Minggu, 11 Januari 2015

11.01.15 : Sepintas Stasiun Jatinegara

Sabtu 10/01 pagi hingga siang, sengaja jalan-jalan ke Stasiun Jatinegara (JNG). Tadinya melihat aktifitas KRL, dipo serta staf PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang tengah pisami, sambil memandu para penumpang yang masih bingung untuk transit di stasiun mana.

Keperluan transit, maksudnya dari JNG ke Depok ato Bogor ato Serpong, sehingga dibutuhkan penjelasan lebih lanjut. Hari Sabtu dan Minggu kebanyakan orang yang berniat mencoba layanan kereta api, ato mengajak liburan keluarga dan sekedar wara-wiri untuk memotret kereta api.

Stasiun Jatinegara berada 16 meter diatas permukaan lau (kode: JNG +16 m), sebelum kemerdekaan bernama Stasiun Meester Cornelis, masuk ke area  Jakarta Timur. Stasiun ini merupakan stasiun bertemunya tiga jalur, yaitu jalur ke Pasar Senen, Manggarai, dan Bekasi. Setiap harinya dilewati sekitar 350 kereta api. Di dekat stasiun ini terdapat dipo lokomotif.

Sambil jalan-jalan, sowan ke KS JNG – pak Joko dan Waka – pak Dedi. Memotret apa yang enak dan baik untuk didokumentasikan. Gak ada keperluan lain, selain silaturahim. Usai dari JNG langsung piket ke Tg Priok, tepatnya Stasiun Angkutan Barang Sungai Lagoa (SAO).

Berikut ini cuplikannya.


                                                              Jakarta, 10.01.15.

Sabtu, 10 Januari 2015

10.01.15 : Kunjungan Rutin ke SAO

Pembangunan CY di Stasiun Angkutan Barang Sungai Lagoa (SAO) sudah dimulai sejak awal Desember 2014 lalu dan hingga kini sudah mendekati 60 persen dari total pengerjaan area seluas 7.000 meter persegi.

Adapun hasil pantauan per hari Sabtu 10/01 - didampingi pak Rudy (SOS) dan bang Udin (kALOG) sebagai berikut:



                                                      Jakarta, 10.01.15.

Kamis, 08 Januari 2015

08.01.15 : Jalan-jalan Ke Bogor

Kamis 08/01/15 sengaja mengambil cuti kerja, mengajak anggota keluarga sekedar berjalan-jalan dan beranjangsana ke rumah ibu di Kota Hujan ato semasa jaman Hindia Belanda dikenal dengan nama beken “Buitenzorg”.

Kami berangkat sekeluarga (minus Kk) usai shalat subuh, jemput ibu mertua dan keponakan (Zita dan Ola). Langsung menuju ke lokasi .ujuan wisata : Kebun Raya, Museum Zoologi dan rumah ibu. 

Alhamdulillah semuanya tercapai dan sempat melihat sekolah untuk Aina – bila kelak berkenan.
Berikut ini hasil liputan jalan-jalan ke Bogor. Sebagian besar foto dijepret oleh Aina - khususnya foto koleksi ikan, taman dan lain-lain. Enjoy.


                                              Bogor, 08.01.15 - bersambung..

Selasa, 06 Januari 2015

06.01.15 : Jalan-Jalan Awal Tahun Bareng “Iis Dahlia”

Sodaraku terkasih,
Setelah beberapa kali gagal, akhirnya hari ini, 4 Januari 2015, saya berhasil menyelenggarakan turing mini, dengan relasi: Tulungagung - Surabaya via Blitar - Malang.

Kebosanan pada rute itu-itu saja dan lah elu lagi elu lagi (pemain jalur utama Surabaya - Jogja), membuat‎ saya berusaha mencari alternatif rute yang belum pernah saya lalui.

Sebelumnya terbersit rencana dari Tulungagung lanjut ke barat via Nggalek (Trenggalek) - Ponorogo - Madiun - balik Surabaya.
Namun selain Nggalek - Ponorogo, rute sisanya sudah sering kali dilalui dan paling-paling ketemu elu lagi elu lagi..‎ hehehe..

Berdasarkan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam, akhirnya saya memantapkan diri untuk balik ke Surabaya via Blitar - Malang.

