Kamis, 16 Oktober 2014

16.10.14 : Masukan Buat Jokowi-JK

Sebulan belakangan ini suhu politik di negeri ini senada dengan suhu aktual di lapangan maupun terminal petikemas Kalimas, Surabaya. Puanas blaaast, gitu kira-kira.

Berbagai aksi berbalas pantun dilontarkan para kader dan pengikut presiden terpilih, melawan capres yang kalah selisih suara dalam pemilihan presiden tempo hari. Ujung-ujungnya muncullah nama koalisi merah putih (KMP) dan koalisi Indonesia hebat (KIH).

Gak ada yang lebih hebat bila semua pihak legowo dan membangun Indonesia menjadi kekuatan besar di Asia. Itu baru namanya hebat yang sebenar-benarnya huebat ! perbedaan itu khan relatif. Kita punya Bhinneka Tunggal Ika.

Lupakah kepada wejangan para tetua ato ajaran agama yang dianut. Ibarat pepatah, semuanya itu merupakan titipan semata, taka da yang abadi, termasuk jabatan. Jadi kalo bukan miliknya terus kenapa dipake dalil dizhalimi dlsb.

Negeri ini ditakdirkan menjadi negeri loh jinawi sebagaimana diyakini para pendahulu kita. Yakin dan bisakah bekerjasama ? Jangan cuma mengenalkan Indonesia ke dunia dengan adab korupsi berjamaah. Yang lalu biarlah lewat, untuk kedepannya perlu kebesaran jiwa.

Kalo ribut terus, sempat kepikiran didalam benak ini, kenapa gak ada partai politik yang nekad mengajukan calon incumbent dan independen seperti Komeng dan Cak Lontong. Kalo terlaksana pun akan menjadi sejarah tersendiri.

Terlepas dari itu semua, kita berharap sebagai masyarakat biasa yang hidup di gugusan Nusantara tercinta, agar pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih tanggal 20/10/14 dapat berjalan lancar dan tenang. Ekonomi tiarap (sementara) karena menunggu situasi aman.

Semoga.

Rabu, 15 Oktober 2014

15.10.14 : Progress Stasiun Kalimas - 15/10/14


Rabu 15/10, seperti biasa kami melaksanakan pengecekan setiap 2 (dua) hari sekali atas progress yang ada di Stasiun Kalimas (KLM). Dokumentasinya sendiri tidak akan diunggah setiap 2 harian karena perkembangannya tidak akan begitu kentara.

Aktifitas yang terekam sore ini yakni pengecoran slab-track di spoor 4 dan 9, sementara spoor 5 tengah diisi batu ballast dan di sisi lain spoor 6 dan 7 sudah dipakai untuk keperluan stabling, selain masih banyak kegiatan perapihan disana-sini.

Selamat menyimak.

                                                       Sumber : KALOG / Foto : RAM.

Selasa, 14 Oktober 2014

14.10.14 : Ngawal GU Ke Teluk Lamong


Seperti yang selalu dikampanyekan, lokasi pelabuhan Teluk Lamong memang memiliki arti strategis dan bila dikelola dengan professional, bakal lebih wooow lagi tuh. Semuanya serba baru dan kelihatan dari wangi parfum serta bau perabot / furniture kantornya.

Belum lagi ruangan yang demikian luas dan masih banyak yang kosong dan orang-orangnya masih muda. Kelihatan enerjik. Wuih uedan pokoke. Peralatan yang ditampilkan buat presentasi pun masuk kategori huebat – gitu kalo menurut logat wong Suroboyoan he he he.

Kebetulan hari ini mengantar Dirut ke PT Terminal Teluk Lamong dan mengambil beberapa gambar disana. Inti pembicaraan, ada aja. Oh iya, Teluk Lamong mendeklarasikan sebagai "The Green Port" alias ingin disebut ramah lingkungan.


                                                          Gresik, 14.10.14.

Senin, 13 Oktober 2014

13.101.14 : Amazing Lawang Sewu !


SeMaRaNG: Sabtu 11/10 sore, syukur Alhamdulillah kita mendapat kesempatan mampir ke Lawang Sewu, kompleks bangunan kokoh warisan pemerintah Hindia Belanda yang secara singkat bisa dikatakan dengan ungkapan : "Luar Biasa".

Lawang Sewu ato dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai gedung yang memiliki seribu pintu, brrr aje gile banyaknya ya. Bangunan kokoh peninggalan penjajah ini dibangun tahun 1904 dan selesai 1907. Belon lama-lama banget tapi bentuknya sangat artistik dan elegan.

Awalnya, gedung ini dipergunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (saat itu) Nederlandsch Indische Spoorweg Maatshappij (NIS). Sesuai bentuknya, gedung ini dijuluki memiliki gaya art-deco  yang kental (kayak yang tahu aja ya ha ha ha), dibuat oleh arsitek Belanda ternama yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag.

Nah balik lagi, apakah Anda berniat bahwa pintu-pintu yang ada di Lawang Sewu jumlahnya pas seribu buah ? Itu kabarnya hanya merupakan perumpamaan karena saking banyaknya pintu dan juga jendela-jendelanya yang gede alaihim gitu. Tapi kalo Pembaca penasaran, gak dilarang koq buat menghitung jumlah pintunya.

Sejujurnya, arsitektur dan disain serta motif gedung luar biasa megah. Megaaaaah banget dan susah menggambarkannya deh. Coba aja datang dan rasakan suasana “mistis” ato juga pemandangan lampu dipadu dengan turunnya sang mentari ke peraduan disaat senja.

Yuuuuk, cobain ke Lawang Sewu di jantung kota Semarang, ibukota propinsi Jawa Tengah. Banyak pintu disana. Siapa tahu ada pintu keluar dari permasalahan, disaat otak udah buntu mikir urusan kerjaan he he he. 

Cheers. Amazing Lawang Sewu !


                      Lawang Sewu, 11/10/14 jam 16.00-17.45.