Jumat, 18 Desember 2020

18.12.20 : Sertijab BM IL Cikarang + Kue Putu

 

Sehubungan arahan dari management IG kantor pusat, maka pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Branch Manager Indah Logistik kali ini, yang menyaksikan yakni GM ILI ITG Nasional karena Plt GM IL sedang berada diluar kota.

Ucapan terima kasih untuk pejabat lama, yang selanjutnya menunggu penempatan lebih lanjut sementara pejabat baru dipercayakan kepada lulusan MDP XIII. Congrats !

Usai berdiskusi, lewatlah tukang putu didepan kantor. No Way Man. Langsung dipanggil en ngeborong buat cemilan di sore hari. Udah gitu aja.

Dokumentasi terlampir.

 

CiKaRaNG, 18.12.20

Sabtu, 12 Desember 2020

12.12.20 : Ritual Vcon + Makan Malam

 

Diluar sana, orang lain heboh dengan gebyar Harbolnas 12.12. Tim Indah Group (IG) wajib mengikuti video conference / vcon ato virtual meeting via aplikasi GoTo Meeting setiap hari Sabtu pagi hingga menjelang sore.

Evaluasi kinerja mingguan wajib dihadiri oleh semua pimpinan dan yang hadir sekitar 250 orang – sebagaimana pernah disampaikan sebelumnya. Disinilah arahan manajemen disampaikan. Notulensi setiap evaluasi dicatat oleh tim HRD Pusat.

Malamnya kluyuran mencari makan dan ketemunya di rest area KM19 tol Cikampek. Ya sudah dinikmati saja. Sudah tiap hari menunya gantuan antara nasi goreng – soto mie bogor – ayam geprek dan sekitar itulah.

Dokumentasi terlampir.

BeKaSi, 12.12.20

Jumat, 11 Desember 2020

11.12.20 : Pembinaan BM ILI + Kejutan Untuk Edi

 

Jumat hari barokah dan pembinaan BM ILI Sumatera tuntas, tinggal menunggu keberangkatan malam ini ke Palembang + Jambi. Sementara BM ILI untuk area Sulawesi + Jawa masih butuh diskusi beberapa hari ke depan.

Jika semuanya berjalan normal maka tahun 2020 ini ILI Express berhasil menambah jaringan di 8 (delapan) cabang : Cirebon, Bandung, Jambi, Magelang, Padang, Lampung, Purwokerto + Makasar.

Sementara itu, sorenya seorang staf ILI Express Bekasi diberi suprise / kejutan oleh rekan2 satu tim dan diberi kue ulang tahun, setelah sebelumnya diplonco oleh Bang Joni dan tim ILI. Hepi milad ya Ed.

BeKaSi, 11.12.20.

Kamis, 10 Desember 2020

10.12.20 : Alokasi MDP XIII + Dampingi Kepala Agen ILI Cibarusah

 

Setelah melewati masa on-the-job training (OJT) + pertemuan di kelas selama 1,5 bulan, akhirnya ujian dan kini waktunya untuk penempatan di cabang ato daerah yang membutuhkan agen2 perubahan.

Hari ini pembinaan untuk BM ILI Cabang Lampang (baru) + Jambi (substitusi) serta akan menyusul sisanya di hari2 berikutnya. Pekerjaan ini cukup menyita waktu bagi para BM baru karena harus juga menyelesaikan berbagai keperluan tatib admin di kantor pusat.

Sebagai bagian dari branding ILI Express secara perlahan namun pasti Inshaa Allah bisa segera diwujudkan, seragam putih untuk orang kantor serta seragam kaos untuk petugas lapangan. ILI Bekasi sudah dimulai.

Masih butuh waktu tetapi setidaknya upaya sosialisasi + edukasi terus dilaksanakan. Konsisten. Fokus. Yakin. Bismillahirrahmanirrahim. Siangnya mengantar Kepala Agen Kantor Cibarusah berkeliling Jababeka dan pulangnya gak lupa beli oleh2 buat orang kantor.

Dalam perjalanan balik ke kantor, melewati tol dan mengamati pembangunan fisik infrastruktur jalan kereta cepat di pinggir jalan tol dan sebagian diantaranya diunggah disini, untuk kenang2an bila kelak maujud.