Tentunya karena saya kurang paham dengan jalur ini, demi kelancaraan penyelenggaraan turing tersebut, saya memohon arahan dan petunjuk dari beberapa pinisepuh Jatim, antara lain: Koh Intercooler Jumbo (sang lakon mandoran Mandala mulih kandang), Sam Idud Dudi Sudarmono, dan sesepuh Tulungagung mas Tri Budiono.

Dari wejangan - wejangan belio-belio ini, maka saya susun strategi penyelenggaraan turing AKDP saya.

Awalnya saya berminat mencoba New Hope alias Harapan Baru jam 05:00 dari Tulungagung. yang sebenarnya cocok dengan tajuk awal tahun, maka awal dari Harapan Baru.. hehehe..
.
Namun karena keterbatasan transportasi dari lokasi saya menginap, maka saya putuskan untuk mengambil slot keberangkatan jam 07:00 dengan harapan tidak terlalu siang sampe Malang.
Sudah kita ketahui bersama, jalur Malang - Surabaya saat ini sangat amat padat sekali. Terutama di akhir perayaan hari-hari raya long wiken seperti ini.

‎Jam 06:15 setelah pamitan dengan keluarga, maka saya diantar adik saya ke terminal Gayatri Tulungagung.
Nampak terminal yang baru selesai mempercantik diri ini keliatan lebih bersih dari sebelumnya saya kesini.

Jam 6:20 saya tengok ke jalur pemberangkatan, dipenuhi punggawa Tulungagung Harapan Jaya.
Satu dua bis mikro jurusan Nggalek dan Blitar/Malang nyempil di belantara putih orange.

6:25 dari arah pintu masuk terdengar suara khas Nissan CaBul alias Nissan CB. Saya berharap-harap ini adalah Harapan Baru, namun yang melangkah masuk adalah Mbak Iis Dahlia alias Dahlia Indah.. #alamak

Setelah BBM - an dengan Sam Dudi, didapat info, bahwa kliatannya slot jam 7 memang diisi Mbak Iis Dahlia, sedangkan Harapan Baru akan mengisi slot jam di belakangnya atau ETD jam 8.

Karena jam 8 akan terlalu siang sampai Malang, maka dengan rasa dag dig dug dan ucapan basmallah saya langkahkan kaki menuju sang biduan untuk mengajak duet... kupinang engkau dengan basmallah.. #halah

Saya menyadur ucapan rekan BMC yang pernah mengatakan kita ini kan bismania, bukan po mania. Jadi seyogyanya semua bentuk bis ya harus kita coba.
Jangan lah yang bagus-bagus aja dinaikin. Hehehehe...

Sedikit jeprat jepret, kurang jelas bodynya model apa, namun masih menyisakan tulisan 'Trisakti' dibawah kaca belakang.

Kabin terasa lawas, namun masih nyaman. Saya agak bingung dengan konfigurrasi kaca samping, yang mana kaca bawah dan atas sama-sama bisa dibuka/geser. Alamat bisa kerokan kalo semua jendela dibuka nih.. hehehe...
Saya ambil seat tengah karena front row sudah penuh terisi, selain itu juga pengen dapat sisi "window" untuk menikmati view rute yang notabene belum pernah saya lalui sebelumnya.

Anyway, jam 7 tepat ‎mbak Iis Dahlia melangkahkan kaki keluar terminal gayatri dengan okupansi -/+ 70%
‎Not too bad di pagi hari menjelang arus balik setelah liburan panjang.

Saat mas kondektur menanyakan tujuan, saya sampaikan Blitar sebagai kota tujuan. Untuk tarif Tulungagung - Blitar saya ditarik Rp12,000, sayangnya tidak dikarcis. Tapi anehnya penumpang didepan saya semua dikarcis, sedangkan mulai deret saya ke belakang tidak ada yang dikarcis. Apa system semi setoran ya?

Oh iya, mengapa saya beli karcis sampe Blitar saja, karena khawatir bis akan ngetem lama di Blitar dan daripada nunggu mending ikut depannya atau kalo beruntung 'konon' ada ATB Restu.

Perjalanan dari Tulungagung ke Blitar cukup lancar, dengan hawa cukup sejuk, sejenak mata mendapatkan pemandangan "baru" cukup merefresh.

Sepanjang jalan kernet serta kondektur setia "menjajakan" dagangannya: jember - wangi - wangi ... sembari saya berpikir apa iya bis ini sampe banyuwangi ya ?

namun memang ada beberapa penumpang yang naik dari daerah Ngunur dan Srengat dengan tujuan Probolinggo dan Jember..

