Jumat, 07 Juni 2013

07.06.13 : Semarang, Am Coming !

JAKARTA: Ditengah hiruk pikuk pekerjaan yang seolah gak ada akhirnya, sesekali bila sedang biz trip ke daerah, hampir bisa dipastikan 2 kegiatan yang selalu dijajal : silaturahim ke teman-teman lama (PT Samudera Indonesia Tbk dan PT Meratus Line) serta kegiatan kuliner he he he.

Saat mengunjungi Kota Semarang tempo hari, tepatnya Selasa 04/06 untuk presentasi di depan rekan-rekan di PT Samudera Perdana dan PT Masaj Tatanan Container (MTCon), Senang rasanya bisa berkumpul kembali karena masih seperti suasana dulu, welcome banget.

Siang harinya menyempatkan diri mejeng di depan gereja antik dan artistik St. Immanuel. Dekat kantor PT Samudera Indonesia area Jl Perkutut situ lho. Jujur, disain model Belanda gini yang ngangenin dan PT KAI punya banyak koleksi gedung lama sehingga dijaga kelestariannya sebagai "heritage" alias warisan masa lalu. 

Padahal Di SIG wes akeh arek-arek anyar lho tapi ... ya gitu deh, so cool and humble. Kegiatan diluar kegiatan biz trip kemarin, ya nyempetin waktu mampir ke Divisi UASC Semarang yang masih dipimpin Hera. Nice to meet you Guys. Serasa masih di UASC hi hi hi.

Pulangnya, saat sudah di stasiun Tawang muncul mas Eddy Raharto yang menggawangi RCL Semarang (sayang gak sempet berfoto karena low batt) namun sempat mengantar mencari makanan khas Semarang : loempia.


Waktunya wes mepet tapi yo iso tuh nggole oleh-oleh mbengi-mbengi. Satu jam kurang dan itu menjelang pukul 24.00 dan jadual KA Argo Anggrek masuk stasiun Tawang di pukul 23.58. Toh untungnya keburu juga.

Ditengah kegiatan itu, saya dan mas Didik (sama-sama alumnus PT Samudera Indonesia) masih sempat diundang makan malam di resto pinggir laut tapi dekat kawasan bandara. Enak dan menyenangkan. Malah sempat dihibur artis-artis Samin yang memiliki bakat terpendam sebagai penyanyi.

Dibalik itu semua. Secara pribadi maupun sebagai utusan perusahaan. Kami bersyukur bisa mengawinkan kepentingan bisnis, sekaligus berkumpul bersama teman-teman lama sehingga menghidupkan kembali gairah masa muda.

Insya Allah kegiatan ini gak akan berhenti hingga di presentasi, tapi terus bergulir ke langkah nyata dalam bentuk kemitraan di masa  yang akan datang. Aamiin YRA.

Jakarta, 07.06.13.

Kamis, 06 Juni 2013

06.06.13 : Gereja Immanuel Semarang

SEMARANG: Salah satu yang paling dinikmati saat biz trip ke suatu tempat, bila ada warisan gedung ato tempat bersejarah yang bisa dikunjungi, gak peduli itu tempat ibadah atau tempat-tempat lain, khsusnya peninggalan kaum penjajah Belanda.

Karya mereka memang monumental disamping tak lekang dimakan jaman dan waktu. Terbukti, bangunan yang dibangun kaum penjajah negeri ini selama 350 tahun, senantiasa mengundang decak kagum hingga kini.

Kadang, material bahan bangunan yang dibuat, masih kokoh berdiri dan hanya perlu memoles dengan cat baru maka, kinclong kembali dan semakin menawan. Salah satu yang sempat dikunjungi dalam kunjungan singkat kali ini : Gereja Immanuel, Semarang.

Bagus, artistik dan suka aja !



Jakarta, 06.06.13 (kunjungannya sih tanggal 04 cuma baru sempat di-upload 2 hari kemudian, soriiiiiiiiiiiiiiii).

