Sabtu, 02 Mei 2020

02.05.20 : IG Vconf + Webinar IKAHIers



Paginya, ngadain rapat online ILI Express secara nasional via GoTo Meeting, mulai jam 09.30 – 12.30 kemudian di lanjut rapat dengan tim Indah Trucking (ITG) jam 14.00-15.00 serta jam 15.30-17.00 lanjut lagi rapat dengan Dirop IG.

Berbarengan dengan itu, kebetulan IKAHIers juga ngadain webinar dengan topik menarik seputar pandemi Covid-19. Apa pengaruhnya terhadap kehidupan manusia kedepannya.

Tiga nara sumber IKAHIers : Irman G. Lanti, Thanon Dewangga, Tuhu Nugraha
Moderator : Moh. Achir. Alhamdulillah acara berjalan mancarli dan selesai sebelum acara berbuka puasa masing2 he he he.

Simak aja liputannya melalui dokumentasi berikut ini.

                                                   BeKaSi, 02.05.20

Kamis, 30 April 2020

30.04.20 : Sertijab BM ILI Bekasi + BUdi Undur Diri



Usai menjalani masa transisi selama kurang lebih 2 (dua) mingguan di area Bekasi, akhirnya sepagi hingga sore dilakukan sosialisasi hingga finalisasi proses serah terima jabatan (sertijab) Branch Manager (BM) ILI, efektif 1 Mei 2020.

Pejabat lama akan dimutasikan menjadi Staf Direktur Operasional sedangkan pejabat baru merupakan jebolan MDP XI yang dilakukan sejak 2 (dua) bulan lalu. Semoga amanah + membawa manfaat besar bagi perusahaan.

Terlampir dokumentasi saat briefing pagi + pelaksanaan sertijab BM ILI Bekasi. Satu lagi tambahan info, hari merupakan hari terakhir mantan BM InShip Bekasi (lulusan MDP IX) berkarya di IG. Selanjutnya ingin mencari suasana baru.

                                                  BeKaSi, 30.04.20

Senin, 27 April 2020

27.04.20 : GoTo Meeting + Arahan BM ILI Jogja



Pagi waktunya melakukan koordinasi bersama kru di kantor. Setelah menyelesaikan isu admin yang harus ditandatangani maupun koreksi memo seandainya ada yang perlu dikoreksi serta berbagai hal administrasi lainnya.

Usai ishoma, rapat online via GoTo Meeting video conference bersama jajaran direksi IG serta para BM ILI + IL + Yatama mulai jam 13.00 hingga 15.00 membahas topik SDM, Keuangan + Operasional.

Sorenya, sharing bersama kandidat BM ILI Jogja, menggantikan BM ILI Jogja yang segera akan dimutasi ke ILI Serang dalam program refreshment. Skaligus melihat2 kegiatan di Pool C dengan dipandu BM ILI Bekasi.

Alhamdulillah mancarli.

                                                     BeKaSi, 27.04.20

Minggu, 26 April 2020

26.04.20 : 30 Prediksi Perilaku Konsumen di NEW NORMAL



By: Yuswohady

April 23, 2020 


Berikut ini adalah 30 prediksi saya mengenai perubahan perilaku konsumen di kenormalan baru (New Normal) selama dan setelah COVID-19 berlalu.

#1. The Fall of Mobility, The Rise of Stay @ Home
Wabah praktis menghentikan mobilitas dan memaksa orang untuk berdiam diri di rumah. “the death of mobility“. Krisis COVID-19 membawa manusia seperti kembali ke zaman purba dimana hidupnya hanya di gua, yaitu rumah. “Welcome stay @ home economy.”

#2. Online-Shopping Widening+Deepening: From Wants to Needs
Pembelian online (online shopping) mulai bergeser dari produk yang sifatnya keinginan (wants) ke produk yang sifatnya adalah kebutuhan (needs). Belanja online konsumen melebar (widening) dari  barang-barang non-esensial ke esensial (daily needs). Dan mendalam (deepening) dimana volume pembeliannya makin besar.