Jam 7:50, bis menapakkan kaki di terminal Blitar. Sembari siap-siap turun saya menyapukan pandangan ke area shelter maupun parkiran dengan harapan menemukan sosok yang cocok untuk di ajak duet (maksude bis).
nampak sesosok Restu non ac dengan livery lama dan Dana Dhasih (sepertinya ATB). sedangkan di jalur pemberangkatan sudah siap mantan bis balap yang sudah direbranding Ladju.

setelah turun saya pun menuju ke toilet untuk buang "ballast" :)

keluar dari toilet saya memastikan lagi bahwa tidak ada yang menarik hati untuk di'tunggangi' dari terminal Blitar.
saya pun perlahan kembali menaiki undakan masuk ke Dahlia Indah yang sudah ditinggalkan kawan serutenya, Ladju.
mas Kondektur pun memandang saya dengan raut agak heran, lalu tanpa ditanya sayapun menjawab :aku melu tekan malang pisan (saya ikut sampai malang sekalian). tombo kisinan.. hehehehe...

kali ini tempat duduk saya sudah ditempati oleh penumpang lain, dan saya pun memilih duduk di deretan paling belakang.

sekitar jam 8:05 mbak iis Dahlia melanjutkan perjalanan menuju Malang. untuk leg Blitar - Malang saya ditarik Rp18,000 dan kali ini diberikan karcis. (Lumayan nambah koleksi, jarang-jarang naik Madjoe grup.. sayang mandorannya sudah dikontrak Mandala coklat untuk memunggawangi rute pulang kandang.. hehehe..)

sepanjang perjalanan penumpang terus bertambah. pada puncaknya di daerah sumberpucung dimana terpaksa kru menolak calon penumpang karena sudah penuh sesaknya kondisi di kabin.

dari Blitar ke Malang perjalanan ditempuh selama -/+ 3jam dengan rute pegunungan. sempat membuat saya agak khawatir dengan kondisi bis yang sudah cukup 'sepuh' dengan kondisi medan naik-turun, tambah deg deg an saat jalan turunan tercium aroma kampas alias sangit. bertambah kekhawatiran saya ketika saya yakin bahwa skep atau exhaust brake bis yang saya tumpangi sudah modar alias tidak berfungsi.

namun dengan keyakinan bahwa sang awak bus telah memiliki pengalaman dalam menaklukkan rute ini, maka saya pun berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja (haduh kok koyo lirik lagu).. hahahaha...

Rute yang dilalui ini melewati Waduk Sutami yang berada di kecamatan Karangkates, Kabupaten Malang. sempat saya terbersit untuk ingin sejenak berhenti dan menikmati pemandangan. Namun warning dari Sam Dudi bahwa antara jam 10 - 15an jarang ada bis yang langsung ke Arjosari memupus niat saya.

Sebelumnya saya pernah ke Blitar dengan menggunakan Kereta Api, view dari dalam kereta pun cukup indah, dengan melalui beberapa terowongan dan jembatan.

memasuki daerah Kepanjen, jalanan mulai padat dengan dominasi kendaraan pribadi dan sang raja jalanan alias sepeda motor, cuaca mulai terik dan hawa di dalam bis mulai terasa 'hangat'.

terminal pertama di Malang yang disinggahi adalah terminal Gadang, di sisi selatan kota Malang. bis masuk ke Gadang sekitar jam 10:30.
setelah offload penumpang, bis lanjut ke terminal Arjosari. Padatnya lalu lintas kota Malang mengakibatkan sang driver seringkali menyalakkan klakson dan sesekali bis terangguk-angguk berhenti mendadak karena laju bis dipotong oleh kendaraan lain.

tepat pukul 11:00, bis memasuki terminal utama kota Malang, yakni terminal Arjosari. sebelum masuk ke terminal, mas kondektur memberikan "pengumuman" bahwa jember - probolinggo - wangi langsung. Wah,  berarti beneran ini akan ke Banyuwangi kah ? mohon pencerahan kawan-kawan yang punya pengalaman..

kesan setelah turun dari bis, melihat 'plejrengannya' (penampilannya), menurut saya untuk ukuran bisa dengan usia cukup sepuh, sasis Nissan Cabul alias Nissan CB cukup nyaman. dibandingkan dengan sasis Fighter alias Mitsubishi.

