Sabtu, 11 April 2015

11.04.15 : Ehh Ternyata Lanjut ke "De Javasche Bank"

Semalam, sehabis pulang makan malem padahal udah ngerasa puas foto-foto didepan gedung djadoel “De Javasche Bank” … ehh ternyata ini hari sepulang pesan tiket dari Stasiun Pasar Turi (SBI), koq terseret arus masuk lagi.

Entah pesona ato ada angin apa yang bikin hati kepincut sama gedung-gedung lawas milik penjajah yang kabarnya telah menjajah negeri ini selama hampir 3,5 abad alias 350 tahun. Lumayan khan.

Karena waktu yang mepet dan gak sengaja mampir, otomatis gak siap dengan perlengkapan fotografi sekalipun. Cuma bermodalkan “penasaran” aja, lantas datang. Salahkah ? Gak khan.



Dokumentasi bukti udah mampir, terlampir. Cuma untuk artikelnya, meminjam tulisan Amidah Budi berikut ini (mohon ijin untuk share ya). Foto lawas dari blog AbuAlbanie dan Wikipedia.

--- quote ---

(artikel) Gedung De Javasche Bank Surabaya - Saksi Sejarah Panjang Perbankan Indonesia

15 Feb 2015    View : 601    By : Amidah Budi

Gedung De Javasche Bank ini sudah lama menjadi incaran saya. Alasannya adalah karena arsitektur kuno ala Belanda yang berdiri kokoh dan juga sejarahnya yang panjang. Beruntung sekali beberapa waktu yang lalu seorang teman mengajak untuk mengunjungi pemeran lukisan di House of Sampoerna. Kesempatan itu saya gunakan untuk mengajaknya mampir ke museum ini.

Lokasi Gedung De Javasche Bank

De Javasche Bank beralamat di Jalan Garuda No. 1 Surabaya. Lokasinya berdekatan dengan Jembatan Merah dan Museum House of Sampoerna. Untuk mencapai museum ini, Artebianz bisa melalui Jalan Raya Rajawali yang diberlakukan jalur satu arah dari arah barat ke arah timur menuju Jalan Kembang Jepun. Saat menyusuri Jalan Raya Rajawali sebaiknya Artebianz merapat ke sebelah kiri sambil terus mengamati gang-gang di sebelah kiri. 

Ketika Artebianz menemukan gang bertuliskan Jalan Kasuari silakan belok kiri. Lokasi Gedung De Javasche Bank berada di sebelah kanan Jalan Kasuari yang cukup sempit dan agak becek. Berikut saya sertakan potret lokasi gedung De Javasche Bank diambil dari satelit google earth.



potret lokasi gedung de javasche bank dari google earth (potret lokasi gedung de javasche bank dari google earth)

Sejarah Panjang Perbankan Indonesia

De Javasche Bank didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan kantor cabang Surabaya dibuka pada tanggal 14 September 1829 dengan menempati gedung De Javasche Bank ini.

Pada tahun 1904, gedung itu kemudian dirobohkan dan dibangun ulang dengan luas sekitar 1.000 meter persegi dan bergaya neo renaissance empire dengan atap Mansart dan pilar ornamen Hindu-Jawa yang menghiasi eksterior gedung sampai saat ini.

De Javasche Bank cabang Surabaya ini pernah dikuasai oleh Pemerintah Kolonial Jepang pada tahun 1942 kemudian kembali beroperasi pada 6 April 1946, setelah tentara Sekutu berkuasa kembali.

Pada 1 Juli 1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia dan secara otomatis gedung De Javasche Bank di Jalan Garuda ini beralih fungsi menjadi kantor Bank Indonesia. Tetapi pada tahun 1973, kantor tersebut tidak digunakan lagi karena kapasitas gedung tidak cukup memadai untuk melakukan kegiatan operasional Bank Indonesia. Sehingga sebuah kantor baru didirikan di Jalan Pahlawan No. 105 dan hingga saat ini masih digunakan sebagai Kantor Bank Indonesia Surabaya.

Singkat cerita gedung ini telah berusia sekitar 186 tahun dan masih berdiri kokoh. Gedung ini juga menjadi saksi bisu lahirnya perbankan di Indonesia serta perkembangan perbankan sampai saat ini.