Selasa, 04 Juni 2013

04.06.13 : Visit Samudera Indonesia Semarang - 04/06/13

JAKARTA: Selasa 04/06, PT Kereta Api Logistik (KALOG) memenuhi undangan dari PT Samudera Perdana (SP - trucking division) untuk memberikan presentasi bisnis di kota Semarang, Jawa Tengah yang sekaligus menjadi markas utama SP.

Kebetulan di waktu yang sama, manajemen SP yang tengah mengumpulkan petinggi se-Jawa mengalokasikan waktu bagi “bintang tamu”, untuk bisa berbagi informasi dan berharap bisa mendapat manfaat bagi kedua belah pihak, entah diwaktu kini maupun masa mendatang.

Hitung-hitung sekalian silaturahim dan reunian karena kebetulan perwakilan KALOG yang diutus, merupakan alumnus PT Samudera Indonesia : RAM (12 tahun) dan Didik (20 tahun). Selain SP, hadir pula perwakilan PT Masaji Tatanan Container (MTCon) JKT, SRG dan SUB.

Semoga kedepannya, jalinan kerjasama dengan siapapun bisa membuahkan hasil yang optimal serta saling menguntungkan. Ditemani Rizal Hadi dan Teguh Basuseto (Area Head Jawa Tengah), pertemuan di hari Selasa tersebut memberikan nuansa yang sangat bersahabat.
 

Oh ya. Perjalanan dinas ke Semarang ini menggunakan KA Argo Anggrek malam pergi-pulang (p.p) dan sebelum kembali sempat makan malam bersama, serta sowan ke UASC Division Semarang. Nice to meet all of you Guys. Usai presentasi, survei bareng ke stasiun Poncol, Ronggowarsito dan stasiun Alastua.

Special thanks to Lamadi, Catur, Eko and Zaenal. Oh ya, info ini juga di muat di website KALOG : www.kalogistics.co.id dan blog KALOG Sumsel : kalogpalembang.blogspot.com.

Semarang, 04.06.13.

Minggu, 02 Juni 2013

02.06.13 : Bazaar Di GBK Jakarta

JAKARTA: Bangun subuh jam 02.00 dini hari Minggu 02/06/13 dan sempat meninggalkan sementara putera-puteri tercinta di Bandung, akhirnya kami tiba juga di depan Gelora Bung Karno (GBK) sekitar jam 04.00-05.00 subuh. Capek tapi inilah perjuangan yang harus kita hadapi dalam hidup.

Mulai jam 06.00 WIB aktifitas sebagian warga Ibukota yang biasanya memanfaatkan GBK di hari libur, mulai bercampur dengan rombongan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang tengan mengadakan "Muktamar Khilafah" serta dihadiri sekitar 100.000 peserta dari berbagai daerah.

Selaku salah satu peserta Bazaar pagi itu, ya cukup berdoa, semoga hari ini curahan rejeki dari Allah SWT bagi keluarga kami tak pernah putus dan selalu mengucur sesuai kehendak-NYA. Aamin YRA.

Foto-foto berikut ini menggambarkan, betapa rame dan sesaknya GBK dari pagi hingga siang dan menjelang sore. Subhanallah, benar saja Allah SWT mengucurkan rejeki bagi mereka yang tetap berikhtiar. Cukup ato tidak, itu penilaian yang relatif dan tak semestinya terucap dari kami. Astagfirullah aladzhiim.

"Syukuri apa adanya, hidup adalah anugerah" ...  demikian sepenggal bait lagu milik kelompok d'Masiv.

Terima kasih Yaa Allah semoga rejeki untuk keluarga, senantiasa mengalir terus dan bisa memberikan kebahagiaan keluarga besar kami sekarang maupun nanti. Aamiin YRA.


Jakarta, 02.06.13.