setelah turun bis saya pun melangkahkan kaki ke jalur Malang Surabaya. target saya untuk jalur Malang Surabaya pengen nyoba Tentrem dengan besutan body Max. ternyata di jalur yang lagi ngetem Restu Panda, dan dibelakangnya Restu Panda lagi.. walah..

ya sudah duduk-duduk dulu lah.. eh, kok nampak sosok yang tidak asing kawan lama dari Malang, Sam Dudi dengan putranya.. langsung pun saya hampiri..
rupanya belio sudah coba kontak saya via BBM, namun karena kondisi bis penuh sesak tidak memungkinkan saya untuk mengeluarkan hp dari saku.
belio sejak pagi menemani admin galak bung A'am yang akan kembali ke Jakarta setelah drop muatan di Batu (hihihi)..

Sam Dudi tidak bisa menunggu lama, karena mendung sudah cukup gelap dan setelah ngobrol sebentar lalu pamitan undur diri.

saya sempatkan juga ngobrol dengan Bung A'am yang sudah anteng didalam Medali Mas menunggu keberangkatan. Kabarnya belio semalam 'nunggangi' Sumber Group "Kelinci Balap" sembari merem melek, katanya.. hihi...
saya menolak halus ajakan belio untuk bareng naik Medali Mas, karena target pengen numpak Tentrem Max, nah kebetulan di belakang Medali Mas ini adalah slot untuk Tentrem Max Patas.
setelah Medali Mas berangkat, saya pun buru-buru naik ke Tentrem Max yang mengisi slot berikutnya. namun setelah sampai di dalam bis dan potret-potret interior, saya lupa kalo rencana di Arjosari makan siang dulu sebelum berangkat. alhasil setelah puas jeprat jepret sayapun beringsut turun dari pintu belakang... hehehehe.. koyo ababil ae, macak melu tapi mek poto-poto..

setelah isi bunker alias makan siang, kembali hunting bis tujuan Surabaya. nampak di starting grid ATB Max Tentrem, tapi setelah naik kondisinya full penumpang.
alhasil geser ke slot Tentrem berikutnya atau 2 bis di belakangnya yang berbody Actor warna putih. menurut Sam Dudi bis ini bertajuk "Ambalat NKRI", entah apa maksudnya.. hehe..

sekitar jam 13, sang Ambalat NKRI melangkah kaki keluar Arjosari. tidak terpaut 5 menit dengan Pelita Mas di depannya. kemacetan langsung terasa di pertigaan Arjosari, yang naga-naganya siang ini arus lalin akan "nggremet" alias merayap sampai ke pasar Lawang.
Betul saja, kecepatan sama sekali tidak dapat beringsut dari lebih dari 20 - 30 km/jam.. sepanjang jalan sang Ambalat NKRI terus menambah isi perut alias penumpang. yang mana dalam kondisi menjelang akhrei long wiken begini, semakin sore, bis akan semakin penuh..

dari Arjosari saya niatkan untuk berhenti sebentar di pusat oleh-oleh Bakpo Telo Pandaan, sembari meluruskan kaki.
tiket seharga Rp7,500 saya tebus untuk perjalanan Malang - Pandaan. Hujan deras mengguyur selama perjalanan Malang - Pandaan. beruntung sesampai di Pandaan hujan sudah reda sehingga terhindar dari basah kuyup.

setelah sekitar 30 menit berada di Bakpo Telo Pandaan, sayapun melanjutkan perjalanan. kali ini siap-siap kaki njarem karena pasti harus berdiri dari Pandaan sampai Surabaya.

betul saja, beberapa armada ATB yang lewat sudah penuh sesak sehingga menolak untuk menerima tambahan penumpang. akhirnya 2 buah Restu Panda beriringan dan salah satunya mau berhenti untuk menerima tambahan penumpang.

perjalanan kurang lebih 1,5 jam dengan upacara lumayan membuat kaki pegal-pegal.. hehehe... alhamdullillah sekitar jam 17:30 si Panda menginjakan kaki di Terminal terbesar di Asia Tenggara alias Bungurasih Airport.

perjalanan dari Bungurasih menuju rumah saya lanjut kemudian dengan 'menunggangi' Mas Damiri alias Damri bus kota.

yah demikian sekelumit kisah perjalanan saya yang tidak seberapa, semoga tulisan saya yang compang camping ini berkenan.


salam,
--
Reza R Leksmana
Email: reza.leksmana@gmail.com (sudah diijinkan dimuat loh ya).