Dokumentasi terlampir.

BeKaSi, 10.12.20

Sabtu, 05 Desember 2020

05.12.20 : Siraman Rohani + Rapat 8 Tata Kelola IG

 

Setelah 2 (dua) pekan bekerja bukannya tanpa gangguan + godaan sama sekali, bahkan bakal selalu ada setan penggoda lalu lalang. Guna menghindari para pimpinan terjebak ke area terlarang maka setiap dwi-mingguan diadakan pengajian.

Acara pengajian ini lebih ke siraman rohani dan pak Ustadz Farhat Umar memberikan tausyiah + kajian ke-Islam-an agar setiap pimpinan disadarkan kembali seandainya berada di jalur galau..

Usai acara siraman rohani seperti biasa dilanjutkan Rapat 8 Tata Kelola yang membahas banyak namun metode kali ini mendengarkan presentasi cabang2 Indah Group Grade A + B. Dibuat secara bergiliran.

Dokumentasi kegiatan terlampir.

BeKaSii, 05.12.20

Jumat, 04 Desember 2020

04.12.20 : Rapat Koordinasi ILI Jabodetabekser

 

Untuk kali pertama, jaringan ILI Express di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi + Serang melaksanakan rapat koordinasi setelah adanya Korwil Jabodetabekser. Siiiip !

Pembahasan berkisar di seputar pencapaian selama tahun 2020 serta upaya2 untuk mensukseskan omset ILI Nasional, khususnya karena area Jabodetabekser menyumbang hampir separo omset ILI seluruh Indonesia.

Dokumentasi kegiatan terlampir.

JaKaRTa, 04.12.20

Rabu, 02 Desember 2020

02.12.20 : H1 Ujian MDP XIII

 

Hari pertama (H1) uji kebisaan kandidat Branch Manager IG yang digelar dalam ujian peserta Management Development Program (MDP) Batch XIII dan akan berlangsung hingga hari Jumat mendatang,

Tim penguji terdiri dari Dewan Direksi, GM, HRD ato perwakilan yang ditunjuk. Adapun peserta hari ini ada 6 orang dari total 15 (dari pagi hingga sore) : Kukuh, Candry, Irfan, Darma, Mimbar + Ali.

Dokumentasi terlampir.

JaKaRTa, 02.12.20

Sabtu, 28 November 2020

28.11.20 : Setelah Virtual Meeting, Baca Artikel “Akhir Era Ketua Umum”

 

Setiap Sabtu, sudah menjadi menu rutin mingguan untuk melaksanakan virtual meeting Dewan Direksi Indah Group (BoD IG) dengan seluruh pimpinan IG ato bisa juga dibuat selektif, tergantung kebutuhan.

Materi yang dibahas disesuaikan dan alur pembahasan bisa top down tetapi bisa juga bottom up. Sejauh ini dikombinasikan. Pagi justru membahas presentasi kinerja 10 cabang IL, ILI, ITG yang masuk grade A.

Dokumentasi terlampir.


--- quote ----

[artikel] Akhir Era Ketua Umum

Kalau Anda semua penggemar olahraga di Indonesia, dan punya harapan atau keinginan olahraga kita benar-benar maju, ayo kita berdiam sejenak. Berdoa bersama sejenak. Semoga setelah 2020 ini, akan ada kesadaran baru dan perubahan fundamental di tanah air.

Bukan, yang harus berubah secara fundamental bukanlah atlet atau pelaku industri olahraganya. Yang harus berubah secara fundamental adalah sikap pucuk pimpinan federasinya, atau sikap pucuk pimpinan organisasi apa pun yang terlibat di dunia olahraga kita.

Sudah waktunya kita mengubur istilah “ketua umum.” Kubur dalam-dalam. Sedalam-dalamnya sehingga tidak bisa lagi digali dan muncul lagi ke permukaan. Sudah waktunya semua organisasi olahraga di Indonesia dikelola oleh CEO. Ya, chief executive officer, seperti perusahaan-perusahaan dan organisasi profesional.

Tenang, ini bukan sesuatu yang kontroversial. Kalau ingin maju, ini bukan sesuatu yang kontroversial.

