Rabu, 18 Juni 2014

18.06.14 : Jumpa Kawan Lama Di Surabaya


Jika tak berjodoh memang sulit. Rasanya sejak beberapa waktu lalu, janji ketemu A batal, ehh malah ketemu B. Di hari berikutnya, janji dengan C, ehh … yang diketemui malah D dan seterusnya. Hari ini tanpa disengaja, malah ketemu segambreng rombongan temen lama.


Sebelum makan siang, Opik telepon mau mampir ke kantor. Pas waktunya makan siang dan ketemu duuuuh ternyata gak jauh-jauh sobat-sobat lawas, sing mbiyen ketemu semasa RAM masih bekerja di PT Meratus Line.

Hari ini, setelah 7 (tujuh) tahun silam meninggalkan Kota Pahlawan, dan itu tadi, bila sudah berjodoh dan sudah waktunya, Inshaa Allah dipertemukan oleh Allah SWT, malah lebih dari yang diharapkan. Subhanallah.

Bersyukur banget bisa ketemu sobat lama sambil makan siang (kiri-kanan) : Rahmat (ArmiPro), RAM (KALOG), Dwi Agus (Starline), Ayu (Trans Pacific Atlantic), Opik (CMA CGM), Yani (MSC).


Terima kasih atas waktunya ya dan juga traktiran makan siangnya. Next time, gantian deh he he he.

Surabaya, 18.06.14. 

Senin, 16 Juni 2014

16.06.14 : Ketemu (Lagi) KA Wisata Di SBI

Setelah pulang kampung ke Bandung/Jakarta (Jumat-Minggu) dan harus balik lagi ke Surabaya karena hari Senin merupakan hari kerja normal, ya wajib datang lagi. Pasalnya, begitu turun dari KA “Sembrani” di Stasiun Pasar Turi (SBI) ehh moro-moro terlihat sosok KA Wisata “Jawa” dan “Toraja”.

Kontan saja tha cari siapa pramugara-nya. Dan ketemu Teguh dan Andry. Ya sesame anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero), wajib menjalin silaturahim dan sempat ngobrol sejenak didalam KA Wisata, sebelum akhirnya berfoto narsis gitu deh. Lalu pamit.

Setelah KA Wisata berangkat kembali ke Jakarta, lantas dijemput panglima bayangan SBI yang berjuluk “Si Ambon”, selanjutnya diperkenalkan dengan tim BHP Kurir SBI. Silaturahim.

Simak liputannya berikut ini.  Have a nice day (Surabaya, 16.06.14).


Minggu, 15 Juni 2014

15.06.14 : Bazaar + JJ Monas

Hari Minggu 15/06 subuh, berangkat dari kota yang berjuluk Parijs van Java menuju Batavia (model Belanda gitu deh ….) dengan membawa seperangkat barang dagangan isteri tercinta. Rencana ikutan bazaar di Gedung BPPT Jl Thamrin Jakarta.


Yuyun menunggu stan bareng Sarah. Ayahnya Aina ajak main Aina ke Tugu Monas Jakarta karena penasaran sejak lama koq gak pernah diajak ke puncak Tugu Monas. Tapi dia gak bilang mau lihat sosok Anas yang pengen digantung disitu. Ngeriiii.

Justru yang bikin ngeri adalah antrinya. Satu, pas hari libur. Dua, banyak warga dari luar Jakarta sedang melancong (terdengar dari pengumuman dan kaos sekolah yang mereka kenakan). Tiga, warga Jakarta dan sekitarnya yang penasaran belum pernah ke puncak Tugu Monas dan masih banyak lagi alasan lain kayaknya.


Intinya, rasa ingin tahu warga Indonesia terhadap Jakarta tinggi banget. Bayangin aja, beli tiket jam 08.30, antri berdiri – duduk – berdiri bolak-balik, kelaparan, hujan – panas bergantian sampe akhirnya naik jam 15.10.  Saking capeknya nunggu, Aina sempat zzz dulu. Toooop khan ?


