertajam materi dan menambah sedikit bahan sesuai hasil riset mutakhir.

Pagi pagi aku bersama team sudah berada di Airport untuk terbang memenuhi undangan. Dijadwalkan ,setiba dibandara aku akan dijemput oleh asisten kerajaan. Kemudian akan diantar ke tempat istirahat kerajaan sambil menunggu jadwal pertemuan khusus dengan Raja.

Setelah pertemuan dengan Raja, maka keesokan harinya dijadwalkan untuk menghadiri presentasi dengan pejabat terkait. Penerbangan first class itu sangat nyaman. Didalam pesawat aku berusaha membaca indikator mutakhir ekonomi dan sosial negara yang akan aku kunjungi itu. Ketika mendarat , cuaca cukup cerah.

Pejabat yang menjemput kami nampak tersenyum ramah membawa kami ke limosine untuk menuju hotel. Sesampai di Holel Kerajaan, pejabat itu memberikan kesempatan kami untuk istirahat dan dia langsung kembali kekantornya.

Pejabat itu berpesan bahwa besok jadwal pertemuanku dengan Raja. Hanya aku saja tanpa didampingi team. Jam 7 malam jemputan akan sampai dihotel untuk acara makan malam jam 8 bersama Raja. Aku mengangguk.

Aku bekerja bersama team sampai mendekati subuh untuk memantapkan segala persiapan. Setelah sholat subuh aku memilih untuk istirahat dan tidur. Begitupula dengan team lainnya. Sebelum berangkat tidur, telp cellularku berdering.

“ Pah” suara istriku diseberang.

“ Ya” Aku menangkap ada sesuatu dirumah. Karena tidak seperti biasanya instriku menelphone sepagi ini.

“ Papa, tenang aja. “

“ Ya tenang, Ada apa “

“ Bunda, karena serangan jantung ringan.”

“ Sekarang Bunda ada dimana ?

“ Dirumah sakit. Mama dampingi bunda terus. Kata dokter keadaannya sudah membaik. Papa tenang aja. Adik adik semua ada disini kumpul. Bunda dibawah perawatan dokter terbaik. Kita berdoa aja semoga keadaan bunda semakin membaik. “

Terkesan bagiku , istri berusaha menenangkan aku bahwa keadaan bunda baik baik saja tapi diapun tidak bisa menyembunyikan kekawatiran akan keadaan bunda. Seusai menerima telephone itu, batinku mendesakku untuk segera pulang. Tapi bagaimana dengan rencana kunjungan ini. Bagaimana perasaan teamku bila pertemuan ini gagal karena aku harus segera pulang.

Apalagi perjuangan mendapatkan clients ini sudah berlangsung lebih dari setengah tahun. Namun hatiku tidak bisa tenang dengan segala pemikiran tentang masa depan usahaku. Aku hanya memikirkan tentang hari ini dimana bunda sedang sakit dan aku harus ada disampingnya.

“Apakah itu tidak bisa ditunda lusa saja atau besok saja setelah kamu bertemu dengan raja” kata salah satu teamku. Dia dapat memaklumi sikapku namun dia juga meminta kebijakanku soal kelangsungan business kami.

“Ibu saya sakit dan ini tidak sederhana. Aku tidak bisa memaafkan diriku bila aku sampai menunda pulang“. Kataku dengan wajah bingung. Aku terduduk sambil mengusap kepala. Bayanganku terus kepada bunda.

“Tapi bagaimana dengan rencana kita “

“Maafkan aku…” Kataku menatapkanya dengan wajah sesal, Berharap teamku dapat memaklumi. Semua anggota team terdiam. Akhirnya salah satu dari mereka berkata “Kamu benar.! Kalau begitu kita putuskan pulang hari ini“. Kata mereka dengan tersenyum seakan berusaha menutupi keadaan posisiku agar tidak merasa bersalah karena keputusanku untuk pulang

Jam 8 pagi aku menelepon pejabat penghubung kami dengan kerajaan dan menyampaikan alasan kami untuk pulang.

“Yang harus anda ketahui bahwa tidak pernah satu kalipun Raja kami dibatalkan pertemuannya oleh orang lain. Ini penghinaan. Sikap protokoler istana akan sangat keras“.

“Mengapa ?“

“Kamu sudah setuju untuk datang dan kini mendadak kamu batalkan sepihak karena alasan yang tidak masuk akal”

“Ini soal ibu saya.”

Pejabat itu hanya terdiam dengan wajah terkesan marah.

“Maafkan kami. Semua akomodasi dan ticket yang sudah kerajaan keluarkan akan kami ganti. Ini kesalahan kami dan kami akan membayar kesalahan itu.” kataku

“Reputasi anda juga akan hancur” Kata pejabat itu dengan nada mengancam.

