Kamis, 10 September 2020

10.09.20 : H2 Webinar Halal Business Academy / HBA

 

Materi yang dibawakan bagus karena bagi peserta, ini bidang baru sehingga masih butuh asupan konsep halal lebih banyak lagi, ditilik dari berbagai tinjauan keilmuan + pengalaman nara sumbernya juga.

Dokumentasi webinar Jaminan Produk Halal (JPH) ini hampir lengkap tetapi terpotong beberapa saat karena pas pelaksanaan, harus rehat karena aktifitas berada di jam kerja sehingga karena satu dan lain hal maka ada slide yang terlewatkan didokumentasikan.

Demikian dan harap maklum. Bismillahirrahmanirrahim.


(selesai – 2/2)

BeKaSi, 10.09.20

Selasa, 08 September 2020

09.09.20 : H1 Webinar Halal Business Academy / HBA

 

Syukur Alhamdulillah, pada tgl 09-10/09/2020 bisa mengikuti webinar perihal Jaminan Produk Halal (JPH) yang diselenggarakan oleh Halal Business Academy (HBA), waktunya mulai jam 09.00-12.00 via Zoom Online.

Adapun nara sumber Asep Rusmana (LPPOM MUI, lulusan ITB, HBA Trainer) dan seperti kebanyakan webinar sekarang ini, ditawarkan e-sertifikat sebagai pelengkap kepesertaan.

(Bersambung – 1/2)

BeKaSi, 09.09.20

08.09.20 : Kunjungan Direksi BHI ke Bekasi

 

Sesuai informasi yang disampaikan sebelumnya, bahwa Selasa siang akan ada rencana salah satu pendiri BHI merapat ke kantor ILI Bekasi untuk membahas rencana kiriman paket, walau tidak setiap hari tetapi ada ‘lah seminggu 2-3 kali.

Sementara dari pihak PT Bangun Halal Indonesia (BHI) juga menjajaki kemungkinan jika suatu hari ILI Express bersiap dengan konsep gudang halal untuk produk tertentu, yang mensyaratkan proses halal didalamnya.

Bismillah dan semoga bisa maujud kerjasamanya.

BeKaSi, 08.09.20.

Minggu, 06 September 2020

07.09.20 : Sidak ILI Jakarta

 

Di hari Senin tgl 07/09, mewakili manajemen ILI kami mengadakan sidak kunjungan ke kantor + gudang baru ILI Jakarta. Bersyukur juga mendapat tempat yang luasnya hampir 3x dari gudang H. Karim.

Semoga kehadiran kantor + gudang ILI baru diatas bisa memperkuat biz ILI Express kedepannya dalam memberikan layanan prima kepada para Pelanggannya ke seluruh penjuru Tanah Air.

JaKaRTa, 07.09.20

06.09.20 : Kisah JAD, Si Anak Yahudi

 

Jad, adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu apartemen pada sebuah kota di Prancis. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universitas terkemuka di Perancis kala itu.

Di salah satu sudut lantai dasar apartemen tersebut, ada sebuah toko kecil "serba ada" yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, termasuk keluarga Jad. Toko itu milik seorang berkebangsaan Turki,  Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.

Jad kecil hampir setiap hari berbelanja di toko ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa sepengetahuan Ibrahim, setidaknya begitu persangkaannya, diam-diam ia mengambil sebuah permen coklat. Sampai suatu hari ia lupa mengambil (maaf : mencuri) coklat tersebut.

Ketika melangkah meninggalkan toko, Ibrahim memanggilnya dan berkata, "Jad, kamu lupa sesuatu, Nak." Jad kecil memeriksa belanjaannya. Tetapi, tidak menemukan sesuatu yg terlupakan.

"Bukan itu," kata Ibrahim. "Ini." Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad.  Tentu saja Jad kaget dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut ke orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat..

"Tidak apa-apa, Nak,.. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebuah coklat gratis setiap berbelanja sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah untuk jujur mengatakannya,"

kata Ibrahim sambil tersenyum.

Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim.

Ia tidak hanya datang menjumpai Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan menumpahkan keluh kesahnya.

Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yg pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung menjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yg tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawaban dari masalah yang dihadapi Jad.

Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya sembari membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang saat itu telah menjadi pemuda. Ibrahim, sahabat sejatinya telah berpulang. Wafat.

Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh haru. Jad memperlaku-kannya dengan takzim sebagai representasi Ibrahim.

Satu ketika, saat ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yg sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf arab. Ia pun memohon kepada temannya yang berkebangsaan Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara acak.

Sang teman ini pun kemudian membacakan makna tulisan itu.  Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya,  seakan bagai jawaban khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi....

Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: "Ini kitab apa..?"

"Al-Qur'an, kitab suci Umat Islam."

Kaget dan takjub Jad mendengar hal tersebut, Ia langsung bertanya bagaimana syarat utk menjadi seorang Muslim.

Dijawab oleh Si Tunisia : "Mudah, Syahadat dan berusaha menjalankan Syariah."

Hari itu Jad masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qurani. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan se baik-baik dan semampunya.

Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama Ibunya yang profesor,sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.

Sang Ibu berjuang dengan berbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi pengertian pada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun, tetapi tidak berhasil.

"Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad."

Jadullah pernah berkata:

"Saya menjadi Muslim di tangan seorang lelaki yang justru tidak pernah berbicara tentang agama"..

"Tak pernah berkata" :

"kamu Yahudi!!"

"kamu Kafir!"

"belajarlah agama!"