Udah gitu, karena diatas puncak anginnya cukup kencang, cuma bertahan sama Aina 15 menit doank buat foto-foto. Selebihnya langsung pilih turun lagi. Sungguh suatu pengorbanan luar biasa dan cukup sekali ini aja.


Subhanallah dan tetap bersyukur kepada Allah SWT, masih diberi kesempatan untuk membawa jalan-jalan si buah hati ke Tugu Monas Jakarta. Terima kasih Yaa Allah, dan oh ya foto-foto diatas banyak yang dipotret langsung oleh Aina. bagus lho sayang.


                                     Jakarta, 15-06-2014

Jumat, 06 Juni 2014

06.06.14 : Kunjungan Ke Gudang Semen


Salah satu yang diamati selama tinggal dan bertugas di Surabaya, yakni memastikan distribusi semen ke masing-masing gudang bisa berjalan lancar. Masing-masing punya keunikan tersendiri. Mulai dari kapasitas gudang sampe SDM-nya.

Berikut ini hasil kunjungan ke gudang Suko untuk semen Tiga Roda (arealnya bisa menampung 20 truk) sedangkan untuk semen Bosowa kemapuan arealnya hanya menampung 10 truk dan pengerjaan dilakukan secara manual di tetangga sebelah  menggunakan forklift.

Bila bongkaran semen Tiga Roda hanya membutuhkan 5-10 menit saja namun untuk semen Bosowa bisa menghabiskan waktu 45 menit (paling cepet) karena itu tadi, dilaksanakan dengan cara manual alias bongkar oleh kuli.

Semen Tiga Roda lebih berpengalama karena terlebih dulu menggunakan moda angkutan kereta api (KA) sedangkan Semen Bosowa baru saja berjalan per tanggal 01/06/14 dan masih harus belajar banyak. Semoga mancarli.

Dokumentasinya sebagai berikut.



Kamis, 05 Juni 2014

05.06.14 : "Workshop Direct Report For Managers"

JaKaRTa: Sesuai undangan dari kantor pusat (torpus) PT Kereta Api Logistik (KALOG), kami hadir pada hari Selasa 03/06/14 mengikuti kegiatan pelatihan untuk menyikapi laju pertumbuhan perusahaan dan mempersiapkan tenaga SDM yang handal guna menyongsong hari esok.

Bertempat di torpus KALOG, pelatihan dilaksanakan setengah hari penuh, maksudnya mulai jam 10.00 s/d 17.00. Besoknya dilanjut dengan meeting internal tetapi bagi peserta yang tidak terkait, diperbolehkan kembali ke tempat semula karena tenaga dan sumbangsih pikirannya kebih dibutuhkan.

Kami menginap si Hotel Sofyan karena dekat kantor dan suasana kamarnya, oke juga. Agak luas dan bersih. AC gak terlalu dingin harga cukupan dan setara dengan harga hotel budget saat ini yang sedang tumbuh pesat di ibukota maupun kota-kota besar lainnya.

Enjooooy. Foto diunggah tgl 05/06/14.


Sabtu, 31 Mei 2014

31.05.14 : Kalimas, Dalam Balutan Seni Fotografi Sederhana


Mulai minggu-minggu ini, RAM sudah bertapa di Kota Buaya dan banyak semedi untuk menyelesaikan urusan yang ada di Stasiun Kalimas, Surabaya, terkait penanganan angkutan semen Bosowa.

Kebetulan, rangkaian gerbong kereta api (KA) kosongan masih tersimpan di Kalimas (KLM) dan setelah pengecekan fisik usai, masih sempat mendokumentasikannya dengan baik.   Gak sehebat fotografer professional tetapi untuk kebtuhan internal. Bol-jug lah.

Berikut ini hasil jepretan kamera di Kalimas. Foto diabadikan tanggal 28/05 lalu. Selamat menikmati.

Surabaya, 31.05.14.