Gedung De Javasche Bank selesai dikonservasi pada awal tahun 2012 lalu dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia (BI). Saat ini gedung De Javasche Bank berfungsi sebagai museum dan ruang pameran. Masyarakat juga dapat meminjam gedung tersebut untuk berbagai kegiatan seni, budaya, dan pendidikan.

Saya pribadi merasa senang atas keputusan menjadikan gedung De Javasche Bank sebagai museum dan tempat kegiatan seni dan budaya. Dengan fungsinya sekarang, gedung ini bisa terus menjadi ikon sejarah perkembangan perbankan Indonesia. Para pengunjung yang awalnya tidak mengetahui sejarah perbankan di Indonesia jadi tahu saat berkunjung ke museum ini, contohnya saya.

Selain Gedung De Javasche Bank, Surabaya juga memiliki beberapa bangunan cagar budaya lainnya yaitu Gedung Grahadi, Balai Pemuda, Balai Kota, PTPN, RS. Darmo, Cak Durasim, Mpu Tantular (sekarang Perpustakaan Bank Indonesia), Kantor Wismilak, House of Sampoerna, rumah TJokroaminoto jalan Paneleh, dan rumah WR Supratman Jalan Mangga.

Sebagai gedung cagar budaya, gedung De Javasche Bank pernah menjadi nominasi Surabaya Tourism Award 2013 dari Pemerintah Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pariwisata Surabaya.

Museum De Javasche Bank

Gedung De Javasche Bank memiliki tiga lantai. Lantai yang paling bawah adalah lantai bawah tanah (basement) difungsikan sebagai museum. Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pengunjung museum tidak dipungut biaya kunjungan alias gratis!

Saat itu Tim Artebia tiba sekitar pukul 11 siang. Museum tampak sepi, tidak ada seorang pengunjung pun selain kami. Seorang mbak-mbak resepsionis cantik menyambut kami kemudian meminta kami mengisi buku tamu. Dari daftar buku tamu tersebut saya mengetahui ternyata hari itu sudah ada pengunjung selain kami. Tampaknya mereka adalah serombongan warga negara Korea yang terdiri dari 6 sampai 7 orang yang berasal dari kota Busan. Namun sepertinya rombongan tersebut sudah meninggalkan museum ini.

Wah, ternyata museum ini sudah cukup dikenal oleh warga negara asing. Lalu bagaimana dengan masyarakat lokal sendiri?

suasana ruang bawah tanah gedung de javasche bank yang berfungsi sebagai museum(suasana ruang bawah tanah gedung De Javasche Bank yang berfungsi sebagai museum)

Museum ini ternyata tidak seluas yang saya kira, terdiri dari 3 ruangan yang berpintu dan dua ruangan terbuka ditambah satu meja resepsionis. Pembagian ruangan berdasarkan koleksi beda di dalam ruangan tersebut. Tiga ruangan berpintu terdiri dari Ruang Koleksi Mata Uang, Ruang Koleksi Hasil Konservasi dan Ruang Koleksi Pusaka Budaya. Saya mencoba menggambarkan ruangan-ruangan tersebut ke dalam denah berikut:


denah museum De Javasche Bank(denah museum De Javasche Bank)

Ruang Koleksi Uang

Pertama kami memasuki Ruang Koleksi Uang. Ruangan ini memiliki pintu baja yang sangat tebal kira-kira 40 cm dan bercat kuning. Saya memperkirakan dulunya ruangan ini berfungsi sebagai brangkas uang. Sesungguhnya dari awal saya kurang nyaman berada di museum ini. Ruangan yang lembap ditambah pencahayaan yang kurang agak membuat saya merinding dan pengen cepat-cepat keluar ruangan namun saya masih penasaran ingin melihat seluruh isi museum ini.

Di sekeliling ruangan terdapat etalase-etalase mini seperti di konter-konter ponsel. Di dalam etalase terdapat koleksi uang-uang kuno. Dalam sejarah perekonomian Indonesia dikenal dengan ORI (Oeang Republik Indonesia). Di antara koleksi juga terdapat uang logam zaman dulu yang masih bolong tengahnya. Beberapa uang kuno tersebut memiliki desain cantik, tapi beberapa lainnya memiliki desain yang mirip uang mainan monopoli.