“Kami sadar akan itu. Sekali lagi maafkan kami”

Nampak pejabat itu berbicara melalui telp dengan nada penuh hormat.

“Tadi berusan saja pangeran bebricara dengan saya dan ia sangat marah karena pembatalan pertemuan ini. “ Kata pejabat itu.

“Apakah aku bisa bicara dengan beliau”

“Tidak perlu“ katanya tegas dan kesal.

Aku bersama team berangkat menuju bandara. Rencananya . aku langsung pulang ke Jakarta. Sementara teamku kembali ke Hong Kong. Sesampai dibandara, nampak sekuriti sangat ketat. Supir taksi yang kami tumpangi mengatakan bahwa Raja datang ke Bandara.

Kami terpaksa turun agak jauh dari gate keberangkatan. Ketika aku bersama team melangkah menuju bandara keberangkatan, salah satu pejabat yang mengenal kami bersegera berlari kearah kami. Dengan ramah pejabat itu berkata ”Raja ingin bertemu dengan kamu”. Aku mengangguk dengan melangkah agak ragu mengikuti pejabat itu keruang VVIP.

Ketika melewati koridor bandara seorang petugas mengambil passportku dengan ramah. Aku terus melangkah dalam perasaan penuh tanya. Ada apa gerangan ini?. Ketika pintu ruangan VVIP terbuka, nampak sang Raja didampingi putra mahkota tersenyum ramah kearahku. Tanpa sungkan dia memelukku sambil mencium pipiku.

“Saya mendengar kabar bahwa ibunda anda sakit dan anda harus segera pulang. Benarkah itu ?

“Maafkan aku Yang Mulia. Bukan bermaksud tidak menghormati undangan Yang Mulia tapi keadaan ibu memang memerlukan kehadiranku disampingnya.”

“Pulanglah. Urusan dunia ini tidak penting. Memuliakan ibu adalah memuliakan Allah. Tak ada ibadah terbaik didunia ini selain berbakti kepada ibu. Sampaikan salam saya kepada ibu anda. Doa saya akan menyertainya.” Kata kata itu meluncur begitu sejuknya. Aku sampai terharu. DIhadapanku ada seorang raja yang kaya raya dan dihormati namun tetap lebih menghormati seorang ibu.

“Terimakasih ya Yang Mulia”

“Saya yang harus berterimakasih kepadamu. Karena lewat peristiwa ini, saya bisa memberikan pelajaran berharga kepada putra saya. Bahwa tak penting berapa peluang business yang akan diraih namun bila saatnya datang untuk memuliakan orang tua maka itulah yang lebih diutamakan. ‘ kata Raja itu sambil menatap kearah putra mahkotanya.

Usai pertemuan itu , aku bersama pejabat penghubung kerajaan keluar ruangan VVIP menuju bandara keberangkatan. Pejabat itu berkata” Yang Mulia Raja meminta anda pulang dengan jet pribadinya. Sementara team anda tetap disini untuk melanjutkan pertemuan dengan pejabat terkait. Raja juga telah memutuskan untuk memilih perusahaan anda sebagai mitra kami. Selamat. “

Anggota team saya nampak berlinang air mata ketika mendengar kata kata itu. “Bila kita muliankan ibu maka Allah akan memuliakan kita. Tentu yang sulit menjadi mudah, yang sempit menjadi lapang. Anda benar dan kami percaya sikap anda“ kata salah satu anggota team saya sambil memeluk saya.

Ketika sampai di bandara, aku langsung ke rumah sakit. Setiba dirumah sakit, istriku sudah menunggu dan membawaku keruangan bunda dirawat. Kucium kening bunda dan nampak matanya terbuka, Bunda tersenyum ”Kaukah itu nak ? “

“ Ya , Bunda.”

“Siapa yang bilang bunda sakit. Bunda engga apa apa.” Bunda menoleh kearah istriku “ Jangan kau ganggu anakku bekerja. Soal begini tak perlulah dikabarkan. Kau pikir mudah untuk kembali dari luar negeri ke sini. Lagian disana dia tidak main main. Dia kerja“.

Bunda mengomeli istriku. Itulah bunda, dalam keadaan apapun beliau tetap tidak ingin membuat anaknya repot. Andaikan tangannya masih kokoh, langkahnya masih kuat itu akan selalu digunakannya untuk membimbing anak anaknya melangkah tegar dalam ketertatihan. Senandungnya akan terus terdengar mengantar anaknya tidur bahwa besok akan selalu baik baik saja, dan bunda akan selalu ada disampingmu.

Senandungnya akan terus terdengar mengantar anaknya tidur bahwa besok akan selalu baik baik saja, dan bunda akan selalu ada disampingmu, nak…


Dubai, Oktober 2012 – Penulis : Unknown.