Sabtu, 17 Mei 2014

17.05.14 : Ulang Tahun RAM



Hari ini, tepat 51 tahun lalu,  terlahir seorang anak laki-laki yang ditakdirkan berkelana, untuk bisa tetap bertahan hidup dalam kerasnya kehidupan di republik tercinta. Terima kasih Yaa Allah sudah memberikan kesempatan tersebut. Juga kasih sayang yang diberikan oleh ibunda tercinta.

Siang ini, didampingi keluarga tercinta dan Emak serta Upi, dilaksanakan do’a sederhana untuk merayakan hari ulang tahun RAM yang melewati setengah abad, Ngeri bila mendengar angka tsb karena pasti cerita perjalanan hidup seseorang selama itu, akan ditanya, untuk siapa, buat apa dlsb.

Tak banyak pula foto narsis kali ini, karena fokus kepada wejangan dari ibu mertua, do’a dari keluarga (isteri tercinta dan anak-anak) serta cukup mendengar ucapan selamat hari jadi dari ibunda tercinta karena kebetulan tengah berada di Bogor dan baru saja sembuh dari sakit.

Inshaa Allah, kita semua dapat memanfaatkan waktu hidup dengan sebaik-baiknya dan untuk mencari ridlo Allah semata. Yang pasti, ada kue ultah dan masakan buatan isteri tercinta di meja makan (foto). 




Syukur Alhamdulillah.

Bandung, 17.05.14.



Kamis, 15 Mei 2014

15.05.14 : Happy Wedding Day Denny + Yunita

Hari Kamis 15/05, bertempat di seputaran Padasuka, Bandung, dilangsungkan acara akad nikah disambung dengan resepsi pernikahan aden anom Denny Sambas + Yunita. Yang pasti diundang oleh kedua mempelai selain sodara dekat, pastinya teman seperguruan.

Bukannya ge-er tapi itu kenyataan he he he. Makanya mantan civitas academica Sospol (waktu itu namanya ya itu) yang ngumpul waktu acara kawinan, jadi ajang reunian, sekaligus melepas kangen setelah sekian lama gak ketemuan.



Jaman berubah begitu cepat (seolah-olah kalee) sehingga manusia dituntut untuk beradaptasi sebaik mungkin. Sekali lepas pantau dari perkembangan teknologi, bisa jauh tertinggal dari anak-anak kita sendiri.

Buat Denny + Yunita, selamat menempuh hidup baru dan sukses ya. Oh iya, buat yang lagi demen main Instagram, ada baiknya ngeliat foto rangkuman berikut ini. Masih kaliatan amatiran tapi buat seumuran kite, bol-jug sambil ngehibur diri xi xi xi.



                                                                   Bandung, 15.05.14.

Senin, 12 Mei 2014

13.05.14 : Aina & Kelompok Ngaji

BanDuNG: Minggu lalu, Aina sempat diajak untuk berfoto bareng dengan guru pembimbing dan saudara-saudara yang mempunyai kegiatan mengaji di rumah, syukur alhamdulillah dikoordinir oleh Yuyun – ibunda Aina.

Gambarnya gak terlalu banyak, tapi buat kenang-kenangan, bolehlah he he he.


Bandung, 03.05.14 – baru diunggah 13.05.14.

Minggu, 11 Mei 2014

11.05.14 : Jalan-Jalan Ke Buitenzorg

Kebetulan hari Minggu ini, baru beres-beres kamar dan usai mengepak barang mau pindahan ke Surabaya. Maklum ada penugasan baru. Nah untuk mengisi waktu senggang, mainlah ke Kebun Raya Bogor.

Awalnya sih, mau jalan-jalan ke Sukabumi, sekalian lihat fasilitas emplasemen Cicurug dan Cisaat yang akan dipergunakan untuk pemuatan barang dari dan ke Sukabumi. Berhubung tiket sudah ludes alias sold-out, ya sudah berganti haluan ke Kebun Raya.

