Selasa, 31 Juli 2012

31.07.12 : Rumah Impian 4K (bagian 2)


Merujuk catatan akhir Mei lalu (24.05.12), pembangunan rumah impian Empat Kurcaci (4K) jalan terus. Hingga 30/07 setidaknya sudah 80% selesai dan tinggal finishing, kabarnya akan dikebut sebelum Lebaran menjelang.

Insya Allah bisa maujud ya.


Palembang, 31.07.12.

Sabtu, 28 Juli 2012

29.07.12 : Renungan Indah – W.S. Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)

Palembang, 29.07.12 - kiriman isteriku tercinta, Yuyun Nityayukti.

Minggu, 22 Juli 2012

22.07.12 : Bareng Aina + Ola

Hari ini, Minggu 22/07. Waktunya buat memanjakan anak. Setelah kemarin munggahan alias buka bersama di rumah ibu mertua di Gunung Batu, Cimahi dan sekaligus juga sahur bersama tadi pagi. Giliran hari Minggu ngajak jalan keluarga. Yang berfoto tuh, Aina (sebelah kiri) dan Ola (sebelah kanan).

Oh ya, kemana isterinya ? Kebetulan yang ngejepret alias mengambil foto ang isteri tercinta sehingga karena diburu waktu hendak berbelanja ke salah satu super market didekat rumah, akhirnya hanya sempat mengabadikan 1 (satu) foto doank.

Buat kenang-kenangan sih lumayan, selalu akan memiliki makna. Pesannya, sebisa mungkin dan sebaiknya bisa, luangkan waktu bersama keluarga walau hanya sebentaran saja. Terutama bila tempat kerja berjarak cukup jauh

Semoga rasa kangen terobati. Aamiin YRA.

Bandung, 22.07.12.

Selasa, 12 Juni 2012

12.06.12 : Blind Spot


"Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak. Ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah".

Semua pemain profesional memiliki pelatih.
Contohnya: pemain golf  sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih.

Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalo jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya ?

Kita harus tahu bahwa Tiger Woods  butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA.

Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT  tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain untuk menasihati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi "mata" kita, sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri.

Dengan kesalahan, sebenarnya kita belajar tentang:
Peluang, tahu yang benar,
Tahu malu, tahu cara berubah,
Diingatkan oleh situasi,
Bertindak dan memperbaiki,
Mawas diri dan menjadi lebih baik setiap harinya.

Dimanapun kita berada,
Sesulit apapun keadaan kita,
Yakinlah bahwa kita sedang di gerakkan ke arah yang lebih baik,
Tetap berdoa, berusaha dan selalu bersyukur ...

  • Palembang, 12.06.12 – dari milis tetangga.

Sabtu, 26 Mei 2012

27.05.12 : Makna Lagu "Gundul Gundul Pacul"






"Gundul gundul pacul-cul, gembelengan.

Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan.
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar ...”

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang mempunyai arti filosofis yang dalam sangat mulia.

Gundul adalah kepala plontos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. 

Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.

Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, meng-upayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).
Artinya bahwa : kemuliaan seseorang akan sangat tergantung 4 hal, yaitu : bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya : besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

‎​GUNDUL GUNDUL PACUL CUL
artinya: orang yg dikepalanya. sudah kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikapnya berubah menjadi GEMBELENGAN (= congkak).

NYUNGGI NYUNGGI WAKUL KUL 
(menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya ...

WAKUL NGGLIMPANG 
(amanah jatuh tidak bisa dipertahankan)

SEGANE DADI SAK LATAR 
(berantakan sia sia, tak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat).

Palembang, 27.0512 (kiriman dari milis tetangga).

Rabu, 23 Mei 2012

24.05.12 : Rumah Impian 4K (bagian 1)


Setiap orang bisa saja berkhayal memiliki rumah impian. Mumpung berkhayal belum dilarang dan masih diberi kepercayaan menghirup udara segar secara cuma-cuma. Yang bisa disyukuri ya nikmati saja.


Syukur alhamdulillah, melihat pemancangan batu pertama hingga tahap pengerjaan rumah impian 4K mulai berjalan lancar, lega rasanya hati ini. Masih kredit ? Gak usah malu. Positifnya, kita masih dipercaya orang. Gitu.


Puji syukur kepada Allah SWT bahwa pada akhirnya, walau jauh dari sempurna, rumah impian mulai memberikan guratan dasar dengan fondasi kokoh. Semoga kekerabatan yang dibangun bersama teman-teman tidak lapuk dimakan usia.


Insya Allah. Jalan terus, pantang mundur. rukunkan kami sepanjang hayat. Aamiin.

Palembang, 24.05.12.

Jumat, 18 Mei 2012

19.05.12 : Cuti en Hari Jadi

Syukur alhamdulillah, saat libur panjang alias memanfaatkan hari kejepit nasional (harpitnas), bisa mudik juga ke Bandung. Maklum kalo sudah di luar kota, kesempatan bisa nengok keluarga dan sanak saudara, jadi barang langka.


Kebetulan hari Kamis 17/05 - bertepatan dengan libur kenaikan Isa Almasih - kita sempat merayakan ulang tahun di rumah secara sederhana saja. Yang penting isteri dan anak-anak kumpul. 


Hari Jumat ba'da shalat Jumat, barulah sempat jalan bersama ibu mertua dan saudara yang bisa bergabung. Ngga jauh2 ke tempat makan warung Sunda, Sari Kuring Soekarno-Hatta Bandung. Ya makan-makan sederhana dan merayakan sekedarnya.


Yang penting, walau sedikit memberi warna dalam hidup ... sesuatu banget, gitu xi xi xi. Terima kasih Yaa Allah sudah memberikan nikmat sehat dan rezeki kepada keluarga kami. Puji syukur Yaa Allah. Subhanallah.


Sayang, Imam jadi fotografer jadi ngga nampak di foto. Makasih ya Kaka.


Kota Kembang, 19.05.12.

Rabu, 09 Mei 2012

10.05.12 : I k h l a s


Di suatu malam seorang Ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya.

Setelah membacakan cerita, si Ayah bertanya kepada anaknya: "Nak, apa kamu sayang Ayah?"

Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah"

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?"

Lalu si anak menjwb, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini"

Lalu Ayahnya berkata, "Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja"

Si Ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut2, Ayahnya menanyakan hal yang sama & si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga"

Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah"

Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dengan yang lebih baik & indah"

Si anak menangis terharu.

Filosofi :
Seringkali kita merasa Allah tidak adil. Allah yang memberikan tapi kenapa Allah juga yang mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Allah punya rencana lain. Allah mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang.

Jadi,
* Terimalah apapun yg kita alami (bersabar),
* Berilah apa yang harus kita berikan (beramal),
* Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (ikhlas), dan
* Tetaplah bersyukur :)

Palembang, 10.05.12 (kiriman email dari seorang kawan namun sangat berarti, terima kasih).