"Jadilah muslim!"

Tapi, ia menyentuh saya dengan "akhlak", sebaik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab, Al-Qur'an"

Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, kemudian ia berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :

 

((اُدْعُ Ø¥ِÙ„َÙ‰ سَبِيلِ رَبِّÙƒَ بِالْØ­ِÙƒْÙ…َØ©ِ ÙˆَالْÙ…َÙˆْعِظَØ©ِ الْØ­َسَÙ†َØ©ِ…!!))

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…” (QS. An-Nahl; 125)

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang diantaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.

Jadullah Al-Qur'ani meninggal di tahun 2003, dlm perjalanan hidupnya sebagai seorang Muslim ...

30 tahun lebih ia telah meng Islamkan lebih dari 6 juta orang di Afrika..

Sementara Ibunya masuk Islam di tahun 2005, di usia 78 tahun,  dua tahun setelah meninggalnya sang anak, Jadullah Al-Qur'ani.

Di sebagian fragmen cerita nyata ini, akhirnya menginspirasi sineas Perancis untuk memfilmkannya dengan judul, “MONSIEUR IBRAHIM et Les Fleurs du Coran‘ (Ibrahim dan Bunga-Bunga Quran) yang disutradarai Francois Dupeyron. Film ini dibintangi aktor legendaris Mesir Omar Sharif (sebagai Uncle Ibrahim) dan aktor muda berbakat Perancis Pierre Boulanger (sebagai Jad, pemuda Yahudi).

Semoga Filmnya beredar di Indonesia.

Sumber : Anonim.

Kamis, 03 September 2020

03.09.20 : Meet up @midnite

 

Pas kebetulan pulang audit + pertemuan dengan tim ILI Bandung, memaksakan diri mo nyari tempat nyokelat. Berhubung berbarengan dengan masa PSBB pastinya gampang2 susah nyari tempat nongki.

Mulai dari selatan Bandung, puter ke tengah kota, ehh ujung2nya nongkrong deket rumah pula di Pasteur. Masalahnya juga, sudah diatas jam 21.00. Bedanya, karena besok dinas lagi jadi gak mampir ke rumah, cukup berkirim kabar saja.

Ini situasi saat nongki bareng dosen STIMLOG Bandung yang meluangkan waktunya menjelang tengah malam. Usai ngobrol, langsung masuk tol dan kembali ke Bekasi. Thanks pak Tulus.

BaNDuNG, 03.09.20.

Rabu, 02 September 2020

02.09.20 : Presentasi Sharing Session SICU

 

Rabu tgl 02/09 diselenggarakan acara sharing session dengan almamater PT Samudera Indonesia Tbk via Samudera Indonesia Corporate University (SICU). Temanya : Prospek Industri Pelayaran Ke Depan. Acara mulai jam 09.00-12.00. Alhamdulillah lancar.

Berdasarkan perkiraan dari nara sumber bahwa industri pelayaran akan tetap hadir walau mungkin secara kuantitas akan berkurang secara alamiah karena persaingan keras (perang harga, fluktuasi harga BBM, merger + akuisisi). Ditambah lagi adanya pandemi Coronavirus sehingga menambah berat peran kapten kapal.

Didalam negeri maupun di luar negeri, sama2 memiliki tantangannya sendiri. Kompetisi dirasakan secara ketat diluar sana sedangkan untuk kondisi dalam negeri relatif terbantu dengan adanya aliran logistik antar pulau.

Kebetulan sehari sebelumnya dapat berita menghebohkan bahwa Maersk melakukan re-organisasi besar2an dimana merek2 besar seperti Damco + Safmarine akan segera dilebur dalam entitas Maersk di akhir tahun 2020.

Sedangkan entitas lainnya yang masih dipertahankan yakni brand pelayaran Amerika Latin, yakni Hamburg-Sud dan Allianca dan nantinya feeder network MCC Transport + Seago akan melebur menjadi satu nama lagi : SeaLand.

Dokumentasi terlampir. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menyegarkan kembali alam pikiran tentang perkembangan dunia maritim yang sudah cukup lama terkubur.

JaKaRTa, 02.09.20

Selasa, 01 September 2020

01.09.20 : Reorganisasi Gede2-an Maersk


Mulai pagi hingga malam hari, berita + diskusi panas mewarnai hasil press release Maersk terkait reorganisasi gede2an yang terjadi biz unit Safmarine, Damco, Seago + MCC. Pendek kata, semua brand tadi bakal dilebur ke brand tunggal : Maersk. Titik.

Dampak perampingan selalu gak populer + berisiko ke pengurangan karyawan, apapun sebutannya. Namun Maersk perlu melakukan langkah ini agar bisa menyelamatkan perahu besar yang kini dinakhodai CEO Soren Skou.

Yang masih selamat dari isu reorganisasi ini adalah pelayaran Hamburg-Sud + Allianca yang berporos di Amerika Latin, mungkin akan ada waktunya. Juga SeaLand yang kedepannya akan menampung staf ex Seago + MCC Transport karena cakupannya di sektor feeder service, melayani kebutuhan Maersk.

Silahkan simak perkembangannya di tahun 2021 karena sesuai pernyataan resminya, semua brand diatas akan dilebur menjadi Maersk, ditambah SeaLand.

Nyimak terus karena biasanya di akhir tahun dunia pelayaran banyak memberikan kejutan. Selain isu panas ini biasanya ada juga merger + akuisisi. Siapa lagi ya?

BeKaSi, 01.09.20.