Ruang Koleksi Hasil Konservasi

Ruangan kedua yang kami masuki adalah Ruang Koleksi Hasil Konservasi. Di ruangan ini dipamerkan beberapa bahan konstruksi gedung De Javasche Bank lama sebelum dikonservasi tahun 2012 lalu. Terdapat beberapa genteng dan tegel lantai. Selain koleksi bahan kontruksi lama juga dipamerkan replikasi emas batangan.

Ruangan ketiga adalah ruangan yang paling seram yaitu Ruang Koleksi Pusaka Budaya. Saya tidak akan berani masuk jika seorang diri, untungnya saya ke sini bersama teman. Di ruangan ini dipamerkan mesin-mesin pencetak dan penghancur uang pada zaman dulu.

Setelah keluar masuk tiga ruangan utama, kami berjalan santai di ruangan terbuka dekat resepsionis. Ada hal yang menarik perhatian saya di sini yaitu foto-foto Surabaya masa lalu. Ada foto alun-alun Surabaya, foto Jalan Pahlawan, serta foto-foto rumah dinas pegawai de Javasche Bank di sekitar Jalan Raya Darmo. Jadi inilah alasan mengapa banyak sekali rumah-rumah berarsitektur kuno di sekitar Jalan Darmo. Saat ini rumah-rumah tersebut banyak digunakan sebagai gerai-gerai komersial. Sekali lagi saya belajar tentang sejarah kota Surabaya.

Kami keluar museum setelah puas berkeliling sekitar satu jam. Sebenarnya saya masih ingin melihat ruang di atas museum yang berfungsi sebagai ruang pameran. Saya penasaran dengan arsitektur di dalamnya. Namun saat itu saya tidak menemukan seorang pun untuk meminta izin memasuki ruang atas. Kami juga tidak tahu jalan menuju ruang atas. Ya sudah, akhirnya kami pulang deh.

Akhir Kata Tentang Museum De Javasche Bank

Menurut saya pribadi Museum De Javsche Bank masih punya banyak peluang untuk lebih dikembangkan lagi, salah satunya adalah dengan menambah koleksi benda-benda kuno perbankan, menciptakan suasana nyaman dalam ruangan, memperindah ruangan dengan lukisan atau pernik interior lain agar ruangan tidak terkesan kaku dan suram. Namun di luar semua hal yang saya keluhkan, saya merekomendasikan Gedung dan Museum De Javasche Bank untuk dikunjungi. Alasan mendasarnya adalah agar kita penerus bangsa lebih mengenal sejarah dan lebih bersemangat untuk membangun bangsa Indonesia tercinta.

Setelah mengunjungi museumnya, saya masih antusias untuk mengunjungi gedung ini lagi saat ada pameran seni atau budaya. Kabarnya gedung ini sering digunakan untuk pameran lukisan.


Sumber : Artebia.com.

Jumat, 10 April 2015

10.04.15 : Es Burcangjo + De Javasche Bank

Jumat 10/04, acara malam-malam kalo perut lagi keroncongan. Ya ngeluyur cari warung makan. Ketemunya, es bubur kacang ijo. Jadilah ... daripada kondisi perut keroncongan berubah drastis jadi perut metal ? Khan ribez.

Pulang makan ringan, mampir ke gedung kuno milik De Javasche Bank, deket JMP. Juru fotonya Yudi sama Ivan. Juragan yang punya kendaraan Syatriya Bergitar tetap tinggal di mobil, khawatir mobilnya dibawa kabur kucing garong xi xi xi.

Thanks ya buat semuanya, yang sudah kasih layanan terbaik, semoga Allah SWT memberikan berkah dan rezeki-NYA kepada kita semua. Aamiin YRA.



                                                 Surabaya Kota Lama, 10.04.15.

Kamis, 09 April 2015

09.04.15 : Meet Khrisna Bali International Cargo

Kamis 09/04 siang, mas Widia Erlangga dan bu Dwi Rahmawati dari Khrisna Bali International Cargo (KIC) telepon dan kepingin mampir. Berhubung siangnya masih di Madura, usai acara peresmian KA pelabuhan, maka kami janjian di sore hari.

Sekitar pukul 17.00 tamu dari jauh ini pun datang dan kami terima dengan senang hati. Ngobrol panjang lebar dan intinya, bisnis apa yang bisa digarap bareng ? Selebihnya berbagi pengalaman dan memberikan panduan yang sekiranya bisa bermanfaat di kemudian hari.

