Kamis, 14 Maret 2019

14.03.19 : Visit Matrade Office



Kamis tgl 14/03 kami.mendapat slot waktu menghadap Perwakilan Perdagangan Kedubes Malaysia (Matrade) di seputar Mega Kuningan. Tujuan kedatangan, untuk menjalin tali silaturahim antara para pihak agar terjaga dengan baik.

Diterima langsung oleh Cik Har Man selaku Trade Counselor dan berdiskusi cukup banyak, termasuk bantuan untuk memfasilitasi pertemuan seandainya kami nak berkunjung ke Negeri Jiran, someday.

Terima kasih Cik.


                                                  JaKaRTa, 14.03.19

Rabu, 13 Maret 2019

JT 130319 : Rencana Merger HHI + DSME


Isu tentang merger 2 (dua) galangan kapal besar di Korea Selatan ini sudah mencuat sejak beberapa waktu lalu. DI RRCina maupun Jepang program penggabungan menjadi hal yang utama, untuk menghadapi kompetisi sektor shipyard yang semakin ketat.

Makanya saat pihak Hyundai Heavy Industries (HHI) menandatangani kerjasama dengan pihak Korea Development Bank (KDB) untuk membeli Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), sejumlah kalangan sangat paham.

Seperti diketahui, sejak Januari lalu pihak KDB menjadi pemegang saham terbesar di DSME yakni 55 persen sehingga untuk mewujudkan galangan kapal terbesar didunia menjadi semakin kokoh dengan dukungan sektor perbankan disana.

Para pihak menyampaikan bahwa potensi penggabungan kedua galangan ini akan diupayakan semulus mungkin guna menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) dan untuk itu akan dikoordinasikan via Korea Shipbuilding Industry Development 
Commission (untuk mengumpulkan + mengevaluasi berbagai opini yang muncul).

Diluar gedung pertemuan sendiri, kedua serikat pekerja melakukan demonstrasi untuk menghalangi kesepakatan yang dilakukan antara HHI, DSME dan KDB – demikian dilaporkan oleh Korea Broadcasting System.

Kantor berita Yonhap merilis data bahwa order yang dimiliki HHI tahun lalu mencapai 11,14 juta compensated gross tonnes (CGT) sedangkan DSME memiliki 5,84 juta CGT. Kombinasi keduanya menciptakan potensi penguasaan pasar 21,2 persen total order yang ada di dunia. Angka yang menakjubkan.

Semoga semuanya berjalan mulus.

Sumber : Dari Sana-sini.

13.03.19 : Reska Minati JAKG


Sudah hampir setengah tahun nego tapi masih blon kelar juga. Makanya minggu ini kita berkoordinasi lagi untuk memastikan jadi tidaknya. Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini berminat menggandeng KALOG loh.

Reska minta waktu 1 (satu) minggu terhitung mulai hari ini. Semoga mancarli. Kalo berjodoh, syukur alhamdulillah. Tapi klo memang blon berjodoh, mo diapain juga. Terlampir obrolan yang sempat didokumentasikan.

                                                   JaKaRTa, 13.03.19
 

Selasa, 12 Maret 2019

12.03.19 : Ngobrolin Produk Halal 28/02/19



Pertemuannya berlangsung akhir Februari 2019 tapi berhubung isinya berderet alias setiap hari ada yang musti diunggah walau gak penting2 amat buat Pembaca tetapi buat e-Ditor sesuatu bingitz, jadi nunggu giliran tayang he he he. Harap maklum nih.

Waktu itu yang datang, Ketum ILC / Indonesian Logistics Community, Ketua DPP Harian ILC dan anggota pengurus DPP ILC, bertempat di The Hive Cawang. Mulai kumpulnya jam 20.00 tapi setelah ngobrol kesana-kemari, bubarnya jam 00.30 dan dilanjut ngobrol di Gondangdia sampe jam 02.00 aje gileee ye.

Intinya, dalam pembahasan kepengurusan ILC waktu itu bakal ada kompartemen Halal Products karena PIC-nya sekarang ditunjuk mengawasi bidang pendidikan, jadi perlu waktu untuk mencari penggantinya dulu.

Juga dibahas kemungkinan untuk membentuk asosiasi yang menaungi produk halal secara independen dan terpisah dari ILC tapi bebas aja. Begitulah inti hasil pertemuannya. 

Diwacanakan pembentukan perusahaan yang akan fokus di produk halal. Apa & Bagaimana-nya masih di benak masing2. Yang penting dikomunikasikan dulu. Itu intinya. Udah ngantuq ? Cheers en arep turu sek he he he.

                                            JaKaRTa, 28.02.19 - late upload

Senin, 11 Maret 2019

11.03.19 : Resto Seribu Rasa



Klo sudah terkena demam kulineran, agak repot memang. Bawaannya mo foto mulu kayak anak ABG ato millennial gitu deh. Tapi kali ini dua2nya dapet he he he. Ya fotonya ya kulinernya. Jozz tenan.

Seringkali kita mampir ke tetangganya, Bebek Bengil yang menawarkan nuansa serba Bali sehingga harus diakui banyak bule maupun turis mancanegara, nyobain menu khas disini.

Rupanya, jalan masuk ke Resto Seribu Rasa agak kurang eye-catching di siang hari, bisa jadi menarik di malam hari ? Jadi kalah menarik dengan resto Bebek Bengil. Entahlah. Kitaorang jarang keluyuran malam, jadi agak kuper.

Berikut ini kesan + pesan setelah mencoba makan di Seribu Rasa. Cukup sendirian aja dan ok juga sih. Cenderung ke enak bingitz. Ono rego ono rupo, begitu orang bule klo berkomentar. 

Terlalu manis ngga, pokoknya buat kita sih cocok, gak tahu buat yang lain. Selera kadang berbeda. Slank aja bilang, terlalu manis ... untuk dilupakan ....

Dokumentasinya terlampir deh.

                                                 JaKaRTa, 11.03.19