Senin, 05 Januari 2015

05.01.15 : Kontrak PSO PT KAI

Bagi pengguna jasa kereta api (KA), info turunnya dana PSO pasti sangat disambut dengan antusias karena membantu memperingan ongkos angkutan, dibandingkan bila menggunakan moda angkutan darat lain, seperti angkot, kopaja, patas bahkan bus Trans Jakarta (TJ).

Nah, berikut ini ada info dari PT KAI - CorComm Daop 1 Jak, terkait penandatanganan Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation / PSO) bidang angkutan kereta api kelas ekonomi tahun anggaran 2015, bertempat di Stasiun Pasar Senen (PSE) hari Jumat 02/01 lalu.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko dan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan.

Penyelenggaraan PSO ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 dengan nilai kontrak Rp. 1.523.737.021.893. Berhubung mekanisme pembelian tiket dapat dilakukan H-90, maka pemberlakuan tarif PSO untuk KA jarak jauh dan sedang dimulai dari tanggal 1 Maret 2015 sesuai dengan tarif yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menhub nomor PM 5 Tahun 2014 tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi.

Acara dilanjutkan dengan konferensi pers di Kementerian Perhubungan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan narasumber Dirjenka, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Anggoro Budi Wiryawan, Direktur Komersial PT KAI serta Direktur Utama PT KCJ.

Adapun rekapitulasi KA yang mendapatkan PSO:

- KA ekonomi  jarak jauh : Rp. 115.068.716.485, antara lain : Logawa, Kertajaya, Brantas, Kahuripan, Kutojaya Utara, Bengawan, Progo, Pasundan, Sri Tanjung, GBM Selatan, Matarmaja.

- KA ekonomi jarak sedang : Rp. 131.853.748.878, antara lain : Tawangjaya, Serayu, Kutojaya Selatan, Tegal Arum, Tawang Alun, Rajabasa, Buser/Selero, Putri Deli, Siantar Ekspres.

- KA ekonomi jarak dekat : Rp. 464.479.984.841 antara lain : Merak Jaya, Cilamaya, Lokal Rangkas, Jatiluhur, Walahar, Ekonomi lokal cibatu, BD Raya Eko, Penataran, Tumapel, Pandanwangi, Probowangi, Sibinuang, Kalijaga.

- KRD ekonomi : Rp. 44.304.482.366 antara lain : KRD Surabaya, Sriwedari, Prameks, KRDI Seminung.

- Commuter Line Jabodetabek : Rp. 754.232.650.504

- KA Lebaran : Rp. 13.797.438.819 antara lain : Pasundan, Kertajaya, Tawang Jaya, Matarmaja, Mantab, Kutojaya Utara, Kutojaya Selatan.

Info lainnya bisa dibaca di media cetak lokal ato nasional. Angkanya mungkin tidak sedetil yang dirilis PT KAI. Semoga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan silahkan dibagikan kepada yang memerlukannya.

Saking terburu-burunya, ada artikel di salah satu media cetak pun sampe "salah" menyebut tahun. Dikira masih tahun 2014, jadi menulisnya "tahun depan" he he he. Gpp, masih belum terbiasa. Kita pun rata-rata bila membikin surat ato email, cek deh tahunnya, masih seneng nulis tahun 2014. So keep calm.

--- quote ---

(artikel) Tahun Depan, KAI Terima Dana PSO Rp 1,5 Triliun

JAKARTA: Kemenhub menetapkan anggaran PSO untuk KA kelas ekonomi tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1,52 T. Penetapan ini diumumkan setelah Kemenhub dan PT KAI menandatangani kontrak PSO.

Dirjenka Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan sasaran PSO tahun 2015 diberikan kepada KA jarak jauh, KA jarak sedang, KA jarak dekat, KRD, KA Lebaran, dan KRL.

"Melalui kontrak ini diharapkan masyarakat dapat menikmati pelayanan angkutan kereta kelas ekonomi, baik antarkota maupun perkotaan, dengan tarif terjangkau," katanya.

Dia menjelaskan kontrak PSO untuk KA jarak jauh dan jarak sedang mulai berlaku 1 Maret hingga 30 Juni 2015. Sedangkan kontrak untuk KA jarak dekat dan KRD ekonomi mulai berlaku 1 Januari sampai 31 Desember 2015.