Terima kasih atas kunjungannya ya. Sukses !



                                                        Surabaya, 09.04.15.


Rabu, 08 April 2015

08.04.15 : Sertijab Di JO BUMIKALOG

Gak terasa sudah 9 (sembilan) bulan bertugas di Kota Pahlawan (tapi gak ngerasa jadi pahlawan loh), kini tiba saatnya untuk pindah tugas kembali sesuai aturan perusahaan. Sedih tapi ya gak boleh ditawar.

Apapun keputusan yang diambil manajemen pasti yang terbaik. Semoga ada hikmahnya. Dan yang bikin norak, pas kasih kata perpisahan (walau cuma istilah sederhana), nada yang terucap seolah bergetar dan nyaris butiran air mata mengalir namun masih bisa ditahan. Gengsi dunk.

Gak perlu mengungkit kebaikan dan keburukan di sekitar lingkungan pekerjaan, biarlah manajemen yang menyimpan baik catatan itu. Kita cukup melaksanakan tugas ! Toh sudah ada tim yang bertugas menilai dan kita dinilai. Semoga mendapat barokah bagi semua pihak.



Terima kasih Mas Teguh dkk di JO BUMIKALOG. Pasti suasana kebersamaan sangat dirindukan. Makan bareng, nyanyi bareng, nyate kelinci bareng di Tretes (malam-malam pula) dan sesi jalan-jalan di tengah kota. Luv you JO and Surabaya nite life (begadang dan sidak di Kalimas Bro’ hi hi hi). Tooop kalian.


Surabaya, 08.04.15.

Selasa, 07 April 2015

07.04.12 : Kerja Sambil Mejeng di TPS

Haaah, masa sih ? Hei hei hei, TPS itu kepanjangannya "PT Terminal Petikemas Surabaya" dan menjadi salah operator terminal di ibukota Jawa Timur, dengan luas lahan sekitar 80 ha. TPS itu hasil kerja bareng antara PT Pelindo III dengan DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Nah, hari Selasa siang ini, ada uji coba lagi untuk memastikan pola operasi kereta api (KA) pelabuhan jadi optimal dalam rangka mendorong efisiensi di industri jasa logistik Tanah Air. Namanya harapan khan boleh-boleh saja.

Berbekal 1 (satu) unit loko CC201 lawas, rangkaian yang dibawa 20 gerbong datar (GD) yang bisa memuat 40 kontainer ukuran 20' ato 20 unit kontainer 40'. Gitu. KA melaju dari Stasiun Kalimas (KLM) ke pelabuhan dan kembali ke KLM dengan baik.

Rencananya, hari Kamis 09/04 mendatang, Menteri Perhubungan RI akan meresmikan pengoperasian jalur rel KA pertama ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Bila ini berhasil dan sukses, tinggal menularkan virus serupa ke pelabuhan utama lainnya seperti Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Priok Jakarta.

Hip hip huraaaaa. Berhasil. Berhasil.


                                               Surabaya, 07.04.15.

Senin, 06 April 2015

06.04.15 : Makan Malem Bareng Tim KALOG KLM

Untuk urusan perut, memang gak perlu rencana matang dan butuh berjam-jam untuk memikirkannya. Cukup kata "YA", maka semuanya meluncur apa adanya. Di jalan bisa muncul banyak opsi dan inilah jadinya.

Nyasar di Taman Bungkul, salah satu taman terkenal dan terheboh saat salah satu produsen es krim membuat berita heboh, gak sengaja merusak sejumlah tanaman yang sudah dipelihara dengan baik. Kontan saja bu Risma selaku Walikota Surabaya mencak-mencak dan menuntut ganti rugi.

Beruntung semuanya lancar dan pihak sponsor bertanggung jawab. Jadi ya kembali ke wujud semula. Sayangnya, untuk pose didepan Taman Bungkul, kitaorang gak begitu pede berhubung masih pake seragam kantor dan pergi dadakan gitu deh. Sempatnya selfie di warung kalkulator dan salah satu pojokan Taman Bungkul.

Inilah oleh-olehnya. Cheers.


                                                Surabaya, 06.04.15.

Sabtu, 04 April 2015

04.04.15 : Kondangan Ke Daarut Tauhid Bandung



Biasanya di blog ini memajang foto pribadi ato orang kantoraaaan aja. Sesekali foto isteri sedang kongkow-kongkow di sebuah acara. Ibu-ibu juga perlu refreshing, gak ngurusin anak ato dapur doank.