#3. Food Delivery: From “Indulgence” to “Utility”
Konsumen menghindari eating out dan beralih ke layanan delivery. Selama ini konsumen memanfaatkan layanan delivery untuk jenis makanan “indulgence” yaitu untuk pleasure dan enjoyment (seperti: boba tea, pizza, burger, atau ayam geprek) akan bergeser ke “utility” untuk kebutuhan rutin sehari-hari. Dari pemesanan sesekali (occasional) ke pemesanan berulang (habitual/routine).

#4. The Comeback of Home Cooking
Memiliki waktu cukup luang di rumah selama pandemi memberikan kesempatan bagi milenial mengasah keahlian baru yaitu masak. Dalam Millennials Kill Everything (2019) saya mengatakan milenial “membunuh” home cooking karena emak-emak milenial semakin kehilangan kemampuan memasak. Namun rupanya COVID-19 “menghidupkannya” kembali.

#5. Frozen Food: Convenience Solution
Emak-emak milenial sudah terlanjur tidak piawai memasak. Walaupun stay @ home menjadi momentum comeback-nya kebiasaan memasak, namun gaya memasak milenial berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka lebih suka memasak yang simple dan convenient. Maka frozen food dan kemasan ready to cook akan menjadi pilihan.

#6. Going Omni
Dengan matangnya online shopping akibat COVID-19, maka brand-brand besar-menengah-kecil mulai hadir dengan platform omni channel-nya sendiri baik via website atau e-commerce dan tentu physical channels. Mereka tak bisa lagi cuma mengandalkan marketplace besar yang sudah ada. Ingat, customer data is the new gold.

#7. Subscription Model Matters
COVID-19 memaksa konsumen membeli dan mengonsumsi secara serba online: Belanja grocery, menikmati film/musik, membeli makanan, bekerja dan belajar, bermain games, bahkan berolahraga dan yoga pun melalui live class secara online. Tak hanya, belanja online itu dilakukan secara rutin tiap hari atau berkala tiap minggunya. Karena kebutuhannya rutin dan terus menerus, model pembelian berlangganan akan lebih cocok dan efisien. Subscription model will matter.

 #8. TV Strikes Back
Dalam buku Milenial Kills Everything (2019) kami mengatakan bahwa milenial telah membunuh televisi. Tapi, COVID-19 telah menghidupkannya kembali, khusunya smart TV. TV memiliki keunggulan dasar yang tak mungkin dimiliki smartphone yaitu layar besar yang lebih ramah dilihat. Karena itu memasuki era “the death of mobility” akibat social distancing, TV menemukan momentumnya kembali.

#9. DIY & Self-Care @ Home
Ketika konsumen sudah terbiasa dengan stay @ home maka mereka mulai mencoba berbagai hal baru yang menyenangkan. Salah satunya melakukan self-care atau peremajaan diri seperti facial, meni-pedi, spa. Maka tren do it yourself (DIY) ini dapat menjadi kenormalan baru dan pembelian produk-produk self-care secara otomatis mengalami kenaikan.

#10. Zoomable Workplace @ Home
Work from Home memunculkan tren baru “zoomable workplace“ di rumah. Kalau sebelumnya populer istilah “instagramable” maka kini ada istilah tempat kerja di rumah yang “zoomable“. Tren ini dipicu oleh popularitas aplikasi Zoom untuk meeting virtual. Mendekorasi ruang kerja yang eye-catching sebagai background meeting. IKEA atau Informa bakal makin ramai pembeli. Tanpa disadari hal ini telah menjadi kebutuhan self-esteem.