Sementara itu kontrak PSO untuk KRL mulai berlaku 1 Januari hingga 30 September 2015.

Sumber : Tempo, 04.01.15.

--- unquote ---

Dokumentasi terlampir.


                                                          Surabaya, 05.01.15.

Minggu, 04 Januari 2015

04.01.15 : " NASEHAT UNTUK PARA SUAMI "

1. Hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu..

2. Jika marah, boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)..

3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isterimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian),maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti disurga..

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang..

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya..

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu,namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu..

7. Banyak isteri yang baik,tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu,maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya..


Sumber : Unknown (ijin share dan terima kasih kepada isteriku yang memberikan email ini agar suaminya selalu ingat pesan moral yang dikandungnya).

Sabtu, 03 Januari 2015

03.01.15 : Nyobain KA Jenggala

Hari Sabtu 03/01 ditetapkan sebagai hari untuk mencoba kereta api (KA) Jenggala, yang belum lama ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 SB. Pengadaa KA-nya dipersiapkan oleh Kemenhub dan rute operasinya : Sidoarjo - Tulangan - Tarik - Mojokerto p.p.

KA ini buatan PT INKA dengan harga tiket Rp 4.000,- per orang. Peminatnya, selama ini sih penuh terus dan makin diminati masyarakat. Gimana gak diminati, jarak sejauh itu cuma bayar Rp 4.000,- dan gak pake macet ! Sepertinya baru beroperasi sebulanan deh.

Berikut ini pengalaman ber-KA Jenggala dengan Bram dan Lintang (putera mahkota keluarga Bram). Reza absen kali ini. Juga mengamati beberapa struktur stasiun warisan tetapi berhubung waktu terbatas, akan dieksplorasi lain waktu


Selamat menikmati. Terima kasih Yaa Allah, sudah diberi kemudahan untuk melaksanakan hajat mencoba KA Jenggala.


Sidoarjo, 03.01.15.

Jumat, 02 Januari 2015

02.01.15 : Tindak Lanjut Kerjasama Dengan TPS - 02/01/15

Kunjungan ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) ini bukan yang pertama dan PT Kereta Api Logistik (KALOG) sedang menjajaki kerjasama dengan pihak TPS, untuk bisa merealisasikan biaya supply chain yang kompetitif dibelahan timur (sebut saja Surabaya).

Bila ini berhasil, bisa menjadi tonggak dan mewabah ke pelabuhan lain. Maklumlah, pelaku usaha senantiasa berteriak-teriak biaya penanganan di pelabuhan dan menggunakan moda kereta api (KA) dibilang mahal.

Nah untuk itu, dibuatlah kajian bersama, yang bertujuan memangkas ongkos mahal tadi. Kini masih dipelajari, mana yang “ke-mahal-an” dan mana yang dibilang “ke-murah-an”. Cukup intensif dan perlu keyakinan bareng bahwa proyek ini bisa berhasil


Bila salah satu pihak ragu maka bisa gagal total. Do’akan mancarli aja. Lanjuuuuut.


Surabaya, 02.01.15.

Kamis, 01 Januari 2015

01.01.15 : Seragam Anyar JO BUMIKALOG

Efektif 01.01.15, perusahaan hasil kerjasama operasi antara PT Kereta Api Logistik (KALOG) dan PT Bumi Wijaya Terminal (BWT) yaitu JO BUMIKALOG, mulai menggunakan seragam perusahaan, untuk mengukuhkan keberadaannya di industri jasa logistik.

Menggunakan kombinasi warna cokelat (baju / atasan) dan hitam ato warna gelap (celana panjang / bawahan). Sedangkan untuk staf, ada seragam tambahan yakni warna putih atasannya dan biru donker bawahannya.

Adapun contoh seragam cokelat, bisa dilihat di foto. Ini berlaku mulai Senin – Jumat. Minimal sudah dimulai mengatur disiplin dalam berpakaian. Absensi sudah jalan duluan. Nanti yang lainnya, Bertahap tapi efektif, jauh lebih baik.


Beginilah namanya juga tahap pembelajaran. Menuju arah yang lebih baik. Maklum usianya baru 1,5 tahun. Masih muda khan ? Bravo.

Surabaya, 01.01.15.