--- quote ---

Muktamar Khilafah, 100 Ribu Warga Hizbut Tahrir Penuhi GBK

Minggu, 02 Juni 2013, 11:05 WIB
Komentar : 0
Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi
Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia, ilustrasi
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 100 ribu warga yang tergabung dalam Hizbut Tahrir memenuhi Gelora Bung Karno (GBK) sejak Ahad pagi (2/6).
Pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini berkumpul di GBK dalam rangka menghadiri puncak perayaan Muktamar Khilafah 2013.
Padatnya pendukung HTI ini membuat jalan di sekitar senayan arah Semanggi macet total dipenuhi kendaraan warga dan simpatisan HTI yang akan menghadiri acara di arena Muktamar.
Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto dalam rilisnya mengatakan, Muktamar Khilafah yang diselenggarakan HTI ini selain diadakan di Jakarta, juga diselenggarakan di 31 kota lain di seluruh Indonesia.
Agenda Muktamar Khilafah ini, jelas dia, kembali mengokohkan peran Khilafah di tengah arus perubahan besar yang terjadi saat ini di berbagai belahan dunia.
"Ini sesuai dengan tema Muktamar Khilafah ini, perubahan besar dunia menuju Khilafah. Kita ingin mengingatkan bahwa perubahan sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan," ujar Ismail, Ahad (2/6).
Pesan utama Muktamar ini, kata dia, umat harus turut serta dan semestinya menjadi motor penggerak utama perubahan politik dimanapun ia berada, termasuk di negeri ini.
Perubahan itu, menurutnya, menuju tegaknya khilafah di muka bumi ini. HTI juga menyerukan kepada semua elemen umat Islam untuk benar-benar mengamalkan syariah sebagai agenda utama.
HTI menyerukan kepada Pemerintah Indonesia agar tetap menjamin ekspresi dan apresiasi umat Islam yang dijamin oleh Undang-Undang, serta mengajak aparat keamanan untuk tetap menjaga keamanan.
Hingga berlangsungnya acara di ahad siang, ribuan pendukung HTI masih berdatangan ke arena muktamar. Beberapa warga HTI bahkan datang dari luar Jakarta, seperti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sabtu, 18 Mei 2013

19.05.13 : Jalan-Jalan Bareng Aina


Minggu siang, biasanya berjalan-jalan dengan si buah hati ke mal, sekedar bercengkerama ato mencari suasana hati yang lebih enakan ... Salah satunya main sepeda kayuh. Entah apa namanya bilaa ada yang lebih cocok.

Liputannya singkat. Jalan, cari makan, kenyang, bermain, lantas pulang setelah sempat berkeliling ato belanja keperluan rumah tangga.

Segini aja sudah bersyukur banget Yaa Allah, Subhanallah. Merupakan suatu karunia dan rezeki dari-MU yang tak bisa dinilai dengan uang.

I love my family. Cheers.

Bandung, 19.05.13.

Jumat, 17 Mei 2013

18.05.13 : Training CRM 17-18/05/13

JAKARTA: Tanggal 16-17 Mei 2013 lalu, kami mendapat penugasan mengikuti training "How To Manage Customer Relationship Management Effectively" yang diadakan di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta.

Seminar ini berlangsung 2 (dua) hari dan berlangsung lancar. Sebenarnya materi ini pernah dapat beberapa tahun lalu namun di perusahaan sebelumnya sehingga rekam jejaknya tak terlacak sehingga ikut lagi, untuk kedua kalinya dengan event organizer berbeda pula.

Berikut ini dokumentasinya.


                                                                                   Jakarta, 18.05.13

Senin, 06 Mei 2013

06.05.13 : Hilangnya Rasa Malu


Oleh: Kodirun

Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “Iman memiliki enam puluh lebih cabang. Malu adalah satu cabang dari Iman.” (HR. Bukhari, Muslim, dan abu Dawud). 