Berikut ini hasil cuplikan foto-foto selama berkelana dan mengambil foto obyek-obyek wisata yang sangat terkenal di Kota Hujan alias Buitenzorg. Selamat menyimak 



Untuk memperkaya khazanah pengetahuan, kami cuplik kutipan artikel dari “kotahujan.blogspot.com” yang kelihatannya sudah tidak aktif. Untuk itu, mohon ijin meminjam artikel dimaksud untuk dibagikan kepada Pembaca lain. Semoga bermanfaat.


--- quote ----

Baru-baru ini seorang teman sekelas saya bertanya mengapa nama Buitenzorg yang diberikan oleh Belanda bisa berubah jadi Bogor.

Bukankan pelafalannya terdengar jauh berbeda? Berdasarkan beberapa artikel yang say abaca diketahui bahwa, Saleh Danasasmita, dalam bukunya yang berjudul Sejarah Bogor (1983) menjabarkan beberapa pendapat tentang asal mula nama Bogor.

Pendapat pertama mengatakan bahwa kata Bogor berasal dari patung sapi yang ada di dalam Kebun Raya Bogor. Kata lain untuk sapi adalah baghar atau bagar. Tetapi karena pengaruh kebudayaan Arab maka bunyi Ba oleh lidah Sunda dibaca Bo. Nama Bogor telah ada sebelum Kebun Raya dibuat, sedang patung itu berasal dari kolam kuno Kota Batu yang dipindahkan ke dalam Kebun Raya oleh Dr. Freideriech pada pertengahan abad ke 19. Disinilah letak kelemahan pendapat pertama.

Pendapat kedua mengatakan bahwa lidah orang sunda sulit untuk mengucapkan Buitenzoorg –nama resmi Bogor pada zaman penjajahan Belanda- namun, dugaan ini terlalu dikira-kira, karena berdasarkan gejala bahasa seperti buis (pipa) menjadi bes, borg menjadi boreh, maka orang sunda awam yang asing dengan lafal Belanda akan mengucapkan Buitenzorg menjadi Betensoreh, bukan Bogor.

Pendapat ketiga meninjau asal nama Bogor ditinjau dari keakraban bunyi antara bokor dengan bogor. Perubahan bunyi "K" menjadi "G" tanpa menimbulkan perubahan arti dapat saja terjadi, contohnya pada kata kumasep dan angkeuhan menjadi gumasep dan anggeuhan. Tapi orang Sunda ternyata tidak mengartikan bokor (sejenis bakul) sama dengan Bogor.

Pendapat ke empat mengungkapkan Bogor sebagai sesuatu yang mencakup semua yang mempunyai hubungan dengan pohon enau (aren) dalam bahasa Sunda disebut pohon Kawung. Menurut seorang ahli bernama Roorda Van Eysinga, Bogor berarti pohon-pohon aren yang telah mati atau mengering.

Sampai sekarang belum ada kesesuaian pendapat para ahli sejarah mengenai asal nama Bogor . Namun umum­nya, para ahli membenarkan pendapat Eysinga tadi, karena di daerah Bogor banyak terdapat penggarapan tanah secara gogo (tidak digenangi air).


Jumat, 09 Mei 2014

09.05.14 : Kunker Ke Merak Dan Sekitarnya

JaKaRTa: Jum’at 09/05 pagi, sesuai arahan Dirut KALOG kitaorang punya tugas mendampingi Direktur Prasarana (D3) PT Kereta Api Indonesia (Persero), Slamet Suseno melaksanakan kunjungan kerja ke daerah Banten.

Perjalanan seharian abiz ini dtemani rekan-rekan dari PT KAI kantor pusat seperti : Awan, Afif, Beny dan sopir Dodi. Daerah yang dikunjungi meliputi Stasiun Merak, Stasiun Krenceng, Stasiun Cigading dan Stasiun Tigaraksa sementara Terminal Tonjong Baru batal karena mepetnya waktu.

