Kamis, 16 November 2017

16.11.17 : Semoga Cepat Sembuh Mamah

Harapan akan kesembuhan orang tua yang sedang sakit, pasti mengemuka di benak setiap insan yang menaruh perhatian besar. Lebih kagum lagi, isteri memiliki kepedulian mendalam akan kondisi sakitnya ibunda tercinta.

Terima kasih telah dilengkapi dengan seorang isteri yang begitu perhatian dan menaruh kesediaan untuk tetap hadir walau tengah dalam kondisi repot karena sedang menunggui bazaar dan juga menengok si buah hati.

Rabu 15/11 tengah malam, Mamah masuk rumah sakit lagi karena praktis gak bisa makan maupun minum sehingga satu2nya jalan ya harus ditangani dokter dan jalan termungkin dengan infus.

Kami mendoakan semoga lekas sembuh ya Mah. Ikuti nasihat dokter dan tetap berdoa karena semua kesembuhan tanpa se-idzin Allah SWT, mustahil bisa terlaksana.

                                                      BoGoR, 16.11.17

Rabu, 15 November 2017

15.11.17 : Rapat Di Kementerian BUMN

Lagi, mewakili kantor untuk mengikuti rapat di Kementerian BUMN karena dalam waktu dekat, sinergi antar-BUMN dan anak perusahaan bisa dijembatani dengan kehadiran teknologi aplikasi yang mumpuni.

Masa iya cuma orang lain ato pihak swasta yang bisa merajai industri logistik Tanah Air. Ada secercah harapan bahwa dengan bersatunya semua BUMN (walau blon 100 persen) tapi niatan ke arah sana harus sudah mulai dibangun.

Klo visi dan misinya udah beda, susah terwujud. Tapi klo tujuannya udah sepaham, Inshaa Allah akan lebih mudah. Rencananya, klo gak ada aral melintang uji-coba mock-up aplikasi BUMN ini akan dijalankan akhir Desember 2017.

Buat mengawali proyek tahun 2018 he he he dan harapannya uji-coba 3 (tiga) bulan, sudah bisa dievaluasi. Go or No Go ? Lanjut ato gimana nih ? Sori bukan mo gaya2an nih. Masa depan bangsa klo gak mo terlibas ya sekarang ini.

Do Something For The Country.

                                                  JaKaRTa, 15.11.17

Selasa, 14 November 2017

14.11.17 : Hari Pertama di JAKG

Hari pertama gawe di kawasan Jakarta Gudang (JAKG), lumayan penuh. Pagi rapat koordinasi untuk pengukuran ulang luasan area yang akan disewa, kemudian siangnya rapat dengan tim BLP dan sorenya ada jadual rapat dengan salah satu vendor perparkiran.

Maklum efektif per tgl 14/11, mendapat penugasan baru di area pergudangan dan terminal barang JAKG, dulu namanya Kampung Bandan. Sekarang diperkenalkan dengan nama baru dan semoga bisa diterima masyarakat luas dengan baik dan positif.

Saat ishoma, menyempatkan makan di Warung Semarang dekat Beos. Liputannya ya kayak gini ini.

                                                        JaKaRTa, 14.11.17

Senin, 13 November 2017

13.11.17 : Schoeller Allibert

Hari Senin 13/11, langsung digeber rapat dengan tamu dari Jerman yaitu David Beanland – Managing Director Schoeller Allibert Asia Pacific, didampingi salah satu advisor Materials Indonesia, Jeffrey.

Tim KALOG dikawal bareng dengan Hadi dan Opa Jek. Obrolan berjalan lancar dan berharap kedepannya bisa dijalin kerjasama yang lebih baik. Dah, itu aja. Thanks.


JaKaRTa, 13.11.17.

Minggu, 05 November 2017

05.11.17 : Met Milad Mamah + Cepet Sembuh Ya




Kondisi kesehatan seseorang sulit ditebak. Maunya ngerayain hari jadi Mamah ke -72 dengan acara sederhana tapi apa daya, manusia hanya bisa berencana sedangkan hasilnya adalah kewenangan Allah SWT.

Dibalik itu semua, kita selaku putera-puteri Mamah tercinta hanya bisa mendoakan kondisi kesehatan Mamah agar bisa cepat pulih dan anak2 siap merawat hingga kapan pun semampu yang kita semua bisa.