Malu atau rasa malu dapat diartikan dengan kusut atau ciutnya jiwa seseorang sehingga tidak mampu dan tidak kuat untuk melakukan hal-hal yang bersifat buruk atau tercela. 

Orang yang malu tidak kuasa melihat dirinya hina di hadapan Allah, atau orang lain, bahkan di hadapan dirinya sendiri.

Orang yang memiliki rasa malu sesungguhnya sangat mulia di hadapan Allah, orang lain, dan dirinya sendiri. Karena kedudukannya yang sangat mulia tersebut sebaiknya setiap orang mukmin tetap memelihara rasa malu yang dimiliknya.

Karena jika rasa malu hilang dari seseorang maka akan mengakibatkan seseorang binasa atau mengalami malapetaka yang sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tatkala hendak membinasakan seorang hamba, Allah mencabut rasa malu darinya. Ketika Allah telah mencabut rasa malu darinya, orang itu tidak akan mendapati dirinya kecuali dia dibenci dan membenci orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dibenci dan membenci orang lain akan dicabut amanah (kepercayaan) darinya. Ketika amanah telah dicabut darinya dia tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati oleh orang lain. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia berkhianat dan dikhianati, akan dicabut darinya rahmat. Ketika telah dicabut rahmat darinya,  tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat. Ketika tidak mendapati dirinya kecuali dia dikutuk dan dilaknat, maka akan dicabut darinya tali agama Islam.” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadis tersebut dapat diketahui, sumber malapetaka yang menimpa setiap orang adalah hilangnya rasa malu. Orang yang tidak punya rasa malu biasanya akan mudah sekali melakukan hal-hal yang bersifat negatif menurut kacamata agama. 

Munculnya korupsi, perselingkuhan, perzinahan, pencurian, pelecehan seksual, dan perbuatan jahat lainnya yang banyak terjadi di republik kita tercinta ini semuanya diakibatkan hilangnya rasa malu pada setiap pelakunya.

Perlu kita ketahui, derajat malu yang paling tinggi adalah malu kepada Allah SWT. Orang yang beriman kepada Allah dapat dipastikan dalam dirinya masih memilki rasa malu, terutama kepada Allah SWT. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Malu dan iman adalah satu pasang, jika salah satunya hilang maka yang lain juga hilang.” (HR. Al-Hakim). Nah, sekarang bagaimana dengan kita masing-masing, masihkah ada rasa malu dalam diri kita? Wallahu a’lam.

Jakarta, 05.05.13 – dikutip dari harian “Republika On Line” (ROL).

Sabtu, 04 Mei 2013

05.05.13 : Kenangan Sumsel

Tak khan ada yang abadi, baik itu pekerjaan, karir maupun nasib manusia akan dikemanakan. Bagi eksekutor di lapangan seperti kita, perintah datang. Kita harus siap, jiwa dan raga. Yang penting, mengemban misi dengan ikhlas.

Tadinya kami berkumpul di Sumatera Selatan (Sumsel) mengabdi tuk memberikan pelayanan kepada perusahaan maupun Pelanggan yang memberikan makan kepada kita semua. Kini secara perlahan kita pun didistribusi ke bumi Jawa. 

Hubungan pertemanan selama 2 (dua) tahun cukup memberikan arti untuk menggubah status suka dan duka menjadi pemanis pengalaman hidup karena dimana pun kita hidup dan bermasyarakat, selalu ada kawan dan lawan.

Hanya kepada Allah lah kita harus takut dan patuh tetapi untuk sesame manusia, sepanjang itu benar, jaga prinsip hidup dengan baik. Jangan sampai terjebak menjadi penjilat atau menjatuhkan kawan dan lawan dengan cara yang tidak/kurang terpuji.

Tetap semangat duhai para veteran Sumsel, kecuali 1 (satu) yang masih berkarya di Bumi Sriwijaya …

Selamat berkarya dan jaga tali silaturahum, selalu.

Bandung, 05.05.13.