Kalau kita melihat negara-negara maju, yang notabene olahraganya juga maju, tidak ada organisasi olahraga yang dipimpin oleh “ketua umum.” Yang ada justru CEO. Federasi olahraga apa pun di Amerika Serikat, pucuk pimpinannya adalah CEO. Inggris dan Australia sama. Tidak ada “ketua umum,” yang entah bahasa Inggrisnya apa. Yang ada ya CEO.

Jabatan CEO ini jabatan profesional. Dia bisa ditunjuk oleh anggota federasi, atau ditunjuk lewat perwakilan anggota federasi. Tapi ini jabatan profesional. Bukan jabatan “pejabat.”

Ketika dia ditunjuk sebagai CEO, maka dia harus bekerja dan berfungsi seperti CEO perusahaan. Memastikan organisasi sehat secara finansial, dengan cara-cara yang profesional. Memastikan segala tugas dan kewajiban organisasi terselenggara secara profesional.

Kalau CEO bekerja seperti CEO perusahaan, maka dia harus membuat segala keputusan berdasarkan “hidup-mati” organisasi. Dalam hal ini, bergantung pada kesehatan finansial dan sustanaibility organisasi itu. Mungkin ada elemen-elemen politis, tapi yang utama adalah berdasarkan penentuan “hidup-mati” organisasi dan anggota-anggotanya.

Seorang CEO tidak bertugas untuk membuat orang-orang bahagia. Seorang CEO harus berani membuat keputusan yang membuat banyak orang tidak senang, kalau itu demi pertimbangan “hidup-mati” organisasinya. Toh ini jabatan yang profesional. Kalau dia tidak mampu memenuhi tugasnya, atau memenuhi target yang ditetapkan, ya dia bisa diganti.

Bagi seorang CEO, bukan hal penting mengirim ucapan selamat ulang tahun, ucapan belasungkawa. Yang terpenting adalah menyampaikan keputusan-keputusan yang berdasarkan kebutuhan dan kebaikan masa depan organisasi dan anggota-anggotanya.

Seorang CEO tahu kapan harus membuat keputusan-keputusan drastis. Yang mungkin menyakitkan dan membuat orang tidak senang. Misalnya, memutuskan untuk menghentikan sebuah kompetisi di tengah jalan, kalau itu demi kebaikan jangka panjang organisasi dan seluruh anggotanya.

Seorang CEO akan bisa membedakan berbagai varian dari “rugi” dan apa itu “cut loss.” Pengusaha pasti tahu, kadang lebih baik menghentikan kerugian sampai titik tertentu, asalkan bisa menata lagi untuk ke depan. Daripada terus menumpuk kerugian dan mengajak seluruh anggotanya untuk ikut rugi sama-sama berkelanjutan.

Seorang CEO akan tahu, bahwa kepastian jadwal, kepastian regulasi, dan berbagai kepastian adalah kunci untuk kemajuan. Dan CEO tahu itu bukan sekadar dalam tahap tataran. Melainkan sampai tahap praktis pelaksanaan.

Seorang CEO tidak akan khawatir dengan image pribadinya di depan publik. Karena ini jabatan profesional. Bukan jabatan untuk menuju jabatan yang lain.

Tentu saja, jauh lebih mudah bagi saya untuk menulis ini daripada penerapannya nanti. Apalagi untuk negara seperti di Indonesia. Di mana seorang ketua umum nasional seringkali harus dipilih oleh “ketua umum-ketua umum” lain di level provinsi dan/atau kota.

Kalau di level terendahnya saja sudah bukan jabatan profesional, bagaimana mereka bisa tahu bagaimana memilih CEO level nasional?

Dan jangan lupa, untuk memilih CEO level nasional itu syaratnya harus jelas. Kalau di negara maju, CEO federasi biasanya sudah punya pengalaman panjang MENGELOLA PERUSAHAAN. Khususnya perusahaan yang terkait dunia olahraga. Tidak harus olahraga yang sama, tapi olahraga.

Alangkah mengerikannya yang terjadi di Indonesia selama ini. Entah berapa puluh kali, atau berapa ratus kali, terpilih “ketua umum” yang sebenarnya tidak mengerti olahraganya. Lebih parah lagi, kadang juga tidak mengerti bagaimana mengelola perusahaan, karena background-nya dari dunia politik atau sekitarnya.