#11. “Work-Live-Play” Balance: Well-Being Revolution
Ketika work from home (WFH) dan flexible working hour (FWH) menjadi kenormalan baru, maka batas waktu antara bekerja (working), mengurus keluarga dan menjalankan parenting ke anak (living), dan menikmati leisure time (playing) menjadi kian kabur. Karena karyawan mengatur waktunya sendiri, maka mereka bisa mengatur keseimbangan working-living-playing dengan lebih baik. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan kebahagiaan hidup (well-being).

#12. The Century of Self Distancing
Begitu wabah COVID-19 berlalu, tak serta-merta orang berinteraksi fisik seperti sediakala. Bayang-bayang kematian akibat virus akan terus menghantui. Self-distancing akan menjadi kebiasaan permanen. Memakai masker, mencuci tangan setiap saat, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan akan menjadi kenormalan baru. Akankah cipika-cipiki atau jabat-tangan punah dari muka bumi? 

#13. Contact-Free Lifestyle
Self distancing yang permanen akan melahirkan gaya hidup baru yaitu: “contact-free lifestyle“. Belanja dilakukan secara online untuk menghindari paparan virus. Menerima barang dari layanan antar cukup di depan pintu tanpa kontak fisik. Menghindari kerumunan seperti nonton konser musik atau event olahraga yang syarat kontak fisik. Menghindari olahraga yang “contact-intensive” seperti gulat, tinju, karate, bahkan sepakbola. Jarak antar kursi di pesawat atau bioskop akan lebih lebar.

#14. Low-Trust Society
Krisis Covid-19 juga turut membuat kecurigaan antar warga meningkat di masyarakat. Beberapa kasus penolakan jenazah positif COVID-19; pengusiran tenaga kesehatan karena takut tertular; atau penolakan pemudik oleh masyarakat di kampung saat lebaran, menciptakan kondisi yang saya sebut “low-trust society“. Social distrust di antara anggota masyarakat akan semakin tinggi.

#15. Constantly-Fear Customers
Di tengah krisis dan ketidakpastian. Orang mengalami kekacauan mental healthiness sehingga menjalani hari-hari dalam ketakutan. Takut akan krisis ekonomi, takut kehilangan pekerjaan, takut usaha bangkrut, takut tak mampu bayar hutang bank, takut diri dan keluarga terpapar virus, dan puncaknya takut terenggut nyawa.

#16. Jamu Is the New Espresso
Jamu menjadi minuman yang paling banyak dicari saat ini. Ketika para ahli mengatakan bahwa mpon-mpon yang merupakan bahan dasar minuman jamu dapat menangkal virus COVID-19, jamu langsung laris manis di pasaran. Wabah COVID-19 menjadikan jamu sebagai lifestyle. Jamu is the new espresso.

#17. Halal (Thoyyiban) Becomes Mainstream
Kita tidak tak akan pernah lupa dengan kota Wuhan terutama pasarnya yang menjadi awal mula penyebaran virus. Khususnya kaum muslim, bayangan muram pasar Wuhan adalah wujud dari penyiapan dan pengolahan makanan yang tidak mengikuti prinsip-prinsip halal dan thoyyiban. Maka COVID-19 pun membawa hikmah bagi kaum muslim, yaitu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya halal dan thoyyiban.

#18. Paylater Solution
DI tengah kecemasan dan ketidakpastian akibat COVID-19, sebisa mungkin konsumen membatasi atau menunda pengeluaran yang bersifat cash. In time of crisis cash is king. Maka layanan paylater yang diberikan oleh bank, perusahaan fintech, dan platform ecommerce seperti GoPay, OVO, atau Tokopedia menjadi solusi bagi konsumen untuk berbagai transaksi.

#19. The Future of Traveling
Bahkan ketika ancaman virus terus mengintai, kita tetap akan berlibur tapi dalam situasi dan kondisi yang bisa dikontrol dan tak terpapar virus. Travellers kian sadar melakukan self social distancing. Karena itu staycation dan wellness tour akan menjadi pilihan. Travelling kian menjadi aktivitas individual bukan lagi grup. Niche tourism lebih berkembang daripada mass tourism. Dan virtual tourism dengan teknologi VR (virtual reality) akan berkembang pesat. 

