Selasa, 27 Maret 2012

27.03.12 : Jualan Pukis Ahh ...


Selama ini, istri tercinta selalu berjualan baju muslim tapi ngga cuma itu lho. Selain menjual sendiri, hobinya ya mendisain, menjahit dan kadang menyulam sendiri. Khususnya untuk partai kecil. Kalo sudah lumayan banyak, maklun ‘lah.

Sekalian berbagi rejeki he he he. Tapi di hari Minggu 25/03 kemaren, istri kepingin ikutan bazaar dan jualan pukis. Lokasinya di seputar kampus ITB, antara Jl. Ganesha dan Jl. Gelap Nyawang. Namanya dagang dan iseng-iseng, ya gitu deh.

Pukisnya itu loh yang ngangenin. Bukan sembarang rasa tapi coba rasa baru. Semoga bisa memberi nuansa baru deh dan ngga jenuh dikelilingi baju muslim terus. Andai lagi cuti, pasti jadi tester alias tukang nyicip he he he.

Enjoy dan tetap semangat ya bu. Sepi, ngga masalah deh. Cu’ek bebek aja.


Bandung, 25.03.12.

Sabtu, 24 Maret 2012

24.03.12 : Aina Berenang Di Karang Setra


Aina saat berenang di Karang Setra, Bandung. Kabarnya UTS yang sedianya dilaksanakan pihak sekolah hari Jum’at (23/03) karena berbarengan dengan Hari Raya Nyepi maka diundur ke hari Sabtu (24/03).

Berikut ini foto yang sempat diabadikan istri tercinta, Yuyun di lokasi siang ini. Selamat berenang ya.

Bandung, 24.03.12.

Senin, 19 Maret 2012

20.03.12 : Koko Olimpiade 2011

Sebuah dokumentasi yang nyaris terlupakan, saat Aina mengukti acara Koko (Krunch) Olimpiade 2011 yang diselenggarakan oleh Nestle (produsen makanan berkualitas) dan dihadiri oleh Wagub Jabar, Dede Yusuf. Acara berlangsung di GOR Padjadjaran Bandung.

Tanggalnya lupa karena terlalu lama disimpan he he he. Tetap aja jadi kenangan manis koq. Kebersamaan sebagai sebuah keluarga. Buat kita yang tinggal terpisah, momen kayak begini tergolong langka. Makanya bersyukur kalau masih diijinkan Allah SWT mengawal titipan-NYA.

Terima kasih Yaa Allah, Subhanallah.


Bandung, suatu hari di tahun 2011.

Kamis, 09 Februari 2012

09.02.12 : Manjanya Anakku


Ngga bisa dipungkiri, tinggal jauh dari keluarga, pasti bikin kangen pengen ketemu. Apalagi selama ini kalau kerja, pasti boyongan bareng keluarga. Kali ini special, gak pake bawa keluarga karena misi khusus menuntaskan setting gawean anyar.

Sebelumnya pernah dikerjakan, tetapi yang melaksanakan pekerjaan tersebut pihak lain sehingga sebagai anak perusahaan baru dituntut dedikasi dan perhatian penuh. Daripada nanti bawa keluarga dan dicu’ekin, khan malah lebih gak enak.

Jadi mending dikasih jatah pulang kampung saja dan fokus bisa santai disana. Gheto. Lantas, karena jauh dan cukup lama, malaikat kecilku Aina kalo pas Ayahnya pulang kampung, pasti ngajak jalan dan mencari suasana makan diluar yang sesuai seleranya.

Isteri dan Kaka kalo ada waktu pasti ikut. Kalo pas lagi repot karena punya kegiatan, ya jalan berdua aja. Ngangenin sih dan dia bisa manja-manjaan ha ha ha. Tapi bersyukurlah bisa dikasih waktu sekarang ini memperhatikan keluarga.

Semoga kedepannya, bisa disatukan lagi, dimana pun, kapan pun. Supaya lebih afdol dan ngga menimbulkan “curiga-tion” ...

Aina saat mejeng dan nyantai di sebuah mall di Bandung. Enjoy ... and luv u all.



















Bandung, suatu hari di IP (tanpa tanggal).

Jumat, 03 Februari 2012

04.02.12 : Berpikir Positif


Bila ingin hidup bahagia, berpikirlah positif, dimana saja kapan saja. Buatlah hidup menjadi ringan dan enak untuk dinikmati, jangan digelayuti dengan beban berlimpah.

Doa berlimpah boleh, namun manusia biasanya mengutamakan duniawi. So, ... berpikirlah sejenak. Setelah mati, kita mau ngapain ya ?

Oh ya, ini ada kiriman email dari enath berantah namun bagus juga buat disimak (dengan sedikit koreksi he he he), bukan karangan sendiri, hanya dipinjam untuk sharing.

Lebih mudah mana ...
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka ?

Lebih mungkin mana ...
Berusaha mensterilkan semua tempat agar tak ada kuman, atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri ?

Lebih mudah mana ...
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan, atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung ?

Lebih penting mana ....
Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai diri sendiri ?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik pada kita, melainkan bagaimana kita berusaha baik pada semua orang.

Karena bukan orang lain yang membuat kita bahagia, tapi sikap kita sendirilah yang menentukan, kita bahagia atau tidak

Karena kebahagiaan itu ada dalam hati kita masing-masing.

Enjoy life. Jangan suka berpikir negatif karena malah menyiksa diri dan ngga berpahala.

Palembang, 04.02.12.

Kamis, 26 Januari 2012

27.01.12 : Prinsip Dasar Tentang Anak


Dear all,

Memiliki buah hati adalah salah satu anugerah Tuhan yang terbesar dalam keluarga sehingga tak jarang ada ungkapan, tanpa si buah hati keluarga serasa hambar. 

Lantas, apakah yang harus kita tahu agar kita tetap mawas diri dan tetap bisa menyadari bahwa semua adalah “titipan” semata dan janganlah kelak, kita menggantungkan hidup kepada anak-anak kita. Tidak disarankan.

Berikut ini ada artikel bagus namun entah sumbernya dari mana karena sudah mirip surat berantai dan terpajang di PC maupun layar ponsel, begitu saja.

PRINSIP-PRINSIP DASAR:

1. Anak anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu, bukan karena keinginan mereka, tetapi karena Takdir Allah. (QS.28: QS.68,42: QS.49-50).

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan. (QS.8:27-28).

3. Orang tualah yang ingin memiliki anak ϑάπ  keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih. (QS.21:205).

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24).

8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya. (QS.30:30).

9. Janganlah menginginkan anak2mu sebagai anak2 yg shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atas    mu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151, QS. 17: QS. 23-24).

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93).

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.(QS.15:99).

Sumber : Unknown.