Kamis, 29 Mei 2014

29.05.14 : Doá Jenderal Mac Arthur

Seorang Jenderal besar karena jasa-jasanya, menorehkan doá yang hingga kini sering dikutip oleh para orang tua maupun handai taulan karena mampu menggugah perasaan yang begitu dalam. Dialah Jenderal Mac Arthur.

Bagi sebagain orang yang hobi sejarah, pastinya kenal banget dengan aksinya selama Perang Dunia II namun bagi yang samar-samar, apalagi belum pernah mendengar namanya. Berikut ini kami cuplik riwayat pria yang bernama lengkap Douglas Mac Arthur, dari situs Wikipedia.

Douglas MacArthur (26 Januari 1880 – 5 April 1964) adalah seorang jenderal Amerika Serikat dan Marsekal Lapangan angkatan bersenjata Filipina. Ia adalah Kepala Staf Angkatan Darat AS pada tahun 1930-an dan kemudian berperan penting dalam Perang Dunia II. Ia ditugaskan untuk memimpin invasi ke Jepang pada November 1945, dan kemudian menerima penyerahan Jepang kepada Sekutu pada 2 September 1945.

Selain itu, dia juga dijadikan kepala staf dan penasehat Angkatan Bersenjata Fillipina (1930). ketika Filipina diserang Jepang, presiden F.D Roosevelt menariknya ke Australia karena khawatir bahwa jenderal yang mengenal seluk beluk orang Jepang itu akan tertangkap dan terbunuh oleh musuh.

Dia meninggalkan Fillipina dengan janjinya yang terkenal “i shall return”. MacArthur memenuhi janjinya ketika dia berhasil kembali ke Fillipina pada bulan Oktober 1944. dia sendiri kemudian menerima penyerahan Jepang dalam kapasitasnya sebagai panglima pasukan sekutu di Pasifik.

MacArthur mengurus pendudukan Jepang dari 1945 sampai 1951 dan dianggap berjasa menerapkan berbagai perubahan demokratis. Ia memimpin tentara PBB di Korea dari 1950–1951 melawan invasi Korea Utara. MacArthur dicabut dari jabatan pemimpin oleh presiden Harry S. Truman pada April 1951 karena menentang kebijakan Truman dalam Perang Korea di depan umum. MacArthur bertempur dalam tiga perang besar, Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Korea.

Nah, bukan orang sembarang khan ? Begitu berani dan lantang namun di sisi lain, naluri selaku orang tua dengan doánya sangatlah luar biasa. Berikut ini goresannya.

--- quote ---


Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”


Rabu, 28 Mei 2014

28.05.14 : Hari Pertama Di Surabaya



Kerja diantara harpitnas”” (hari kejepit nasional) memang dilematis. buktinya, saat kita ngantor ehh ndilalah kesibukan temen-temen ya ada aja. Tetapi tetap berfikir positif aja, tetap jalan dan survey lapangan.

Siapa yang ada di lapangan, kita tanya. Kalo gak ada siapa2 ? Ya motret-motret aja biasanya he he he. Simak liputan hari pertama. Bukan berarti akan dilaporkan setiap hari tetapi sesempetnya aja. Gitu.

Enjoy …

                                                Surabaya, 28.05.14.



Selasa, 27 Mei 2014

27.05.14 : Rayakan Isra Mi'raj Di Bandung



Syukur Alhamdulillah, Selasa 27/05 kami dapat menyelenggarakan pengajian bersama pak Ustadz Eddy serta Kak Hani yang menjadi mentor anak-anak kami selama mengaji di rumah.

Adalah Yuyun yang menjadi inisiator untuk mengadakan acara pengajian bareng sejak awal dan ide ini pula yang melatarbelakangi acara peringatan Isra Mi'raj. Ditambah uraian penceramah anak-anak, ya gitu deh ... seruuuu.

Kami bersyukur juga, sodara serta handai taulan dapat menghadiri acara sederhana ini. Semoga anak-anak kita bisa menjadi anak yang sholeh dan mandiri. Aamiin YRA.

Bandung, 27.05.14.