#20. Virtual Experience Is the Nex Big Thing
Konser musik, event olahraga, hingga konferensi/pameran dibatalkan di seluruh dunia. Sebagai gantinya: virtual concert, virtual sport, virtual conference/seminar, virtual exhibition. Ketika self distancing bakal berlangsung lama, maka virtual experience akan menjadi sesuatu banget. Keunggulannya: “more efficent, more convenient, more personal”.

#21. The Emerging VirSocial
Aktivitas bersama-sama baik nongkrong, olahraga, senam, meditasi dan yoga, hingga nge-game dilakukan secara virtual. Kami menyebutnya “VirSocial” (virtual social). Beberapa minggu terakhir misalnya, marak aktivitas “nongkrong” temen-teman sekantor, sekampung, sekomunitas, atau sesama alumni SD hingga kuliah yang dilakukan via Zoom. Ini adalah kebiasaan baru yang sebelumnya tak dikenal. 

#22. Flexible Working Hours: From “9-to-5” to “3-to-2”
Dalam buku Millennials Kill Everything (2019) saya mengatakan, ke depan milenial “membunuh” jam kerja “9-to-5”. Rupanya Covid-19 membunuhnya lebih cepat. Dengan work from home (WFH), karyawan bereksperimen menjalankan pola kerja flexible working hour (FWH). Maka jam kerja “9-to-5” nantinya akan berubah menjadi “3-to-2” yaitu jam kerja 3 hari di kantor dan 2 hari di rumah dalam seminggu.

#23. The Birth of Zoom Generation
Kalau generasi milenial sering disebut “Instagram Generation” dan Gen-Z adalah “Snapchat Generation”. Maka setelahnya, kita akan menyongsong lahirnya “Zoom Generation”. Kalau generasi milenial dan Gen-Z tumbuh di tengah keajaiban teknologi digital (internet, media sosial, tech startup), Generasi Zoom tumbuh di tengah dunia yang rapuh oleh ancaman pandemi dan risiko hidup yang tinggi. Maka Zoom menjadi “the new Google”.

#24. Cloud Lifestyle
Kebiasaan baru work from home, tuntutan collaborative working, dan maraknya gig economy akan mendorong melonjaknya penggunaan platform sharing yang tersedia via cloud. Maka konsumsi layanan cloud baik SaaS (software as a services), IaaS (infrastructure as a services), PaaS (platform as a services) akan masuk babak baru pertumbuhan eksponensial. Tren ini akan memunculkan cloud lifestyle dimana karyawan bisa bekerja dengan aplikasi dan data yang tersimpan di cloud dan bisa diakses di manapun dan kapanpun.

#25. Telemedicine: from Visit to Virtual
Blessing in disguise, krisis pandemi akan menjadi akselerator revolusi di dunia kesehatan yaitu telemedicine dan virtual health. Seperti halnya remote working dan online learning, konsumen dipaksa untuk mengadopsi gaya baru berobat yaitu secara virtual.

#26. Online + Home-Schooling
COVID-19 memicu dua tren sekaligus dalam proses pembelajaran. Pertama pembelajaran secara online (“online-schooling”) dengan menggunakan platform digital. Kedua peran orang  tua yang semakin besar dalam proses pembelajaran anak (”home-schooling”). Saya menyebut dua tren ini: “online+home-schooling”. Online+home-schooling mengubah secara mendasar wajah dunia pendidikan ke depan.

#27. Ibadah Virtual
COVID-19 turut mengubah perilaku masyarakat dalam beribadah. Sholat berjamaah sementara tidak bisa dilakukan, begitu pula kebaktian atau ibadah di gereja. Solusinya adalah melakukan ibadah secara virtual. Untuk umat Nasrani bisa melakukan ibadah secara virtual dengan live streaming. Bagi umat muslim sholat jamaah di masjid diganti dengan sholat di rumah. Namun, dakwah atau pengajian masih bisa dilakukan secara virtual.