Syafakillah. Cepet sembuh dan selamat ulang tahun.

                                                     BoGoR, 05.11.17.

Kamis, 02 November 2017

01-02.11.17 : Subang, Kita Datang !



Ini kota kelahiran seseorang yang melekat di hati. Selama ini cuma denger Subang tapi gak kesampaian mampir buat menikmati suasana kuliner ato liburan. Sekarang pun sekedar mampir buat menjaga stamina supaya besok hari ikutan FGD fit.

Sesuai rencana, Kamis tgl 02/11 pihak KPPIP menyelenggarakan forum group discussion alias FGD perihal rencana pembangunan pelabuhan Patimban di sekitar Subang, Jawa Barat.

Isu begitu heboh dikalangan pengamat maupun pelaku usaha, pasalnya kepindahan dari rencana semula membangun pelabuhan di Cilamaya, akhirnya harus geser ke Patimban tapi juragan tanah yang kepalang investasi disono kecele berat hik 3x.

Kita sih mengikuti kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah dan seyogyanya industri perkeretaapian kedepannya mendapat tempat sebagai salah satu moda angkutan yang bisa diandalkan.

Demikian liputan singkatnya. Senin sore baru tiba di Subang, setelah menengok CY Klari II dan menginap semalam karena arus lalu lintas dari Jakarta menuju Bandung ato Subang sulit diprediksi. Jadilah menginap sebagai salah satu pilihan.

SuBaNG, 01-02.11.17.

Senin, 30 Oktober 2017

30.10.17 : Zaki Visit KALOG




Kawan seperjuangan di Palembang dulu, tiba2 nongol di torpus KALOG dan sekarang berkutat di Humas PT KAI torpus. Lantas koq bisa ketemu di Gondangdia ? Rupanya Kokom punya gawe.

Koq ada Kokom ? Dia sebenarnya kuncennya corporate communication (corcomm) di anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tapi diplesetin deh biar gaya en gaul kayak anak jaman now, jadi teh Kokom.

Balik ke juragan Zaki yang sekarang jadi booz Humas di Bandung, rupanya lagi dimintain bantuan sama Kokom untuk pengambilan sejumlah foto, gambar dan shooting filem untuk keperluan company profile (compro) KALOG.

Setelah jepret sana jepret sini, ikut bergaya sebentar dan bermemorabilia supaya gak ketinggalan jaman dan ikut era kekinian deh he he he. Liputannya, berikut ini.

                                               JaKaRTa, 31.10.17

Minggu, 29 Oktober 2017

29.10.17 : Puyo-rec !

Program 2 (dua) minghguan bareng bidadari cilik yaitu jelang2 ke tempat yang disukai. Minimal mampir J.Co, Puyo ato Gramedia ato bisa juga kombinasi ketiganya. Lihat2 sikon tetapi biasanya memang gak cukup waktu. Minimal 2 (dua) tempat + waktu makan siang deh.

Minggu ini, mengulang seperti waktu sebelumnya. Mampir di Puyo dan membeli setengah lusin pudding untuk temen2 sekolah (its Puyo-recommended) dan mejeng di Gramedia, mastiin beli hadiah buat teh Tiwi katanya yang berulang tahun.

Perhatian juga anakku ini. Selalu hal2 kecil menjadi perhatian kami, selain hasil UTS, rencana selanjutnya apabila selesai ujian akhr SMP. What next to do my little angel ? Show me your ideas. Soon – she said. Ok.

                                                          BoGoR, 29.10.17.

Sabtu, 28 Oktober 2017

28.10.17 : Sekitar Sumpah Pemuda


*Sejarah memberikan kesaksiannya, bahwasanya, semua etnik, berkontribusi terhadap lahirnya  negara ini. Diakui atau tidak, itu persoalan lain.*
_________________

Wage Rudolf Soepratman menghubungi para pemilik perusahaan rekaman di Batavia, yaitu Odeon, ThioTek Hong, dan Yo Kim Tjan, untuk merekam lagu Indonesia Raya. Hanya Yo Kim Tjan yang bersedia merekam lagu Indonesia Raya karena yang lainnya takut ditangkap Belanda. Pada waktu itu Belanda sudah mengendus gerakan bawah tanah yang dilakukan pemuda-pemudi Indonesia. WR Soepratman adalah pekerja paruh waktu sebagai pemain biola di orkes populer yang dipimpin Yo Kim Tjan.

