Rabu, 23 Mei 2012

24.05.12 : Rumah Impian 4K (bagian 1)


Setiap orang bisa saja berkhayal memiliki rumah impian. Mumpung berkhayal belum dilarang dan masih diberi kepercayaan menghirup udara segar secara cuma-cuma. Yang bisa disyukuri ya nikmati saja.


Syukur alhamdulillah, melihat pemancangan batu pertama hingga tahap pengerjaan rumah impian 4K mulai berjalan lancar, lega rasanya hati ini. Masih kredit ? Gak usah malu. Positifnya, kita masih dipercaya orang. Gitu.


Puji syukur kepada Allah SWT bahwa pada akhirnya, walau jauh dari sempurna, rumah impian mulai memberikan guratan dasar dengan fondasi kokoh. Semoga kekerabatan yang dibangun bersama teman-teman tidak lapuk dimakan usia.


Insya Allah. Jalan terus, pantang mundur. rukunkan kami sepanjang hayat. Aamiin.

Palembang, 24.05.12.

Jumat, 18 Mei 2012

19.05.12 : Cuti en Hari Jadi

Syukur alhamdulillah, saat libur panjang alias memanfaatkan hari kejepit nasional (harpitnas), bisa mudik juga ke Bandung. Maklum kalo sudah di luar kota, kesempatan bisa nengok keluarga dan sanak saudara, jadi barang langka.


Kebetulan hari Kamis 17/05 - bertepatan dengan libur kenaikan Isa Almasih - kita sempat merayakan ulang tahun di rumah secara sederhana saja. Yang penting isteri dan anak-anak kumpul. 


Hari Jumat ba'da shalat Jumat, barulah sempat jalan bersama ibu mertua dan saudara yang bisa bergabung. Ngga jauh2 ke tempat makan warung Sunda, Sari Kuring Soekarno-Hatta Bandung. Ya makan-makan sederhana dan merayakan sekedarnya.


Yang penting, walau sedikit memberi warna dalam hidup ... sesuatu banget, gitu xi xi xi. Terima kasih Yaa Allah sudah memberikan nikmat sehat dan rezeki kepada keluarga kami. Puji syukur Yaa Allah. Subhanallah.


Sayang, Imam jadi fotografer jadi ngga nampak di foto. Makasih ya Kaka.


Kota Kembang, 19.05.12.

Rabu, 09 Mei 2012

10.05.12 : I k h l a s


Di suatu malam seorang Ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya.

Setelah membacakan cerita, si Ayah bertanya kepada anaknya: "Nak, apa kamu sayang Ayah?"

Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah"

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?"

Lalu si anak menjwb, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini"

Lalu Ayahnya berkata, "Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja"

Si Ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut2, Ayahnya menanyakan hal yang sama & si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga"

Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah"

Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dengan yang lebih baik & indah"

Si anak menangis terharu.

Filosofi :
Seringkali kita merasa Allah tidak adil. Allah yang memberikan tapi kenapa Allah juga yang mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Allah punya rencana lain. Allah mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang.

Jadi,
* Terimalah apapun yg kita alami (bersabar),
* Berilah apa yang harus kita berikan (beramal),
* Kembalikanlah apa yang diminta oleh Allah (ikhlas), dan
* Tetaplah bersyukur :)

Palembang, 10.05.12 (kiriman email dari seorang kawan namun sangat berarti, terima kasih).

Selasa, 08 Mei 2012

09.05.12 : Outbound KALOG 28-29/04/2012


Akhir April 2012 lalu, PT Kereta Api Logistik, tempat kitaorang begawe mengadakan kegiatan outbound, yang dipusatkan di bumi perkemahan Pangalengan, Bandung. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, 1 malam.

Kegiatannya lumayan banyak, mulai doa pembuka, kuis, permainan (paintball, flying fox, rafting dll) serta ceramah. Ok lah secara keseluruhan. Mana hujan lagi dan tidur di tenda. Top abiiiz. Kesannya, bagus.

Foto kenang-kenangan selama outbound, terlampir. Kebetulan, ini koleksi terbatas. Salam.



Bandung, 28-29/04/2012.

Senin, 07 Mei 2012

08.05.12 : Aina Survei Pasar


Inilah kegiatan anak-anak yang diharapkan bisa menumbuh-kembangkan kepedulian terhadap lingkingan sekitar. Proses terdekat dengan kehidupan keseharian anak adalah aktifitas ke pasar yang biasa dilakukan kaum wanita.

Aina mendapat tugas kelompok Senin 07/05 pagi untuk melakukan survei harga ke pasar tradisional dan pasar moderen, semisal Alfamart, Indomart atau mini-market yang kini banyak tumbuh di sekitar pemukiman perumahan.

Lumayanlah ... kegiatan dapat memberikan pelajaran dan pengalaman kepada anak-anak, manfaat maupun beda antara pasar moderen dan pasar tradisional. Masing-masing memiliki nilai plus dan minus. Kegiatan Aina dan kawan-kawan dilakukan di Bandung.

Bagaimana orang tua memberikan penekanan lebih. Gampang-gampang susah khan jadi wong tuwo jaman saiki he he he. Setiap or-tu memiliki masanya sendiri dan harus tetap update supaya ngga ketinggalan jaman ato mau di cap ku-per alias kurang pergaulan ?

Bandung, 08.05.12.

Kamis, 03 Mei 2012

03.05.12 : 5 Hal Yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

"Aku tidak peduli."
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

"Minta maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

"Masak nggak bisa juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN: Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

"Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Sumber : YAHOO! News, 03.05.12.