#28. The Rise of Empathy and Solidarity
Krisis COVID-19 merupakan bencana kemanusiaan paling dahsyat abad ini dengan korban nyawa manusia yang begitu besar. Hikmahnya, COVID-19 telah menciptakan solidaritas dan kesetiakawanan sosial. COVID-19 telah menciptakan masyarakat baru yang empatik, penuh cinta, dan welas asih terhadap sesamanya. Sesuatu yang langka ketika wabah belum mendera.

#29. From Drone Parenting to Positive Parenting
COVID-19 bahkan mengubah pela pengasuhan anak (parenting style). Ketika work from home memungkinkan orang tua banyak berkumpul dengan anak, maka pola pengasuhan yang efektif adalah “positive parenting“ dimana orang tua secara proaktif menjelaskan perilaku yang baik dan dan mengajak anak untuk sama-sama memahami situasi sulit ini. Ini berbeda dengan “drone parenting“ ala milenial yang membebaskan anak untuk mengeksplorasi banyak hal sementara orang tua memantau dari jauh.

#30. More Suffering, More Religious
Di tengah krisis COVID-19, agama menjadi tempat bersandar mencari ketenangan sekaligus harapan. Sebagian besar masyarakat menganggap krisis ini adalah bencana atau hukuman yang diberikan Tuhan, bahkan dianggap tanda-tanda hari akhir akan tiba. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius, cobaan COVID-19 semakin mendekatkan mereka kepada Tuhan. Karena di tengah wabah ajal bisa setiap saat datang maka mereka memperbanyak amal-ibadah untuk bekal ke akherat.

BeKaSi, 26.04.20.

Jumat, 24 April 2020

24.04.20 : Koordinasi Internal + Webinar Kargo



Pagi sebelum shalat Jum’at melakukan koordinasi internal terkait isu2 operasional, keuangan + tatib perusahaan. Merebaknya Coronavirus langsung maupun gak langsung berdampak terhadap biz IG walau gak banyak.

Jika Coronavirus berlanjut terus, pasok barang akan terpengaruh juga sehingga kita semua diharapkan bisa saling mawas diri dan tetap mengutamakan keselamatan diri + karyawan secara umum.

Perusahaan pasti menopang pelaksanaan hal tersebut dengan menekankan himbauan agar tetap jaga jarak, kenakan masker selama di area kerja + cuci tangan secara rutin.

Sorenya sambil ngabuburit, mendengarkan webinar KARGO yang diadakan oleh salah satu lembaga sembari mengintip kiat2 suksesnya yang dipakai untuk menangani isu Covid-19 dalam pelaksanaan logistik bantuan bencana.

Saat berbuka puasa, Syukur Alhamdulillah dapat kiriman gepuk buatan isteri di Bandung. Gimana caranya sampe di Bekasi dalam kurun 1x24 jam ? Gunakan jaringan Indah Group, alhamdulillah bisa tiba sesuai perkiraan.

                                                    BeKaSi, 24.04.20

Kamis, 23 April 2020

23.04.20 : Silaturahim Bintang Track



Setelah sempat putus kontrak sejak awal tahun 2020 akibat sikon terkini, siang tadi ketemu lagi dengan tim Bintang Track untuk bersilaturahim. Kontrak layanan GPS dengan ILI (sejak 2016) memang sudah selesai tetapi dengan Indah Trucking (ITG) masih terus jalan.

Masing2 memiliki alasan sendiri sehingga ILI memutuskan untuk berhenti sementara waktu, sedangkan untuk ITG karena kebutuhan memonitor kiriman buah2an maka wajib hukumnya. Customer membutuhkan kontrol temperatur.

Tanpa catatan kontrol temperatur niscaya tagihan akan digantung ato dipending. Inilah teknik baru untuk menunda pembayaran he 3x ... Semoga ITG bisa memenuhi permintaan Pelanggan agar gak jadi kendala.