Sabtu 04/04 siang, nganter isteri ke Café Daarut Tauhid yang dikelola oeh ustadz kondang AA Gym. Kebetulan ada kerabat isteri yang ngadain hajatan di sana, ya meluncur dan jadi wartawan amatir seperti biasa.

Berikut ini hasil liputannya.




                                                        Bandung, 04.04.15.

Kamis, 02 April 2015

02.04.15 : Pesan Positif Lee Kuan Yew



By 李光耀 - Lee Kuan Yew
Umur : 91 Tahun

Majalah: LianHe  Zhaobao.  Edited by GC.

Lee Kuan Yew yang baru saja melepas jabatan sebagai Minister Mentor of Singapore, 3 tahun yang lalu kini berusia 91 tahun. Beberapa waktu lalu beliau wafat dan inilah salah satu petuah yang layak untuk dibagikan (editor).

 Di usianya yang sudah senja dia masih terus aktif. Membuat orang-orang bertanya apa resep yang membuat dia bisa sehat begitu. Dibawah ini adalah 5 resep rahasianya yang membuat dia sehat di usianya.

Ia mengatakan :

1. Kalau bisa, SEDIKIT MAKAN.

2. Usahakan agar dapat TIDUR yang CUKUP.

3. Kita harus merasa TERTARIK dan SUKA pada PEKERJAAN kita.

4. Harus BEROLAH-RAGA setiap hari (minimal 45 menit).

5. Ini adalah yang lebih penting lagi yaitu MENJAGA PIKIRAN kita agar tetap Tangkas & Tajam.

Untuk menjaga pikiran agar tidak pikun, saya memilih belajar satu bahasa yang lain.

Saya telah menguasai bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Melayu, bahasa Hok Kian, sekarang mempelajari bahasa Mandarin.

Jangan berhenti untuk Belajar. Sekali berhenti, Elemen Syaraf (Neuron) akan mati, Anda pun habis sudah, walau badan terasa lebih sehat, tapi Otak Anda Kosong.

Ini adalah hal yang paling menyedihkan. Oleh karenanya, kita harus mempertahankan otak tetap lincah,

Setiap hari pelajarilah hal yang baru, penuh kegairahan terhadap kehidupan.

Pengetahuan terhadap segala yang terjadi di sekitar atau peristiwa dunia dengan membaca koran atau menonton berita. Juga membuat otak kita bekerja. Itulah caranya saya mempertahankan ketajaman pikiran.

6. BERBUATLAH KEBAIKAN2 !!!
Dengan berbuat kebaikan kita sesungguhnya merawat hati nurani kita dan menambah tujuan dan arti hidup kita.

Ketika Lee Kuan Yew melarang Permen Karet di Singapore, dia berkata: "If you can't think because you can't chew, try a banana. (Jika kamu tidak bisa berpikir tanpa mengunyah, cobalah pisang)".

Sebuah sindiran sarkastis pada kaum muda, tapi semua orang memujinya. Karena berkat Lee Kuan Yew. Singapore menjadi salah satu kota terbersih di dunia.

Semoga Gaya hidup Mr Lee ... menginspirasi kita. Aamiin.

Sumber : milis tetangga sebelah – ijin share ya.

Rabu, 01 April 2015

01.04.15 : Mengolahragakan Karyawan

Hari pertama di kantor pusat, asyiiik juga. Seusai jam kerja, naik ke lantai atas Stasiun Gondangdia, ehh ketemu temen-temen lawas lagi pada main ping pong / tenis meja. Sekedar cari keringet, boleh ‘lah.


Insya Allah bakal digalakkan dan bisa dikompetisikan. Daripada pul kerja ngeluyur jauh-jauh khan mending cari kegiatan positif. Salah satunya yang murah-meriah ya main ping pong. Dulu sempat rame peminat tapi lambat laun menurun.

Sekarang lagi dicoba memompa semangat 1 trilyun lagi. Jadi gak jasmani doank, nantinya rohaninya pun kudu sehat. Biar kalo diajak diskusi dan mikir jadi segarrrrr. Yuuuk main dulu ya. Yang nunggu giliran, nonton aja dulu.

Go Go Go !


Jakarta, 01.04.15.