Tapi yang terparah, jujur aja, jalanan dari keluar tol Balaraja menuju Stasiun Tigaraksa, wooow jauh dan jalannya lebih cocok buat “offroad”. Kunjungan ini juga untuk melihat kondisi longsoran di jalur ganda stasiun Cilejit yang dikerjakan oleh Satker.

Oh ya, berikut ini ada cuplikan beritanya sejumlah hasil dokumentasinya.

--- quote ---
Longsor Tutupi Rel di Stasiun Cilejit, Perjalanan Kereta Terhambat.
Longsoran tanah menutupi rel yang ada di Sta Cilejit arah Tenjo, Tangerang. Longsor terjadi akibat hujan yang terjadi di kawasan tesebut. "Kereta masih bisa lewat tapi kecepatannya hanya 5 km/jam," kata SM Humas Daop1. Ia mengatakan, longsor ini membuat perjalanan kereta dari Tanah Abang arah Maja sedikit terhambat. Longsor ini terjadi di KM 49+900.
Sumber : detikNews, 09.05.14.

--- unquote ---

Semoga cepat diselesaikan jalan baru yang terkena longsoran dan perjalanan KA tidak terganggu. Aamiin YRA.

Jakarta, 09.05.14.

Minggu, 04 Mei 2014

04.05.14 : CFD @dagobandung

BanDuNG: Minggu 04/05 pagi, kami sekeluarga berniat melihat kegiatan “Car Free Day” di kawasan Dago, Bandung. Selama ini agak malas keluar rumah karena ada kerjaan yang harus dituntaskan di rumah.

Aina mengajak Zita dan Ola, yang pasti ortunya pasti ikut tuh. Juga ibu mertua, sekalian refreshing. Lokasi yang dituju, manalagi klo bukan sekitaran Jl. Ganesha – Jl. Dago Bandung. Naik dokar terus sewa sepeda dan kuliner.

Ya gitu deh kegiatan saat liburan, sekaligus mengasuh Aina. Kakaknya bilang, ya "belajar hidup normal" ha ha ha. Aya aya wae. Simak liputannya berikut ini, tereeeeeet.




Bandung, 04.05.14 - didedikasikan untuk buah hati tercinta Imam + Aina.

Rabu, 23 April 2014

23.04.14 : Foto Kunjungan Ke KL 18-20/04/14

Selama 3 hari 2 malam, kami mendapat kesempatan berlibur ke Negeri Jiran. Setelah bertarung dalam keseharian pekerjaan rutin, akhirnya diberi waktu libur juga he he he. Subhanallah, terima kasih Yaa Allah. Tanpa izin-MU mustahil bisa maujud, apalagi piknik ke luar negeri.
Berbekal apa adanya, maksudnya gak perlu nyiapin mantel ato jaket berbulu domba (xi xi xi), kami berangkat ke Palembang karena mendapat tugas untuk mengawal teman-teman yang berangkat dari Kota Empek-empek. Total ada 9 (sembilan) orang.


Berangkat hari Jumat 18/04 siang dan tinggal di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur (KL) serta berkeliling ke sejumlah area wisata setelah itu hari Minggu 20/04 sudah harus kembali lagi ke Tanah Air. Liburan boleh tetapi pekerjaan jangan sampe diabaikan. Haram !
Eh rupanya, dalam perjalanan kembali ke jakarta, mampir lagi (second call) ke ibukota Sumatera selatan sehingga pol abiiiz deh plesiran kita di bulan April yang kabarnya penuh dengan “mop” he he he. Nyatanya, beneran koq.
Selama di KL, mampir ke Batu Cave, tempat belanja mur-mer Geneva, Genting Highland, sungai Wang dan Putrajaya. Untuk ukuran anak perusahaan seumur jagung, prestasi membawa karyawan berjalan-jalan ke luar negeri boleh diacungi jempol.
Berikut ini dokumentasi pribadi selama piknik di KL. Enjooooy. Plus versi simpel Instamag he he he.
                  

    

                                                   Jakarta, 23.04.14.