Dokumentasi pertemuan terlampir.

                                                     BeKaSi, 23.04.20.

Minggu, 19 April 2020

19.04.20 : MTD19 Perkeretaapian + Dansos Aluspat 79



Syukur Alhamdulillah. Hari Minggu 19/04 seperti biasa menyempatkan diri mampir ke gudang dan setelah beres, menyiapkan perkuliahan terakhir di Semester Genap 19/20 sehingga minggu depan tinggal melaksanakan UTS.

Mengajar di MTD19 ITL Trisakti dengan mahasiswa yang rata2 bekerja, lumayan repot mengatur waktunya. Saat kita kosong, mahasiswa sedang ada kerjaan. Begitu juga sebaliknya sehingga harus dikoordinasikan terlebih dulu.


Sejauh ini sih ok2 aja. Usai kuliah jam 16.00 dilanjut dengan pertemuan via Zoom video conference bareng tim Dana Sosial (Dansos) Alumni SMP 4 (Aluspat), skaligus kangen2an karena udah lama juga gak ketemuan.

Thanks Bey yang jadi fasilitator, Agus HK, Sarjono, Lia, Etty M, Deni, Ika, Ani. Inilah sobat2 kecil yang hingga kini masih aktif berkoordinasi serta berkeinginan membantu sesama, untuk meringankan beban hidup sobat2 seangkatan - jika boleh dikata begitu.

Jangan lihat nilai rupiah tapi ketulusan untuk membantu sesama, itulah yang menggerakkan Dansos Aluspat masih tetap bisa bertahan, ditengah2 kesulitan yang kini tengah dihadapi setiap orang saat wabah Coronavirus membawa dampak luas. Inshaa Allah diberi kelancaran oleh Allah SWT. Aamiin.

                                                     BeKaSi, 19.04.20

Sabtu, 18 April 2020

18.04.20 : Rapat AAM + Munggahan ILI ITG + K7 Perkeretaapian



Hari Sabtu maunya dipake untuk evaluasi jarak jauh alias rapat online. Otomatis perangkat laptop menjadi prasyarat supaya bisa ikut nimbrung di video conference meeting. Bisa juga pake handphone cuma gak efisien.

Pagi harinya, berdiskusi terlebih dulu dengan koordinator lapangan yang bertugas di AAM – NDC Cikarang. Setelah beres rapat, ikut gabung acara makan siang yang ternyata diadakan oleh anak ILI ITG Bekasi.

Walhasil inilah bentuk kebersamaan walau dalam berbagai kesempatan selalu digaungkan untuk selalu menjaga jarak. Intinya mo masuk bulan suci Ramadhan, ya ada sedikit ritualnya (munggahan) tapi memperhatikan social distancing. Dan jadilah ...

Semoga semuanya berjalan aman, aamiin. Malamnya, lagi mengisi acara kuliah MTD19 Perkeretaapian ITL Trisakti via Zoom vcon. Alhamdulillah selesai juga. Minggu depan tinggal menyiapkan soal UTS. Bismillah.

                                                    Bekasi, 18.04.20

Kamis, 16 April 2020

16.04.20 : Zoom vconf + WA vconf BHI


Satu pelajaran penting dari mewabahnya Coronavirus ke seluruh penjuru dunia yakni menjamurnya penggunaan aplikasi keperluan rapat via online ato video conference seperti Zoom bahkan yang baru kita tahu, Whazzup (WA).

Pagi usai rapat dengan tim ILI Bekasi, siangnya dilanjut rapat dengan BoD IG + BM / Kepala Operasi ILI di seluruh Indonesia dan malamnya dilanjut rapat BoD BHI terkait prospek Halal Logistics via WA video conference.

Semuanya harus dijalani dengan baik dan Inshaa Allah barokah. Bismillah.


BeKaSi, 15.04.20