Selain itu WR Soepratman juga bekerja sebagai wartawan lepas surat kabar Sinpo, koran yang diterbitkan masyarakat Tionghoa. Sinpo adalah surat kabar pertama yang mempublikasikan teks lagu Indonesia Raya sesudah dikumandangkan WR Soepratman pada Hari Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 1928.

Yo Kim Tjan mengusulkan agar rekaman lagu Indonesia Raya dibuat dalam dua versi, yaitu versi asli yang dinyanyikan langsung oleh WR Soepratman sambil bermain biola. Versi kedua adalah yang berirama keroncong yang nyaris tidak banyak diketahui masyarakat. Versi keroncong dimaksudkan agar semua orang Indonesia sudah tahu irama lagu kebangsaan bila kelak dikumandangkan.

Kedua lagu itu direkam di rumah Yo KimTjan di daerah Jalan Gunung Sahari, Batavia, dibantu seorang teknisi berkebangsaan Jerman. Master rekaman piringan hitam berkecepatan 78 RPM yang versi asli suara WR Soepratman disimpan dengan hati-hati oleh Yo Kim Tjan. Hanya versi keroncong yang kemudian dikirim ke Inggris untuk diperbanyak.

Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh WR Soepratman pada 28 Oktober 1928, Belanda menjadi panik dan menyita semua piringan hitam versi keroncong baik yang sudah sempat beredar maupun yang masih dalam perjalanan dari London ke Batavia. Belanda tidak mengira bila lagu yang dinyanyikan oleh WR Soepratman sebetulnya sudah direkam setahun sebelumnya tanpa ada yang tahu.

Master lagu ini luput dari pengetahuan pihak penjajah Belanda dan Jepang. Puteri sulung Yo Kim Tjan, Kartika, menyimpan masternya dengan sangat hati-hati. Sesuai amanah WR Soepratman yang meminta Yo Kim Tjan untuk menyelamatkan master lagunya agar bisa didengungkan pada waktu Indonesia Merdeka. Pada 1942 keluarga Yo Kim Tjan membawa dan menyelamatkan master lagu itu dalam pengungsiannya ke Karawang, Garut, dan lain-lain.

Pada 1953 Yo Kim Tjan ingin memperbanyak lagu asli Indonesia Raya. Ia menghadap ke Pemerintah yang ketika itu diwakili Maladi sebagai ketua RRI yang berkuasa atas pengeluaran izin rekaman. Namun permohonan Yo Kim Tjan ditolak. Kemudian pada 1957 master itu diminta dengan alasan ingin dikeluarkan hak ciptanya, ternyata lagu itu dinyatakan disita negara. Tragisnya master asli yang luput dari penyitaan penjajah Belanda dan Jepang ternyata hilang tak berbekas di tangan anak bangsa sendiri.

Syukurlah sekeping piringan hitam lagu Indonesia Raya versi keroncong ini bisa diselamatkan keluarga Yo Kim Tjan. Rekaman versi keroncong bisa didengarkan di Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta.

Sumber: Artikel karya Udaya Halim, pemilik Museum Benteng Heritage, berdasarkan wawancaranya dengan Kartika.

Minggu, 15 Oktober 2017

15.10.17 : Dampingi Bidadari Kecil

Acara rutin 2 (dua) minggu sekali yaitu mengunjungi bidadari cilik (gak tahu menurut orang lain) dan tugasnya ngajak jelong2 supaya gak ketinggalan update buku (mejeng di Gramedia ato took buku lain) dan kulineran ala kadarnya.

Intinya supaya gak bosen dengan catering di pondok, ada baiknya dikasih selingan. Gitu. Beda sama manjain loh ya. Ini upaya supaya menghindari siswi dari kejenuhan aja. Selain itu bapaknya kangen sama anaknya. Itu intinya.

Ketemu gak perlu seharian, cukup ngobrol santai selama perjalanan, ngomongin problem di sekolah (pasti ada aja), hubungan sama temen2 dan yang terpenting bisa ngehibur aja. Kadang disekolah ada betenya dan perlu curcol walau sedikit aja.

Kebanyakan klo terkait pelajaran sih, pasti sama ibunya. Tapi klo materinya buat santai dan kulineran, bapaknya yang diajak diskusi.

Terlampir cuplikan candid camera.

                                                      BoGoR, 15.10.17