Tidak jarang, ketua umum-ketua umum itu mengaku terus terang kalau mereka tidak tahu dunia olahraga yang dia pimpin!

Entah berapa kali sudah kita mentolerir yang seperti ini. Kita sering mencoba menghibur diri. Misalnya dengan berharap bahwa walau ketua umum itu mungkin memang tidak mengerti, tapi dia mau belajar dan kemudian bisa berbuat baik untuk olahraga itu.

Kalau kita memilih CEO, ini pasti tidak terjadi. Karena seorang CEO harus tahu betul dunianya. Seseorang di jabatan tertinggi tidak boleh lagi “belajar.” Dia sudah harus bisa mengaplikasikan visi dan langsung berbuat baik untuk organisasi, anggota, dan olahraganya.

Jabatan tertinggi kok belajar…

Mungkin, karena begitu mengakarnya sudah pola pengelolaan olahraga di Indonesia, banyak pembaca yang tidak paham dengan maksud saya di atas. Terus terang, mengenai ketua umum atau CEO ini sebenarnya juga tidak langsung tercetus dari kepala saya sendiri.

Dulu, saya pernah ditawari seorang pengusaha besar untuk mengelola sebuah federasi olahraga. Kebetulan saya pernah aktif di olahraga itu, dan waktu kecil pernah tergabung dalam klubnya selama beberapa tahun.

Ketika saya tanya kenapa dia meminta saya, dia menjawab kalau olahraganya butuh CEO, bukan ketua umum. Dia bilang, uang di olahraganya bukan masalah. Yang masalah adalah mencari orang yang bisa mengelola uang itu, menggunakannya secara strategis sehingga olahraganya jadi lebih besar lagi.

Bahkan bisa mengelola uang itu untuk menambah lagi uang yang masuk ke olahraga itu. Bukan sekadar ketua umum yang bingung cari uang, atau bahkan minta-minta uang. Dan sekaya apa pun ketua umum itu, tidak mungkin dia “menyumbangkan” seluruh uangnya untuk olahraga itu.

Waktu itu, saya menolak tawaran tersebut. Bukan karena tidak mau atau merasa tidak mampu. Melainkan pada momen yang sama, saya baru saja setuju menyelamatkan liga basket tertinggi di Indonesia waktu itu. Saya ingin fokus pada hal itu.

Anyway, kalau Anda memahami maksud tulisan saya, mari kita semua berdoa. Semoga setelah 2020, ada kesadaran di mana lebih banyak orang memilih CEO, bukan ketua umum. Dari level terendah sampai nasional.

Percuma penggemar olahraga di Indonesia teriak-teriak supaya klub-klub jadi profesional. Percuma semua pihak berteriak supaya olahraga di Indonesia ini jadi industri beneran. Kalau itu semua terhalang oleh ketua umum-ketua umum yang tidak mengerti apa itu industri olahraga, apa itu jabatan profesional, dan yang terparah: Apa itu olahraga yang dia pimpin. (Azrul Ananda)

Sumber : Radar, 25.11.20.

Jumat, 27 November 2020

27.11.20 : Dialog Pelabuhan Patimban

 

Menjelang pengoperasiannya di akhir tahun 2020, diskusi bertemakan eksistensi Pelabuhan Patimban terus digelar dan alih2 promosi juga karena pemenangnya pun sudah jelas2 ada. Tinggal eksekusi kedepannya mo seperti apa.

Pelabuhan Patimban adalah pelabuhan pendukung Tanjung Priok, Jakarta yang disebut2 sulit dalam hal menata kemacetan di saat beban puncak dan dengan adanya pelabuhan Patimban, diharapkan akan ada pembagian beban kerja.

Volume angkutan ke Pelabuhan Tanjung Priok bakal tergerus dunk ? Belum terbukti tetapi bila Pelabuhan Patimban bisa memberikan layanan prima dan tarif yang kompetitif, pastinya bisa.

Banyak pembicara ternama yang biasa menghiasi layar webinar selama pandemi Covid-19 berlaga. Ada bu Meme (INSA), pak Tarigan (Aptrindo) serta sejumlah pejabat dilingkungan kemeterian perhubungan.

Arsip dokumen rujukan beserta link-nya, terlampir.

BeKaSi, 27.11.20