Kamis, 15 Oktober 2015

15.10.15 : Meeting With Materials Indonesia

Biasa deh, klo spesialis rapat, kita dapat giliran nemenin. Apalagi klo tamunya wong bule he he he. Gak ada keahlian khusus, kecuali sering nonton filem bioskop ato ikutan lomba karaoke, sehingga klo pas ketemu bisa bilang “Good Day” udah yahuud he he he.

Kebetulan ini hari ada tamu dari vendor yang nawarin produk. Udah kesekian kalinya nego dan terus mendatangi KALOG saking kepnginnya produk mereka bisa ikutan ajang uji-coba. Setidaknya untuk membuktikan produknya layak pake.

Asal produk dari Belanda tetapi yang menjadi partner di Indonesia dan Singapura ada dalam satu naungan usaha, jadi ya mengikuti pola dan irama yang ada. Kita harus bisa beradaptasi dengan segaa macam si-kon.

Gak usah panjang lebar dulu deh, wong masih ikut uji-coba. Intinya udah kita dapat dan laporkan ke manajemen. Just wait and see. Pasti ada laporannya koq.

Cheers.

Jakarta, 15.10.15.

Minggu, 11 Oktober 2015

11.10.15 : Naik Travel Kelas Satu ?

Gak juga sih. Cuma kebetulan hari Minggu 11/10 kitaorang dapat jadual keberangkatan naik travel Baraya (maaf, buka promosi) jam 12.15 dari BD otw JKT. Penumpangnya sedikit. Kata operator, enak di loe, gak enak di gue.

Lha namanya rejeki nomplok, apa mo dikata ? Dijalani, dinikmati, disyukuri. Itu aja. Alhamdulillah dapat mobil travel bagus, AC normal, tempat duduk lega (jarang-jarang nih), kiri kanan kosong he he he, serasa naik pesawat kelas utama, bedanya ini sih pake travel.

Juga bila kita kemana saja di Jakarta khususnya. Semua orang disaat menunggu ato makan di kafe ato di ruang tunggu stasiun, banyak orang tertunduk dan memainkan gadget. Ampun deh. Untung kita terlahir bukan di generasi gadget he he he. Buat selfie YES, nge-game gak dulu deh.


Segitu aja sudah bersyukur, boleh dibilang sangat jarang bisa selonjoran kayak hari ini. Thanks God, thanks Baraya and thanks to everyone yang udah mo baca kisah ini. Piiiiis.


Jakarta, 11.10.15.

Kamis, 08 Oktober 2015

08.10.15 : D'Aina Ikut Bazaar Di Kemenhukham

Hari Selasa 06/10 s/d 08/10, Rumah Busana Muslimah D’Aina ikut serta dalam bazaar yang diselenggarakan oleh sebuah event organizer (EO) dengan mengambil tempat di lobi Kementerian Hukum & HAM di Jl Rasuna Said, Jakarta.

Perlengkapan tiba dari Bandung Senin 05/10 malam dan sang pengawal Imam segera kembali ke Bandung sedangkan Yoen tinggal di Jakarta, selama bazaar berlangsung. Syukur alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan baik.

Hidup perlu perjuangan dan sejauh ini, ya kita jalani saja. Terima kasih untuk berkah yang diberikan oleh Allah SWT hari-hari sebelumnya hingga hari ini. Sedikit ini dokumentasinya.
                                               Jakarta, 08.10.15.

Rabu, 23 September 2015

23.09.15 : Rumah Djadoel Nan Eksotis

Jika Pembaca tahu perkembangan dan pembangunan Museum Kereta Api (KA) Ambarawa saat ini. Itu tak lepas dari campur tangan seorang Kepala Stasiun Ambarawa, Tri Prastiyo. Jiwa petualang dan minat terhadap sejarahlah yang berhasil mendorong keseriusannya menata Museum tsb.

Selama hampir 2 (dua) tahun pergi-pulang ke Ambarawa, peningkatan pelayanan maupun fasilitas yang ada, berangsur-angsur membaik. Jauuuuh lebih rapih. Bagi yang pernah ke Museum Ambarawa, pasti bisa merasakan bedanya.

Bagi yang blon pernah, nyesel aja klo gak ada niat ingin menikmati keindahan pesona loko-loko tua yang berjejer rapih di stasiun bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini. Ayooo, kapan lagi bisa berkeliling Indonesia, dan jamahlah Jawa terlebih dulu.

Selama 2 (dua ) hari kami melakukan perjalanan ke Jawa Tengah dan pusat kunjungan terfokus di kota Semarang dan Ambarawa. Gak perlu pake acara keluar negeri, wong di dalam negeri aja masih banyak objek menarik.

Kelemahannya, industri pariwisata domestik kurang greget mempromosikan wilayah eksotik di Tanah Air. Tapi klo wilayah eksotik di luar negeri, travel agent lebih bersemangat. Bisa jadi karena gengsi ato bisa juga karena insentifnya lebih menarik.

Miris ya ? Nah, selama di Ambarawa, KALOGers menginap di rumah dinas KS Ambarawa dan sedikit merepotkan tuan rumah hi hi hi (maaf ya pak). Tapi KALOGers semua puas dan bersyukur mimpi ke Ambarawa bisa terwujud.

Akhir kata, Syukur Alhamdulillah Yaa Allah. Tampilan sepintas rumah dinas, gaya djaman doeloe dan perabotnya sebagian, masih bagus-bagus. Padahal 30 tahun sempat mangkrak dan gak ada yang mo nempatin. Unik nih.

Dokumentasi terlampir.

                                     Ambarawa, 19.09.15 – diunggah 23.09.15.